Buang Air Besar Berdarah, Tanda Penyakit Apa?

Oleh Nur Budhi pada 10 May 2019, 15:40 WIB
Buang air besar berdarah bisa menjadi salah satu gejala penyakit yang ada di dalam diri Anda. Kenali dan atasi sekarang juga!
Buang Air Besar Berdarah, Tanda Penyakit Apa? (Creativesunday/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat mengetahui bahwa Anda buang air besar berdarah, rasa panik dan cemas pasti akan langsung terasa seketika. Keadaan tersebut memang bisa saja terjadi, apalagi jika Anda adalah orang yang menjalani gaya hidup tidak sehat, memiliki pola makan rendah serat, atau mengalami gangguan penernaan yang tak lantas diatasi.

Berdasarkan pemaparan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, buang air besar berdarah umumnya dikeluhkan dalam bentuk cairan berwarna merah muda atau darah yang menetes setelah feses keluar.

“Penyebab BAB berdarah tergantung dari darah yang keluar. Jika berwarna hitam, penyebabnya adalah gangguan saluran cerna tengah dan atas. Sedangkan jika yang keluar darah berwarna merah segar, penyebabnya adalah gangguan saluran cerna bawah,” jelas dr. Astrid.

Secara lebih spesifik, berikut adalah penyakit saluran cerna yang mungkin menyebabkan terjadinya buang air besar berdarah:

1. Wasir

Wasir alias hemorrhoid adalah gangguan saluran cerna bawah yang terjadi akibat pelebaran pembuluh darah di sekitar anus. Penyakit ini bisa terjadi jika Anda memiliki kebiasaan mengejan terlalu keras, sehingga pembuluh darah anus mengalami peregangan hebat hingga akhirnya menipis dan mengalami iritasi.

Melansir Verywell Health, faktor risiko yang menyebabkan wasir rentan terjadi adalah diare hebat, konstipasi atau sembelit, mengangkat beban berat, terlalu banyak duduk, dan kehamilan.

2. Tukak lambung

Tukak lambung adalah gangguan saluran cerna atas yang ditandai dengan adanya luka pada lapisan lambung. Penyakit ini dapat terjadi akibat adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat anti infalamasi non streroid (OAINS) dalam jangka panjang.

Selain buang air besar berdarah, tukak lambung juga bisa menyebabkan keluhan nyeri tumpul di perut, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, perut begah, refluks asam lambung dan penurunan berat badan.

3. Fisura ani

Fisura ani adalah gangguan saluran cerna bagian bawah yang terjadi akibat adanya robekan di lapisan anus. Kondisi ini disebabkan oleh adanya luka pada lapisan dalam anus, misalnya akibat feses yang terlalu besar dan keras.

Selain itu, ada pula penyakit-penyakit lain yang bisa melatari terjadinya fisura ani. Penyakit tersebut, termasuk Crohn disease, infeksi tuberkulosis di saluran cerna, leukemia atau kanker darah, kanker anus dan sifilis anus.

4.  Divertikulitis

Divertikulitis adalah peradangan yang terjadi pada tonjolan abnormal (divertikula) pada saluran perncernaan. Hingga kini penyebab pasti kondisi tersebut masih belum diketahui. Beberapa ahli kesehatan menduga bahwa divertikulitis berhubungan dengan dinding usus besar yang melemah, sehingga mudah mengalami peradangan (bengkak) dan terinfeksi.

Selain buang air besar berdarah, divertikulitis juga bisa menyebabkan terjadinya keluhan nyeri pada perut bagian kiri bawah, demam, perut terasa kembung, serta mual dan muntah.

5. Kanker kolorektal

Kanker kolorektal adalah jenis keganasan yang muncul pada organ kolon (usus besar) atau rektum (bagian akhir dari usus besar). Penyakit ini sangat misterius, karena hingga saat ini masih belum ditemukan penyebab utamanya.

Kendati demikian, para ahli menduga bahwa kanker kolorektal berhubungan dengan adanya riwayat polip atau tumor jiak kolon, penyakit usus, berat badan berlebih (obesitas), kebiasan merokok, konsumsi alkohol berlebih dan penyakit diabetes tipe 2.

Gejala-gejala yang dikaitkan dengan kanker kolorektal adalah sembelit, diare, kentut berlebihan, nyeri dan kram perut, penurunan berat badan tanpa sebab dan buang air besar berdarah.

Setelah tahu bahwa buang air besar berdarah dapat terjadi akibat penyakit mengerikan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan ini. Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin mudah pula untuk diobati.

(RVS)