Samakah Vaksin Cacar Air dan Cacar Monyet?

Oleh dr. Atika pada 14 May 2019, 09:45 WIB
Cacar monyet yang terdeteksi di Singapura bisakah dicegah dengan vaksin cacar air? Apakah kedua vaksin untuk penyakit itu sama?
Samakah Vaksin Cacar Air dan Cacar Monyet? (REDPIXEL.PL/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cacar monyet atau monkeypox tiba-tiba ditemukan di Singapura. Kedekatan wilayah Indonesia dengan negara tersebut membuat penyakit ini rentan menyebar melalui Batam. Untungnya berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan. Apakah upaya pencegahan ini juga termasuk pemberian vaksin? Samakah vaksin cacar air dengan vaksin cacar monyet?

Cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox dan bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, lesi kulit atau mukosa hewan yang terinfeksi, seperti kera, tikus dan tupai Gambia. Manusia juga bisa terpapar virus tersebut akibat mengonsumsi daging hewan jenis pengerat (tikus) atau primate (kera) yang terinfeksi. 

Penyebaran penyakit ini antar manusia masih terbatas, dan lebih jarang terjadi. Walau begitu, kasus ini tetap harus diwaspadai karena penyakit cacar monyet bisa berakibat lebih fatal dibandingkan cacar air.

Orang yang terkena cacar monyet bisa mengalami gejala awal berupa demam, nyeri kepala, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan badan lemas. Di samping itu, ruam juga akan muncul pada hari pertama hingga ketiga setelah demam. Ruam biasanya bermula di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Area yang paling sering mengalami ruam adalah tangan dan telapak kaki.

Vaksin cacar air untuk cacar monyet

Hingga saat ini belum ada vaksinasi spesifik untuk mencegah cacar monyet. Vaksin cacar yang dikenal luas saat ini ditujukan hanya untuk mencegah penyakit cacar air (chickenpox). Vaksin untuk cacar air tidak akan memberikan proteksi terhadap cacar monyet.

Kendati begitu, para pakar kesehatan menduga bahwa penyakit cacar monyet bisa dicegah dengan vaksin cacar variola. Hal ini disebabkan karena vaksin tersebut dibuat dari virus vaccinia hidup yang memiliki kemiripan dengan virus cacar variola (smallpox).

Vaksin cacar air cukup efektif untuk cacar monyet?

Virus variola masih satu famili dengan virus orthopoxvirus yang memiliki kesamaan dengan virus cacar monyet. Ketika diberikan secara tepat sebelum terpapar penyakit cacar monyet, vaksin cacar variola bisa efektif menangkal penularan hingga 85%. Berdasarkan penelitian, ketika diberikan usai terpapar virus cacar monyet, vaksin tersebut juga masih berguna untuk mencegah penularan atau mengurangi keparahan gejala.

Perlu diketahui, vaksin untuk variola memproteksi dengan cara menstimulasi tubuh membuat imunitas terhadap variola. Jenis vaksin ini tidak berisi virus yang dilemahkan atau komponen virus, melainkan benar-benar virus yang masih hidup. Hanya saja, virus yang digunakan lebih lemah dan tidak berbahaya seperti virus penyebab variola.

Sayangnya, karena kasus cacar variola di Indonesia dan di dunia sudah menghilang, kini vaksin cacar variola tidak lagi diberikan secara rutin. Vaksin cacar variola tidak lagi masuk ke dalam vaksin anjuran pemerintah dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Sampai saat ini, hanya negara-negara di Afrika yang masih menggunakan vaksin cacar variola untuk menangkal cacar monyet.

Akankah suatu waktu vaksin cacar variola kembali harus digunakan di Indonesia untuk menghadapi wabah cacar monyet? Semoga saja tidak, karena semua orang berharap agar penyakit cacar monyet tidak menyebar hingga ke Indonesia dan negara-negara lain di dunia.

(NB/ RVS)