Tinggal Sendirian Tingkatkan Risiko Gangguan Mental?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 08 May 2019, 16:20 WIB
Duh! Benarkah tinggal sendirian, apalagi yang sudah terlalu lama, bisa tingkatkan risiko gangguan mental seseorang? Ini ulasannya.
Tinggal Sendirian Tingkatkan Risiko Gangguan Mental? (Igor-Sinkov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin di benak Anda sekarang sedang mengamuk, “apa salahnya hidup sendirian?!” Sebetulnya memang tak ada. Namun, menurut sebuah penelitian, tinggal sendirian apalagi yang terlalu lama, bisa tingkatkan risiko gangguan mental, lho!

Menurut sebuah penelitian tak lama ini, seseorang yang tinggal seorang diri kesehatan mentalnya bisa terganggu. Gangguan suasana hati (mood) dan kecemasan adalah di antaranya.

Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian, hampir sepertiga orang akan mengalami goncangan kesehatan mental dalam hidupnya. Karena pengaruhnya luas, maka banyak ilmuwan yang tertarik untuk memahami berbagai faktor risiko terjadinya gangguan mental. Nah, apakah tinggal sendirian termasuk dalam daftar faktor risiko?

Tinggal sendirian tingkatkan risiko kesehatan mental

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “PLOS One”, temuannya adalah hidup seorang diri memang cukup berpengaruh pada kesehatan mental. Para peneliti juga menemukan bahwa pengaruhnya bisa dirasakan semua kelompok usia dan jenis kelamin, terutama jika terdapat rasa kesepian.

Jumlah orang yang hidup sendirian terus bertambah, terutama di negara-negara Barat. Alasannya macam-macam. Mulai dari populasi yang menua, kecenderungan menikah di usia yang lebih tua, meningkatnya angka perceraian, mungkin juga tinggal di kos atau apartemen karena lebih dekat dengan lokasi tempat kerja, dan masih banyak lagi.

Para peneliti melihat hubungan antara kesehatan mental dan hidup sendirian, tetapi sebagian besar fokusnya adalah orang dewasa yang lebih tua. Sehingga, temuan studi ini mungkin tidak berlaku untuk kelompok usia lainnya. Juga, penelitian sebelumnya umumnya hanya berfokus pada satu kondisi mental, yaitu depresi, akhirnya mungkin tidak memberikan gambaran lengkap.

Penelitian sebelumnya juga tidak melihat bagaimana faktor-faktor lain memengaruhi hubungan ini. Misalnya, orang-orang yang hidup sendirian lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan, punya kebiasaan merokok, menggunakan narkoba, dan kurang dukungan sosial.

1 of 2

Kesepian dan pengaruhnya terhadap kejiwaan

Para peneliti dari Universitas Versailles Saint-Quentin-en-Yvelines, Prancis, menganalisis data dari 20.503 warga Inggris berusia 16-74 tahun. Data tersebut berasal dari tiga survei nasional The National Psychiatric Morbidity tahun 1993, 2000, dan 2007.

Peserta menyelesaikan kuesioner jadwal wawancara klinis yang direvisi. Peneliti menilai apakah mereka pernah mengalami gejala neurotik seminggu sebelumnya.

Survei juga mengumpulkan data tentang berbagai variabel, termasuk tinggi dan berat badan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, alkohol, penggunaan narkoba, dukungan sosial, dan perasaan kesepian pada orang yang diteliti.

Seperti yang diharapkan, peneliti menemukan bahwa jumlah orang yang hidup sendirian terus bertambah. Pada tahun 1993, 8,8 persen hidup sendirian, kemudian menjadi 9,8 persen pada tahun 2000, lalu 10,7 persen tahun 2007.

Menurut hasil analisis, di semua kelompok umur dan jenis kelamin, ada hubungan yang signifikan antara hidup sendiri dan memiliki gangguan mental umum.

Ketika para ilmuwan menggali lebih dalam hubungan antara gangguan mental umum dan hidup sendiri, mereka menemukan bahwa kesepian cukup berpengaruh. Sekitar 84 persen orang yang merasa kesepian akan memiliki masalah mental.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kesepian nyatanya tak hanya berpengaruh buruk pada kondisi fisik, tapi juga dapat menyebabkan beragam kerugian dari sisi kesehatan mental.

“Kesepian dapat memicu gangguan kejiwaan, mulai dari depresi, gangguan kecemasan sosial, gangguan makan, serta hoarder alias penimbun barang,” ungkap dr. Nadia.

Dalam era di mana seseorang bisa memiliki ratusan, bahkan ribuan teman di dunia maya, tapi bukan berarti itu bisa meredakan rasa kesepian. Bahkan, mungkin saja kesepian makin menjadi-jadi.

Hasil studi yang menunjukkan bahwa tinggal sendirian bisa tingkatkan risiko gangguan mental, bisa jadi bukti tambahan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Pasalnya, kesehatan mental dari tahun ke tahun terus mendapatkan perhatian yang makin besar. Jika memang Anda tinggal sendirian, upayakan agar Anda tak merasa sendirian. Misalnya sering berkumpul dengan teman dan sahabat, berolahraga rutin, punya waktu untuk melakukan hobi, dan masih banyak lagi.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓