Sering Sakit Perut, Ini karena Gas atau Penyakit Lain?

Oleh Ayu Maharani pada 10 May 2019, 14:20 WIB
Agar tak terkecoh, bedakan antara sakit perut karena gas dan sakit perut karena penyakit lain dengan cara berikut ini.
Sering Sakit Perut, Ini karena Gas atau Penyakit Lain? (Catinsyrup/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti pernah mengalami sakit perut, entah itu sakit perut yang tergolong ringan dan cepat hilang, hingga sakit perut parah yang butuh tindakan operasi untuk mengatasinya. Salah satu kondisi yang cukup sering menjadi biang kerok dari sakit perut adalah gas.

Ketika gas banyak tertahan di dalam perut, otomatis perut akan terasa tidak nyaman. Meski gas termasuk salah satu penyebab utama sakit perut, tapi masih banyak faktor lain – bisa saja penyakit serius – yang bisa bikin Anda mengalami sensasi nyeri pada perut.

Nah, untuk membedakan mana sakit perut yang disebabkan oleh gas dan mana sakit perut yang disebabkan oleh penyakit serius, simak penjelasan di bawah ini.

Membedakan sakit perut karena gas dan sakit perut karena penyakit serius

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, sakit perut karena gas berlebih biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung gas atau gangguan penyerapan makanan akibat kurangnya enzim pencernaan.

Selain itu, banyaknya gas yang terperangkap dalam perut juga bisa dipicu oleh tidak seimbangnya bakteri baik dan bakteri jahat di dalam saluran cerna. Ada pun gejala sakit perut yang disebabkan oleh gas berlebih, antara lain:

  • Mual dan ingin muntah
  • Kembung
  • Cepat kenyang
  • Banyak kentut

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, kemungkinan besar ada banyak gas di dalam perut Anda. Itu bukanlah kondisi serius yang perlu dikhawatirkan. Sebab, sakit perut akibat gas akan mereda dengan sendirinya asalkan si penderita beristirahat, mengatur pola makan lebih baik, serta minum obat antikembung.

Sayangnya, orang yang tidak memahami ini malah menyangka sakit perut akibat gas sebagai gejala usus buntu atau penyumbatan saluran cerna. Sehingga, menimbulkan kepanikan berlebih.

“Atau bisa juga sebaliknya, gejala penyakit serius malah disangka sebagai sakit perut karena gas (ringan), sehingga terlambat dibawa ke rumah sakit.” dr. Reza menegaskan.

Agar hal itu tak menjadi kebiasaan dan bikin Anda selalu salah menduga, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan ketika sakit perut menyerang, yaitu:

  • Lokasi

Sakit perut yang disebabkan oleh gas umumnya dirasakan di bagian tengah perut atau ulu hati. Sedangkan sakit perut akibat penyakit lain yang lebih serius terjadi di bagian perut tertentu, misalnya kanan bawah (radang usus buntu), kanan atas, atau kiri bawah.

  • Karakteristik nyeri

Sakit perut yang disebabkan oleh gas biasanya menimbulkan sakit yang bersifat tumpul dan tidak terlalu hebat. Berbeda dengan sakit perut karena kelainan serius. Sakit tersebut akan memiliki intensitas yang tinggi dan bikin Anda berkeringat dingin.

  • Gejala lain yang menyertai

Jika sakit perut oleh gas mengakibatkan gejala mual, muntah, kembung, dan banyak kentut, sakit perut akibat penyakit serius memiliki gejala lebih daripada itu.

“Biasanya disertai dengan buang air besar (BAB) berdarah, muntah kuning kehijauan, dan frekuensi muntah yang terlalu sering,” tambah dr. Reza.  Penderita juga akan mengalami demam, penurunan berat badan, buang air kecil (BAK) berdarah, hingga gangguan menstruasi.

Gejala lain yang biasanya mengindikasikan bahwa sakit perut yang dialami bukanlah sakit perut biasa, yakni penderitanya sampai kesulitan berjalan. Ketika Anda mengalami gejala-gejala di atas, kemungkinan besar pemicunya adalah bukan gas.

Jadi, Anda mesti memeriksakan kondisi sakit perut tersebut ke dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya. Selain itu juga agar Anda mendapatkan penanganan yang lebih tepat ketimbang terus-menerus hanya mengoleskan minyak kayu putih atau minum air putih hangat.

[MS/ RVS]