4 Hal Ini Bikin Kalender Masa Subur Tidak Efektif

Oleh dr. Andika Widyatama pada 13 May 2019, 16:40 WIB
Impian untuk hamil bisa sirna seketika jika kalender masa subur yang Anda jadikan patokan diselimuti oleh adanya hal-hal ini.
4 Hal Ini Bikin Kalender Masa Subur Tidak Efektif (cdstocks/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kalender masa subur, biasa dimanfaatkan pasangan suami istri  untuk menentukan masa paling subur mereka. Cara ini bisa memudahkan untuk mencapai kehamilan.

Faktanya, cara ini terbukti dapat dijadikan acuan untuk mengetahui terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur pada wanita. Pada masa ini, bila pasangan suami istri melakukan hubungan seksual, kemungkinan terjadinya pembuahan yang berujung pada kehamilan menjadi lebih tinggi.

Perlu diketahui, ketika masa subur, sel telur wanita akan dikeluarkan dari indung telur (ovarium) sebanyak satu kali. Sel telur yang telah keluar itu dapat bertahan hidup selama 12–24 jam. Apabila selama durasi sel telur mampu bertemu dengan sel sperma, kehamilan sangat mungkin terjadi.

Untuk menghitung kalender masa subur, diperlukan informasi mengenai berapa lama siklus haid Anda berlangsung setiap bulan. Ini dihitung mulai dari hari pertama haid hingga satu hari sebelum haid berikutnya. Normalnya, siklus haid berlangsung selama 28–35 hari. Kemudian, hari ovulasi akan terjadi pada 14 hari sebelum siklus haid berikutnya.

Misalnya, selama 6 bulan siklus haid paling pendek yang pernah alami adalah 29 hari, sedangkan siklus haid paling panjang adalah 30 hari. Jadi, awal masa subur Anda adalah 28-18=10, sementara akhir masa subur Anda adalah 30-11=19. Ini artinya, masa subur Anda di bulan berikutnya adalah hari ke-10 hingga ke-19 dari siklus haid.

Tetap bisa gagal

Meski sudah berpatokan pada kalender masa subur, ada kalanya kehamilan masih sulit terjadi. Keadaan ini bisa terjadi akibat hal-hal sebagai berikut:

1. Siklus haid tidak teratur

Penentuan kalender masa subur akan akurat bila selama 3–6 bulan siklus haid wanita berlangsung secara teratur. Jika tidak, tentu saja untuk menghitung masa subur menjadi lebih sulit dan kurang efektif.

2. Kondisi medis tertentu

Ada kalanya perdarahan yang keluar dari vagina bukan merupakan darah haid. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, baik yang berhubungan langsung dengan sistem reproduksi wanita ataupun tidak. Salah mengartikan darah yang keluar dari vagina bisa memengaruhi efektivitas penghitungan kalender masa subur.

3. Gangguan mood

Mood yang baik adalah modal awal suksesnya hubungan seksual yang berbuah kehamilan. Oleh karena itu, ketika masa subur datang namun mood Anda dan pasangan sedang terganggu gara-gara satu dan lain hal, hubungan seksual tidak akan berlangsung harmonis sehingga kemungkinan hamil juga kecil.

4. Salah hitung

Salah hitung perjalanan satu siklus haid dapat membuat kalender masa subur tidak efektif. Oleh karena itu, pastikan Anda menghitung siklus haid dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya berpatokan pada mulai atau berhentinya darah yang keluar dari vagina.

Terlepas dari ada atau tidaknya masalah di atas, Anda dan pasangan yang belum berhasil hamil meski sudah merujuk pada kalender masa subur sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Pada prinsipnya, untuk meningkatkan keberhasilan kehamilan, kalender masa subur tidaklah cukup tanpa adanya faktor-faktor pendukung dari sisi pria maupun wanita.

(NB/ RVS)

Pratama HandikaPratama Handika

lalu bagai mana kalau masa hait 24 hari itu masa subur nya yang hari ke berapa .misal tgal 1 hait awalan berak hir nya tgl 3 tru tgl 25 itu hait lagi awalan itu masa subur yg hari ke berapa