Cara Mengenali Gejala Lupus Sejak Awal

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 May 2019, 15:40 WIB
Lupus sering luput dari perhatian. Padahal penyakit ini butuh perawatan khusus agar penyintas tak berakhir mengalami komplikasi mematikan.
Cara Mengenali Gejala Lupus Sejak Awal (wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lupus adalah jenis penyakit autoimun yang dapat menyerang siapa saja di segala usia, baik pria, wanita, anak-anak maupun lanjut usia. Medis menyebut kondisi ini sebagai “penyakit seribu wajah” lantaran gejalanya sangat sulit dideteksi dengan mata telanjang.

Penyebab utama penyakit lupus masih belum diketahui pasti hingga saat ini. Akan tetapi, faktor genetik atau keturunan disinyalir menjadi faktor yang paling berperan. Menurut Lupus Foundation of America, kondisi demografis juga dapat memengaruhi tingkat keparahan dan perkembangan penyakit lupus.

Gejala lupus yang perlu Anda tahu

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, mendeteksi gejala penyakit lupus tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ini karena penyakit tersebut dapat meniru gejala yang disebabkan oleh penyakit lain, termasuk fibromyalgia, rheumatoid arthritis, dan sejenisnya.

Kendati demikian, beberapa studi yang berkecimpung dalam menelusuri lupus yakin bahwa penyakit tersebut berkaitan erat dengan adanya keluhan-keluhan sebagai berikut:

  • Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
  • Perubahan kulit dan sensitivitas sinar matahari
  • Demam yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya
  • Nyeri sendi dan nyeri otot berkepanjangan
  • Rambut mengalami kerontokan parah
  • Jari-jari yang berubah lebih ringan saat dingin
  • Anemia atau kurang darah
  • Bengkak di tangan dan kaki
  • Nyeri dada saat menarik napas dalam-dalam
  • Kelelahan kronis
  • Luka di mulut atau hidung
  • Pembekuan darah abnormal

Jika Anda menemukan adanya gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian, diagnosis pasti terkait ada atau tidaknya lupus bisa ditentukan sebaik-baiknya.

1 of 2

Jenis-jenis lupus

Lupus terbagi menjadi beberapa jenis. Satu yang paling sering terjadi adalah lupus jenis erythematosus sistemik. Ini adalah penyakit yang memengaruhi seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan pada semua bagian, termasuk kulit, organ utama tubuh, rambut, otot, persendian, dan sistem pencernaan.

Selain itu, jenis lupus lain yang juga mungkin ditemukan adalah:

1. Lupus kulit

Lupus kulit adalah penyakit seluruh bagian kulit menjadi sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari. Lupus jenis ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu akut, subakut, dan kronis.

Gejalanya lupus kulit meliputi:

  • Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
  • Bersisik, bercak-bercak bundar yang menyerupai lesi psoriasis
  • Ruam merah–ungu di kepala, wajah, dan telinga

Paparan sinar matahari pada penyintas lupus kulit dapat membuat penyakit menimbulkan keluhan yang lebih buruk. Beberapa orang dengan kondisi ini juga mungkin mengembangkan penyakit lupus di dalam tubuh.

2. Lupus neonatal

Bayi lahir yang baru bisa saja mengalami lupus neonatal. Kondisi ini umumnya terjadi ketika antibodi yang dimiliki ibu malah menyerang bayi.

Beberapa gejala yang terjadi pada lupus neonatal, yaitu:

  • Ruam menyerupai kupu-kupu di wajah
  • Gangguan hati
  • Anemia atau kurang darah

Lupus neonatal biasanya hilang dalam 6 bulan. Namun demikian, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian lantaran gejalanya bisa menyebabkan komplikasi berbahaya pada bayi yang mengalaminya.

Lupus adalah penyakit mematikan yang sering terlambat dideteksi. Bekali diri dengan segala pengetahuan tentang penyakit ini, agar Anda bisa melakukan deteksi dini terhadap gejala lupus yang mungkin ada di sekitar. Dengan demikian, diharapkan angka kematian akibat penyakit lupus bisa benar-benar ditekan.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓