Kiat Menjalani Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 15 May 2019, 11:15 WIB
Agar penderita diabetes dapat menjalani puasa ramadan dengan aman dan nyaman, ikuti kiat-kiat berikut ini.
Kiat Menjalani Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes (Monkey Business Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi orang sehat sekalipun, menahan lapar dan haus selama berjam-jam bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk penderita diabetes yang harus menjaga kestabilan kadar gula darahnya. Padahal menunaikan ibadah puasa Ramadan merupakan salah satu hal dalam Rukun Islam yang wajib dilakukan umat Muslim.

Meski demikian, penderita diabetes tidak perlu berkecil hati. Para diabetesi (penderita diabetes) tetap bisa menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan aman bila direncanakan dengan baik dan benar.

Kiat puasa aman bagi penderita diabetes

Berikut ini adalah kiat-kiat yang penting untuk dilakukan oleh penderita diabetes yang ingin berpuasa:

  1. Konsultasi dahulu dengan dokter

Ini adalah langkah pertama dan utama yang perlu dilakukan, karena tak semua penderita diabetes boleh berpuasa. Anda perlu mendapatkan izin dari dokter jika ingin berpuasa.

Pada umumnya, jika diabetisi memiliki komplikasi tertentu terutama gangguan ginjal, pernah mengalami hipoglikemia (gula darah rendah), atau menggunakan suntikan insulin lebih dari 1 kali sehari, puasa tidak disarankan karena terlalu berisiko bagi kesehatan. Sebaliknya, jika diabetesi aktif secara fisik dan tak memiliki komplikasi yang membahayakan, biasanya dapat berpuasa, tapi tetap dengan pengaturan makan dan obat yang baik.

  1. Cek kadar gula darah sebelum, selama, dan setelah puasa

Masalah yang berpotensi untuk dijumpai pada diabetesi yang berpuasa adalah kadar gula darah yang tidak stabil. Saat puasa berlangsung, gula darah bisa turun drastis. Sebaliknya, saat sahur dan berbuka, gula darah bisa melonjak drastis jika pengaturan makannya tidak baik.

Oleh karena itu, jika dokter mengizinkan berpuasa, Anda perlu melakukan pemantauan kadar gula darah setidaknya pada tiga momen, yaitu saat sahur, di tengah-tengah jam puasa, dan setelah berbuka. Pemantauan ini penting dilakukan di hari awal puasa untuk melihat kestabilan gula darah Anda.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Kenali tanda hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah (di bawah 70 miligram/desiliter) merupakan kondisi paling berbahaya yang harus diwaspadai saat diabetesi berpuasa. Hal ini terutama jika diabetesi menggunakan suntikan insulin atau mengonsumsi obat golongan sulfonil urea seperti glibenclamide dan  glimepirid.

Gejala hipoglikemia biasanya berupa berdebar-debar, gemetaran, pusing, gelisah, hingga pada gangguan kesadaran. Gejala ini perlu diketahui oleh semua diabetesi yang menjalani puasa Ramadan.

Jika gejala awal hipoglikemia terjadi, sebisa mungkin cek gula darah dan jangan memaksakan diri melanjutkan puasa karena dapat membahayakan nyawa. Tindakan awal yang harus dilakukan adalah mengonsumsi air gula (air diberi gula pasir 1-1,5 sendok makan), permen, atau madu.

  1. Merencanakan menu sahur yang tepat

Agar gula darah tak melonjak terlalu tinggi dan rasa kenyang bisa bertahan lebih lama, karbohidrat yang dipilih untuk sahur adalah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, jagung, oat, sayuran, dan buah. Hindari jenis karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan mi karena justru menyebabkan efek yang sebaliknya.

Selain itu, lengkapi sahur dengan protein seperti tahu, tempe, telur, atau ikan. Sebagai contoh, Anda dapat mengonsumsi nasi merah, pepes ikan kembung, tumis kacang panjang, tempe, dan apel sebagai menu sahur.

  1. Memilih kudapan yang indeks glikemiknya rendah untuk buka puasa

Meskipun sangat lapar, hindari makan dalam jumlah besar secara mendadak saat berbuka. Sebaliknya, mulailah dengan mengonsumsi makanan yang manis dalam jumlah kecil.

Salah satu menu berbuka yang populer dan baik untuk diabetesi adalah kurma. Buah ini memiliki rasa manis dengan memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tak membuat lonjakan gula darah yang tinggi.

Setelah mengikuti kiat-kiat di atas, penderita diabetes pun dapat menunaikan ibadah puasa Ramadan secara aman dan nyaman tanpa gangguan diabetes. Namun yang harus selalu diperhatikan, jika di tengah ibadah puasa muncul gejala-gejala yang mengganggu, sebaiknya jangan memaksakan diri.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓