Hindari Sakit Perut, Jangan Asal Simpan Makanan Sisa Buka Puasa

Oleh Ayu Maharani pada 15 May 2019, 11:45 WIB
Agar Anda terhindar dari sakit perut, jangan asal simpan makanan sisa buka puasa! Ikuti tips menyimpan makanan berikut ini.
Hindari Sakit Perut, Jangan Asal Simpan Makanan Sisa Buka Puasa (Siam.Pukkato/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mengalami sakit perut selama menjalankan ibadah puasa? Jika pernah, mungkin ada yang salah dengan cara menyimpan makanan sisa buka puasa di rumah Anda.

Menjelang waktu buka puasa, Anda mungkinsering lapar mata dengan membeli aneka lauk dan takjil yang dijajakan. Saking banyaknya, makanan jadi tersisa. Mau dibuang, rasanya kok sayang. Anda pun menyimpan makanan sisa buka puasa itu agar bisa dikonsumsi kembali.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, daya tahan makanan itu berbeda-beda. Jika Anda tak paham betul bagaimana menyimpannya, makanan akan mudah terkontaminasi bakteri.

“Nah, makanan yang sudah terkontaminasi bakteri akan membusuk. Bila Anda tidak tahu bahwa makanan itu busuk, lalu tetap menyantapnya, Anda bisa mengalami gejala keracunan makanan, seperti sakit perut, muntah, diare, dan demam,” ujar dr. Reza.

Suhu dalam menyimpan makanan juga merupakan faktor yang sangat penting. Pada suhu panas, bakteri akan mati. Sedangkan pada suhu dingin, bakteri tidak mati, tapi berhenti berkembang.

Itulah mengapa, orang-orang selalu menyimpan sisa makanan di dalam kulkas agar makanannya itu tidak berbakteri dan tidak mudah busuk. Ketika hendak dimakan lagi, makanan sisa buka puasa yang disimpan di dalam kulkas tinggal dipanaskan kembali.

Tips menyimpan makanan sisa buka puasa

Tentu saja cara menyimpan makanan sisa bukan cuma itu. Ada banyak cara lain yang mesti Anda perhatikan, jika ingin makanan sisa buka puasa tetap aman dimakan.

Di bawah ini, cara menyimpan makanan sisa dibagi menjadi dua jenis berdasarkan jenis makanannya, yaitu makanan mentah dan makanan matang.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Cara menyimpan makanan mentah sisa buka puasa

    Setelah memasak, biasanya ada daging atau sayur yang sisa. Berikut ini cara penyimpanannya:

    • Cuci bersih lagi daging atau sayur yang tersisa sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Menurut dr. Reza makanan yang dicuci bersih sebelum disimpan dalam kulkas akan bertahan jauh lama ketimbang tidak dicuci bersih.
    • Pahami dulu, apakah Anda mau menyimpannya kembali di dalam freezer atau kulkas? Bila Anda ingin menyimpannya dalam kulkas, bahan mentah sisa, seperti daging biasanya hanya bertahan sampai 2 hari. Namun bila Anda ingin menyimpannya di dalam freezer, daging tersebut bisa bertahan hingga 6 bulan.
  1. Cara menyimpan makanan matang sisa buka puasa

    Lain halnya bila yang ingin Anda simpan adalah makanan matang. Ada cara khusus untuk menyimpan dan menghangatkannya kembali.

    • Simpan dalam wadah yang tertutup rapat. Hal ini dilakukan agar tidak ada kuman yang mengontaminasi makanan selama penyimpanan. Bila tidak ada wadah kedap udara, letakkan di piring atau mangkok, lalu tutup dengan plastic wrap.
    • Jangan simpan sisa makanan yang banyak dalam satu wadah besar sekaligus karena diperlukan waktu yang lebih lama untuk mendinginkannya. Pisahkan dalam beberapa wadah agar cepat dingin.
    • Lebih baik simpan makanan sisa paling lambat 2 jam setelah dimasak. Jika makanan yang hendak Anda simpan sudah berada dalam suhu ruang lebih dari 2 jam, sebaiknya dipanaskan terlebih dulu (suhu 70 derajat Celsius). Barulah setelah itu disimpan dalam kulkas.
    • Kapan Anda ingin mengonsumsinya kembali? Jika dalam waktu dekat, simpan dalam kulkas. Jika masih lama (lebih dari 3 hari kemudian), simpan di freezer.
    • Sebisa mungkin gunakan wadah kaca. Jika tidak ada. Pastikan wadah plastik Anda bebas BPA agar tidak meracuni makanan.
    • Sebelum makanan sisa buka puasa (yang telah disimpan) dimakan kembali, panaskan terlebih dulu selama 2 menit dengan suhu 70 derajat Celsius. Jika masih dalam keadaan beku, cairkan dulu dengan cara merendam wadah penyimpanannya dengan air hangat.

Menyimpan makanan sisa buka puasa memang sering kali tidak terhindarkan. Namun lakukan dengan cara yang disarankan di atas, untuk menghindari makanan basi dan menyebabkan sakit perut.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓