Muncul Sariawan di Kelamin, Ini 4 Penyebabnya

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 14 May 2019, 14:00 WIB
Ya, sariawan juga bisa muncul di kelamin. Adapun penyebabnya adalah empat hal ini!
Muncul Sariawan di Kelamin, Ini 4 Penyebabnya (Sargis Zubov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kalau mendengar kata sariawan, kebanyakan orang berpikir bahwa kemunculannya pasti di dalam rongga mulut. Tak salah, tetapi sariawan juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, seperti di alat kelamin. Ada banyak sekali faktor risiko dan penyebab mengapa sariawan menyambangi alat kelamin.

Masalah pada alat kelamin, baik pada pria maupun wanita dianggap sebagai hal yang sensitif. Di Indonesia, penyakit kelamin selalu dihubungkan dengan penyakit akibat hubungan seksual (sexually transmitted disease atau STD). Padahal, tidak semua masalah di alat kelamin disebabkan oleh infeksi seksual.

Berdasarkan epidemiologi secara global, penyakit kelamin, terutama yang memberikan gejala seperti sariawan, terjadi lebih dari 20 juta kasus. Paling banyak menyerang pria dan wanita dalam rentang usia 14-49 tahun.

Penyebab sariawan di alat kelamin

Sebenarnya ada banyak keluhan gangguan kesehatan  pada alat kelamin. Namun, yang paling sering membuat seseorang berobat ke fasilitas kesehatan adalah sariawan di sekitar alat kelamin, yang bisa disertai nyeri dan sensasi terbakar.

Berikut ini beberapa penyebab yang sering mendasari hadirnya sariawan di sekitar alat kelamin.

  1. Herpes genitalis

Herpes genitalis disebabkan oleh infeksi herpes simplex virus type 2 (HSV- tipe 2). Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh HSV tipe 1, tetapi tipe ini biasanya dikaitkan dengan kontak seksual oral. Sedangkan penularan virus HSV tipe 2, asalnya dari kontak seksual genital langsung.

Awalnya, herpes genitalis akan memunculkan lesi seperti sariawan yang berjumlah lebih dari satu dan dirasakan sangat nyeri, meski pada beberapa kasus nyeri bisa saja tidak terjadi.

Letak sariawan ini cukup khas, yaitu di sekitar labia vagina, di sekitar foreskin penis, maupun di sekitar anus.

Sebelum lesi sariawan tersebut muncul, pada beberapa kasus dalam 48 jam dilaporkan keluhan seperti demam, nyeri yang tidak jelas di sekitar kelamin yang menjalar hingga area paha dan pantat.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit sistemik yang disebabkan oleh infeksi spirochaeta, Treponema pallidum. Secara garis besar, ada dua kategori besar sifilis, yaitu kongenital (ditularkan dari ibu ke janin di dalam rahim) dan sifilis yang didapat akibat penularan dari hubungan seksual, jarum suntik, maupun produk darah yang tercemar.

Pada sifilis, terdapat beberapa fase perjalanan penyakit. Sedangkan sariawan di kelamin merupakan fase awal (primer) dari infeksi tersebut.

Yang membedakannya dengan penyakit lain, sariawan yang muncul jumlahnya 1 atau soliter, tidak disertai nyeri, dan disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar selangkangan.

Fase primer tersebut dapat bertahan hingga 3 minggu. Selanjutnya adalah fase sekunder, akan muncul tanda dan gejala yang lebih kompleks. Kondisi tersebut seperti kelainan kulit di telapak tangan dan kaki, mukosa, gangguan penglihatan, hingga infeksi di sistem saraf pusat.

  1. Chancroid

Chancroid (ulkus mole) disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Infeksi ini memiliki tampilan lesi sariawan yang berbentuk tidak bulat, permukaannya datar seperti piring, dasarnya mudah berdarah dan sangat nyeri.

Infeksi chancroid ini mudah ditemukan pada daerah preputium dan frenulum penis pada pria, atau di sekitar vulva vagina pada wanita. Tak jarang, infeksi ini juga disertai munculnya cairan kental dari alat kelamin yang berbau busuk.

  1. Sindrom Behçet

Tak hanya berkaitan dengan infeksi menular seksual, sariawan pada alat kelamin juga bisa terjadi pada kondisi lain seperti sindrom Behçet. Penyakit autoimun ini ditandai dengan munculnya lesi sariawan di mukosa mulut dan kelamin, serta adanya peradangan di daerah uvea mata yang bisa berujung pada kebutaan.

Sindrom ini termasuk langka, prevalensinya hanya 0,12-0,33 kasus dari 100.000 orang. Di negara Asia seperti Jepang, Korea, dan Cina, tercatat 13-20 kasus per 100.000 populasi penduduk.

Selain berhubungan dengan infeksi seksual, munculnya sariawan di kelamin juga bisa terjadi karena penyakit autoimun. Untuk mencegahnya, lindungi diri dengan kondom saat berhubungan seks, setia dengan pasangan, dan periksakan kesehatan apabila muncul keluhan mengganggu di sekitar alat kelamin.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓