Aturan Puasa yang Aman bagi Kesehatan Ibu Hamil

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 16 May 2019, 08:15 WIB
Anda sedang hamil tapi tetap ingin menjalankan ibadah puasa? Simak aturan puasa yang aman untuk ibu hamil di artikel ini.
Aturan Puasa yang Aman bagi Kesehatan Ibu Hamil (Motortion Films/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selama satu bulan, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Ibadah puasa membutuhkan kondisi yang fit karena selama sekitar 13 jam tubuh tidak akan mendapatkan asupan apa pun. Meski begitu, beberapa ibu hamil tetap ingin menunaikan ibadah puasa Ramadan. Lantas, bagaimana menyiasati agar puasa tetap aman untuk ibu hamil?

Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang tidak sedikit untuk memastikan agar janin dalam kandungan tetap sehat dan bertumbuh dengan normal. Oleh karena itu, hukum Islam memang mengizinkan wanita hamil untuk tidak berpuasa. Para wanita dapat mengganti puasa ketika sudah melahirkan, atau melakukan sedekah sebagai gantinya.

Ibu hamil boleh berpuasa

Hal penting sebelum Anda memutuskan berpuasa adalah memastikan diri dan janin dalam keadaan sehat dan kuat. Selain itu, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum berpuasa. Apabila ibu dan janin sehat serta tidak ada penyakit, dokter biasanya akan memberikan “lampu hijau” untuk Anda.

Selain kesehatan ibu dan janin, dokter biasanya juga akan mempertimbangkan usia kehamilan. Dokter akan lebih leluasa memberi lampu hijau untuk berpuasa apabila Anda sudah berada di kehamilan trimester dua dan tiga. Biasanya, di kehamilan trimester satu kondisi ibu masih belum terlalu stabil.

Banyak ibu hamil yang mengalami mual muntah, tidak nafsu makan, bahkan mengalami penurunan berat badan. Apabila ibu hamil tetap berpuasa dalam kondisi tersebut, dikhawatirkan akan membahayakan kondisi janin.

Makanan ibu hamil

Selama berpuasa, pastikan ibu hamil selalu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi lengkap dan seimbang. Ibu hamil setidaknya memerlukan 2.500 kalori dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 20 persen lemak.

Kebutuhan karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, mi, kentang, bihun, dan jagung. Protein dapat diperoleh dari hewani (daging, ayam, ikan, telur) dan nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan), lemak sehat dari daging, ikan, kacang-kacangan, serta vitamin mineral dari sayur dan buah.

Kurangi asupan makanan dan minuman yang manis, makanan yang digoreng, dan makanan yang berkalori kosong (hanya kalori dan miskin nutrisi), seperti mi instan, keripik, dan jajanan gorengan lainnya.

Jangan lupa untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan harian agar terhindar dari dehidrasi. Minumlah air setidaknya 8 gelas sehari. Dehidrasi pada wanita hamil dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kurangnya cairan ketuban, persalinan prematur, hingga cacat janin.

Ibu hamil perlu berhati-hati

Berpuasa memang dapat berisiko bagi wanita hamil. Hasil penelitian terkait hal ini pun masih pro dan kontra.

Ada penelitian yang menemukan bahwa tidak ada perbedaan kesehatan antara bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa dan tidak. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa ibu yang berpuasa sejak trimester 1 berisiko 1,5 kali memiliki bayi dengan berat badan kurang.

Yang harus Anda ingat, kemampuan berpuasa dan kondisi kesehatan tiap ibu hamil berbeda-beda. Anda-lah yang bisa mengukur sendiri kemampuan untuk berpuasa.

Apabila ibu hamil mengalami gejala seperti berat badan tidak bertambah (bahkan cenderung menurun), mengalami gejala dehidrasi (sangat haus, jarang buang air kecil, urine berwarna cokelat gelap), mual muntah, diare, pusing, dan rasa ingin pingsan, sebaiknya berkonsultasi lagi kepada dokter apakah Anda dapat berpuasa atau tidak.

Ibu hamil memang diperbolehkan puasa. Akan tetapi, Anda harus tetap mematuhi aturan-aturan di atas supaya kesehatan ibu dan bayi tetap aman. Pantau selalu kondisi Anda selama berpuasa. Bila Anda mengalami gejala-gejala seperti ingin pingsan, muntah, diare, dan penurunan berat badan, segeralah berbuka. Ingat, kondisi Anda dan bayi adalah yang terpenting.

[HNS/ RVS]