Bolehkah Ibu yang Baru Melahirkan Mengenakan Korset?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 11 May 2019, 11:30 WIB
Menggunakan korset setelah melahirkan sudah dilakukan oleh ibu di Indonesia secara turun-temurun. Bagaimana medis menanggapi fenomena ini?
Bolehkah Ibu yang Baru Melahirkan Mengenakan Korset? (Merydolla/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perut yang membuncit setelah melahirkan memang tak bisa dihindari. Ini terjadi karena otot perut masih dalam keadaan kendur setelah bayi dikeluarkan dari dalam rahim. Perlu beberapa saat hingga perut kembali seperti bentuk semula.

Guna mempercepat kembalinya fungsi otot perut, atau supaya buncit setelah melahirkan bisa segera hilang, banyak ibu yang memilih untuk menggunakan korset. Apakah Anda salah satunya?

Jika ya, Anda tak perlu khawatir. Dipandang dari segi medis, tidak ada larangan terkait penggunaan korset setelah melahirkan. Bahkan, penggunaan korset yang tepat setelah melahirkan bisa mendatangkan manfaat tersendiri, di antaranya:

  • Mengurangi nyeri saat bergerak, terutama bagi ibu yang melahirkan secara caesar. Ini karena korset mampu menjaga perut yang kendur setelah melahirkan agar tidak bergesekan dengan luka jahitan.
  • Merangsang otot perut supaya lebih optimal untuk kembali kencang seperti sedia kala.
  • Meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini karena penggunaan korset mampu membuat tubuh terlihat lebih ramping setelah melahirkan.
  • Membantu rahim menyusut. Sebab, penggunaan korset dapat memberikan tekanan ringan di area perut.
  • Membantu menstabilkan dasar panggul setelah melahirkan.

Di balik manfaat yang ditawarkan, penggunaan korset setelah melahirkan ternyata juga bisa mendatangkan efek samping merugikan. Beberapa di antaranya ialah:

  • Iritasi kulit, khususnya jika digunakan secara terus-menerus atau terlalu ketat.
  • Memperlebar jahitan vagina pada ibu yang melahirkan normal. Hal ini bisa terjadi jika posisi korset tidak tepat sehingga menghambat aliran darah di perut.
  • Kandung kemih menjadi turun, khususnya bila korset digunakan terlalu kencang dan terus-menerus.
1 of 2

Tips menggunakan korset dengan tepat

Tertarik menggunakan korset setelah melahirkan namun khawatir akan kemungkinan efek samping? Tak perlu khawatir berlebihan. Supaya tindakan tersebut hanya memberikan manfaat, berikut hal-hal yang wajib Anda perhatikan:

  • Kualitas korset. Pastikan jenis korset yang dipilih mudah menyerap keringat, terbuat dari kain berbahan lembut dan elastis.
  • Gunakan sesuai ukuran tubuh. Pilih ukuran korset yang sesuai dengan ukuran tubuh, tidak terlalu besar atau terlalu kecil.
  • Jaga kebersihan korset. Cuci korset Anda secara teratur agar terhindar dari penumpukan bakteri dan kuman, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
  • Jangan terlalu sempit. Pastikan Anda tidak menarik terlalu kuat, agar ikatan yang dihasilkan korset tidak terlalu sempit.
  • Konsultasikan ke dokter atau bidan. Tindakan ini untuk memastikan bahwa kondisi Anda benar-benar aman untuk menggunakan korset setelah melahirkan.

Supaya efektivitas korset dalam mengembalikan kondisi perut setelah melahirkan bisa lebih optimal, kombinasikan penggunaan benda tersebut dengan melakukan:

  • Olahraga khusus mengecilkan perut, seperti sit up atau plank secara rutin.
  • Jaga berat badan dengan pola makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Iringi dengan makan sayur dan buah sebanyak 3–5 porsi setiap hari.
  • Berikan ASI eksklusif pada bayi secara rutin. Faktanya, menyusui dapat membantu rahim berkontraksi dan mengecil secara alami. Selain itu, menyusui juga dapat membantu membakar hingga 500 kilokalori per hari.

Ingatlah selalu bahwa tubuh gemuk dan perut buncit setelah melahirkan adalah hal yang normal. Anda tidak perlu buru-buru untuk mengembalikannya seperti sedia kala, baik dengan penggunaan korset atau metode lainnya. Karena yang paling penting adalah kesehatan Anda dan si buah hati yang baru saja lahir.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓