Dapatkan 6 Manfaat Sehat Bawang Putih Meski Harga Melambung

Oleh Hotnida Novita Sary pada 10 May 2019, 13:00 WIB
Seminggu terakhir ini, harga bawang putih melonjak. Tapi, jangan hentikan konsumsinya karena bawang putih kaya manfaat sehat.
Dapatkan 6 Manfaat Sehat Bawang Putih Meski Harga Melambung (Krasula/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bulan puasa Ramadan baru sampai di minggu awal, namun kenaikan harga-harga mulai terasa. Salah satu yang harganya melonjak adalah bawang putih. Dalam minggu ini saja, harganya terus naik hingga menyentuh Rp 100.000/kg. Meski begitu, bumbu dapur dengan beragam manfaat sehat ini tetap diburu.

Bawang putih telah digunakan di seluruh dunia selama ribuan tahun. Menurut Medical News Today, bawang putih bahkan sudah digunakan saat Piramida Giza dibangun, sekitar 5.000 tahun lalu.

Bahkan, dokter Yunani kuno, Hippocrates (sekitar 460-370 SM), meresepkan bawang putih untuk berbagai kondisi, yaitu pernapasan, parasit, pencernaan buruk, dan kelelahan.

Tak hanya itu, di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih sejak lama sudah digunakan untuk mengobati beragam penyakit. Misalnya, bronkitis, hipertensi (tekanan darah tinggi), TB (TBC), gangguan hati, disentri, perut kembung, kolik, cacingan, rematik, diabetes, dan demam.

Manfaat bawang putih bagi kesehatan

Sebagai bumbu dan penyedap rasa hidangan, bawang putih telah lama digunakan sebagai penyedap berbagai masakan. Seiring dengan rasa gurih yang terkandung di dalamnya, umbi yang satu ini memiliki beragam manfaat bagi kesehatan:

  1. Menekan risiko kanker paru-paru

Dalam penelitian yang dilakukan di Jiangsu, Cina, orang yang makan bawang putih mentah setidaknya dua kali seminggu selama 7 tahun berisiko 44 persen lebih rendah terkena kanker paru-paru. Studi tersebut menunjukkan bahwa bawang putih berpotensi berfungsi sebagai agen kemo-preventif untuk kanker paru-paru.

  1. Menangkal kanker otak

Senyawa organo-sulfur yang ditemukan dalam bawang putih efektif dalam menghancurkan sel-sel pada glioblastoma, sejenis tumor otak yang mematikan.

Ilmuwan di Medical University of South Carolina melaporkan dalam jurnal Cancer, “Tiga senyawa organo-sulfur murni dari bawang putih, yaitu DAS, DADS, dan DATS, menunjukkan kemanjuran dalam memberantas sel-sel kanker otak. Tapi DATS terbukti yang paling efektif."

  1. Mencegah osteoartritis

“Wanita yang rutin mengonsumsi bawang putih dalam menu harian mengalami penurunan risiko osteoartritis. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang pada umumnya berkaitan dengan penuaan,” tutur dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Mengenai hal ini ada sebuah penelitian menarik yang melibatkan lebih dari 1.000 perempuan sehat. Peneliti menemukan, perempuan  yang memiliki kebiasaan diet, termasuk banyak buah dan sayuran allium (termasuk bawang putih, bawang merah, dan daun bawang), memiliki lebih sedikit tanda-tanda osteoartritis awal di sendi panggul.

  1. Antibiotik yang kuat

Diallyl sulfide dalam bawang putih 100 kali lebih efektif daripada dua antibiotik populer dalam memerangi bakteri Campylobacter. Bakteri Campylobacter adalah salah satu penyebab paling umum infeksi usus.

  1. Turunkan risiko penyakit jantung

Diallyl trisulfide, komponen minyak bawang putih, membantu melindungi jantung selama operasi jantung dan setelah serangan jantung, menurut para peneliti di Emory University School of Medicine. Peneliti juga percaya diallyl trisulfide dapat digunakan sebagai pengobatan untuk gagal jantung.

“Bawang putih juga berkhasiat melindungi penderita diabetes dari kardiomiopati (penyakit kronis pada otot jantung),” ujar dr. Nadia.

Dalam percobaan menggunakan tikus laboratorium, tim menemukan bahwa, setelah serangan jantung, tikus yang menerima diallyl trisulfide memiliki 61 persen lebih sedikit kerusakan jantung yang berisiko, dibandingkan dengan tikus yang tidak diobati.

  1. Tekan risiko kanker prostat

Dokter di Rumah Sakit Persahabatan Cina-Jepang, Beijing, meneliti hubungan antara konsumsi sayuran allium dan risiko kanker prostat. Para penulis penelitian menyimpulkan, "Sayuran allium, khususnya bawang putih, terkait dengan penurunan risiko kanker prostat."

Namun, karena studi terkait masih sangat minim, efektivitas bawang putih untuk kanker prostat terus diteliti.

Ya, saat ini harga bawang putih memang sedang melambung. Namun jangan sampai kondisi ini membuat Anda menghilangkan bumbu dapur ini sama sekali dari masakan Anda. Manfaat bawang putih bagi kesehatan tubuh masih perlu Anda dapatkan, jikapun Anda harus menghemat persediaan bawang putih di dapur.

[RVS]