Awas, Perut Buncit Bisa Akibat dari 6 Kebiasaan Ini!

Oleh Hotnida Novita Sary pada 13 May 2019, 15:20 WIB
Perut buncit ternyata bisa diakibatkan oleh kebiasaan sehari-hari yang tidak Anda sadari. Apa saja kebiasaan itu?
Awas, Perut Buncit Bisa Akibat dari 6 Kebiasaaan Ini! (Odua-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perut buncit menjadi masalah bukan hanya karena akan membuat penampilan Anda terlihat buruk. Bertumpuknya lemak di bagian perut juga kerap dikaitkan dengan munculnya beragam penyakit. Terkait hal ini, dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter pun memberikan penjelasan.

Menurutnya, perut buncit dapat menyebabkan beragam risiko kesehatan, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta kanker.

“Cara paling mudah untuk mengetahui perut Anda tergolong buncit atau tidak adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Lingkar pinggang normal pada wanita ialah di bawah 80 cm dan pada pria di bawah 90 cm,” kata dr. Fiona. 

Lingkar pinggang di atas batasan ini, menurut dr. Fiona, dianggap berisiko mengalami gangguan-gangguan kesehatan di atas.

Kebiasaan penyebab perut buncit

Memiliki perut buncit jelas bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Namun, tanpa Anda sadari, sejumlah kebiasaan turut berkontribusi pada semakin bertambahnya lingkar pinggang Anda. Apa saja kebiasaan itu?

Berikut beragam kebiasaan yang menjadi penyebab makin bertambahnya lemak perut Anda, seperti dilansir dari Reader’s Digest.

1. Makan di depan televisi

Menurut Harvard Health Blog, makan di depan televisi atau bekerja di meja kerja Anda, dapat membuat Anda makan lebih banyak. Anda cenderung tidak sadar seberapa banyak makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh saat makan penuh dengan distraksi.

Sebaliknya, menurut sebuah studi di American Journal of Clinical Nutrition, makan dengan memperlambat dan menikmati hidangan bisa membantu Anda makan lebih sedikit.

2. Kecanduan ngemil

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunadi, BMedSc Hons dari KlikDokter, ngemil adalah kegiatan mengonsumsi makanan dan minuman di luar waktu makan besar. Meski ngemil tidak selalu buruk, banyak orang cenderung lepas kendali saat ngemil.

“Beberapa orang bahkan memperlakukan tubuh mereka seperti tong sampah. Ini benar-benar dapat berkontribusi pada lemak perut,” kata dr. Rasa Kazlauskaite, MD, seorang ahli endokrin di Rush University Prevention Center, Chicago, AS.

Dia menyarankan untuk menghindari makanan tinggi kalori di sekitar Anda saat sedang bekerja atau sedang belajar.

1 of 2

Selanjutnya

3. Tidak merencanakan makan

Beberapa orang cenderung makan ketika ingin, tanpa direncanakan terlebih dahulu. "Ketika Anda tidak merencanakan apa yang akan Anda makan dan kapan, Anda akhirnya memakan apa pun yang tersedia. Tapi ketika Anda merencanakan makan, Anda dapat membuat pilihan yang lebih baik," kata dr. Kazlauskaite.

Rencanakan apa yang akan Anda makan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam pada hari sebelumnya. Jika Anda punya waktu, gunakan waktu akhir pekan untuk berbelanja bahan makanan selama seminggu atau menyiapkan makanan yang bisa Anda simpan di lemari es.

4. Penggemar makanan yang digoreng

Jika Anda tidak bisa menjauh dari keripik kentang atau kentang goreng, bersiaplah dengan pertambahan pinggang Anda. Makanan yang digoreng diisi dengan jenis lemak terburuk, lemak trans, yang memicu kenaikan berat badan di sekitar perut. Saat makan makanan yang digoreng, jangan lupa untuk menambahkan banyak sayuran.

“Lemak masuk dengan cepat ke aliran darah. Sayuran membantu pencernaan dan metabolisme karena mengandung vitamin dan antioksidan yang membantu membersihkan bahan-bahan buruk yang dicerna, ” kata Dr. Kazlauskaite.

5. Tidak suka sayur

Jika setengah piring Anda tidak diisi dengan sayuran, kenaikan berat badan harus Anda terima. Kazlauskaite menyarankan untuk memulai makan terbesar Anda hari ini dengan bantuan sayuran yang kaya serat. Sisakan sedikit ruang untuk makanan lain yang tidak sehat.

6. Pencinta minuman soda

Minumlah sekaleng soda setiap hari dan lihatlah kenaikan berat badan signifikan pada Anda. Ya, minuman bersoda sudah terbukti terkait erat dengan obesitas. Satu kaleng soda sama dengan 10 sendok teh gula dan memiliki 150 kalori. Selain gula, nyaris Anda tidak akan mendapatkan nutrisi apa pun dari minuman bersoda.

Kebiasaan-kebiasaan di atas terlihat sepele, tapi berhasil mengakibatkan perut buncit. Untuk mencegah terus bertambahnya lemak perut, seperti disarankan dr. Fiona, Anda dapat berolahraga secara rutin, memilih sarapan tinggi protein, hindari minuman bergula, perbanyak sayuran, dan banyak minum air putih. Yuk gantikan kebiasaan buruk pemicu munculnya perut buncit dengan kebiasaan yang lebih sehat!

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓