Kiat Mengajari Anak Puasa Ramadan

Oleh Ayu Maharani pada 07 May 2019, 13:00 WIB
Anda bisa mengajari anak puasa Ramadan sedini mungkin. Bisa gampang-gampang susah, tapi patut dicoba. Ini tipsnya!
Kiat Mengajari Anak Puasa Ramadan (Aisylu Ahmadieva/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Puasa Ramadan telah tiba! Jika di rumah ada anak kecil, tak sedikit orang tua yang ingin anak-anaknya kompak ikut berpuasa meski usianya belum wajib untuk menjalankan salah satu Rukun Islam tersebut. Walau begitu, orang tua bisa mengajari anak berpuasa sedini mungkin sesuai dengan kemampuannya.

Menurut dr. Caessar Pronocitro, MSc, SpA, dari KlikDokter, melatih anak berpuasa hendaknya dimulai saat ia telah benar-benar memahami makna dari ibadah ini. Anda sebagai orang tua dapat mengawalinya dengan mengajarkan hal-hal baik yang bisa dengan mudah ia mengerti. Misalnya dengan menolong sesama, mengendalikan perbuatan, atau mulai diajarkan mengaji.

“Pemahaman tentang waktu sahur dan berbuka juga perlu disampaikan,” kata dr. Caessar menambahkan. Setelahnya, barulah Anda bisa perlahan mengajarinya lebih dalam dengan melakukan tips ini:

  • Lakukan secara bertahap

Mulailah dengan mengajarkan si Kecil berpuasa selama 3-4 jam. Apabila ia tampak mampu beradaptasi, secara bertahap Anda bisa menambah durasinya. Ada kalanya ia akan merengek kelaparan. Anda bisa memberinya seporsi kecil makanan atau minuman, lalu ajak dirinya untuk kembali melanjutkan puasa.

  • Biasakan tidur lebih awal

Agar anak bisa bangun sahur tanpa Anda harus menggeretnya atau justru membuat anak hilang minat, biasakan anak untuk tidur lebih awal. Hal ini bertujuan agar ia tidak kekurangan waktu istirahat. Apalagi jika paginya ia tetap beraktivitas di sekolah.

  • Beri pujian jika ia berhasil

Jika anak berhasil berpuasa seperti yang telah disepakati, misalnya puasa setengah hari atau satu hari penuh tanpa curi-curi minum saat tak ada yang mengawasinya, lontarkan pujian yang tulus agar ia terus semangat!

Bila memungkinkan, beri ia hadiah supaya ia mengerti bahwa apa yang berhasil dilakukannya itu patut diacungi jempol. Misalnya dengan membelikan makanan kesayangannya, ngabuburit di tempat favoritnya, dan lain-lain. Apabila anak belum berhasil, tetap berikan semangat dan jangan sampai meledek kegagalannya.

  • Libatkan anak dalam berbagai aktivitas Ramadan

Orang tua bisa mengajak anak untuk menyiapkan takjil, bersih-bersih rumah, belanja bahan makanan untuk menu sahur dan buka puasa, mendekorasi rumah untuk persiapan lebaran, dan masih banyak lagi. Melibatkan anak bisa membuatnya merasakan euforia Ramadan, sehingga ia akan makin semangat!

  • Tetap awasi kesehatannya

Jika anak terlihat lemas, pucat, bahkan mengeluhkan pusing saat ikut berpuasa, jangan memaksakan ia untuk melanjutkannya. Mungkin kondisi fisiknya belum siap, apalagi untuk berpuasa selama 13 jam lebih.

  • Perhatikan gizi menu sahur dan buka puasa

Untuk menu makanan anak, sebisa mungkin pilih yang memiliki indeks glikemik rendah agar energinya bisa tahan lama. Contohnya adalah nasi merah, pasta, oatmeal, roti gandum, kentang, ubi, pisang, apel, jeruk, dan kacang hijau untuk sahur.

Untuk buka puasa, Anda bisa menghidangkan makanan seperti manisan buah, kolak, donat, nasi, atau roti asalkan porsinya dibatasi. Jangan lupa lengkapi nutrisinya dengan protein dan lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Kiat penting dalam mengajari anak puasa Ramadan adalah menyesuaikannya dengan kesiapan anak, baik fisik dan mental. Selain itu, Anda sebagai orang tua juga harus menjadi contoh yang baik agar anak tetap semangat menjalaninya. Jika anak belum mampu atau belum siap berpuasa, jangan memaksanya, apalagi membanding-bandingkan ia dengan anak lain. Bisa-bisa ia minder dan berdampak pada kondisi psikisnya. Sebaiknya Anda tetap mengajarkannya secara konsisiten, sehingga menumbuhkan kesadaran dan ketahanannya untuk berpuasa tanpa harus dipaksa.

(RN/ RVS)