Alergi vs Intoleransi Makanan, Ini Bedanya

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 16 May 2019, 10:00 WIB
Banyak yang tidak bisa membedakan alergi dengan intoleransi makanan. Berikut ini perbedaan keduanya yang wajib Anda ketahui.
Alergi vs Intoleransi Makanan, Ini Bedanya (Albina Glisic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Alergi dan intoleransi makanan, masih banyak orang mengira bahwa keduanya adalah hal yang sama. Padahal, keduanya sangat berbeda.

Alergi adalah bagian dari reaksi simpang makanan yang didasari oleh proses imunologis. Reaksi simpang yang dimaksud adalah reaksi yang tidak diinginkan tubuh akibat adanya zat tertentu dari makanan yang masuk.

Sedangkan intoleransi makanan adalah reaksi simpang terhadap makanan, namun tidak didasari oleh proses imunologis. 

Berdasarkan prevalensinya, kejadian alergi makanan cukup bervariasi di tiap negara, sekitar 2-3 persen, dan paling banyak terjadi pada anak usia di bawah 3 tahun.

Biasanya, alergi makanan yang dimiliki seseorang dipengaruhi adanya riwayat alergi atau atopik pada keluarga. Sedangkan intoleransi makanan biasanya dipengaruhi faktor risiko stres psikologis atau memang ada masalah pada sistem saluran pencernaan.

Sekilas tentang alergi makanan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, alergi makanan terjadi akibat adanya reaksi berlebihan pada tubuh yang melibatkan sistem imun. Sistem imun tersebut dapat mengenali bahan makanan yang dikonsumsi dengan cara sensitisasi melalui saluran pencernaan dan pernapasan (inhalasi).

Beberapa bahan makanan yang paling sering menjadi penyebab alergi pada anak antara lain adalah kacang, cokelat, produk laut (ikan, udang, cumi), dan telur.

Karena melibatkan sistem imun, maka tanda dan gejala yang muncul biasanya dapat mengancam nyawa seseorang atau sering disebut dengan reaksi anafilatik. Tanda dan gejala akibat alergi makanan dapat muncul segera setelah mengonsumsi makanan, tapi terkadang juga membutuhkan waktu hingga beberapa jam.

Tanda dan gejala setiap orang pun bisa berbeda-beda, seperti:

  • Muncul kemerahan dan gatal–gatal di seluruh tubuh atau bagian tubuh tertentu.
  • Bengkak di sekitar mulut, mata, atau wajah.
  • Hidung berair.
  • Muncul bentol–bentol atau urtikaria di kulit.
  • Kesulitan bernapas, muncul bunyi mengi pada saat bernapas.
  • Masalah pencernaan seperti diare, mual, dan muntah.
  • Pada anak–anak banyak menyebabkan gangguan pertumbuhan.
  • Penurunan kesadaran pada kondisi alergi yang berat.
1 of 2

Pahami juga tentang intoleransi makanan

Berbeda dengan alergi, intoleransi makanan tidak ada hubungannya sama sekali dengan sistem imun. Intoleransi makanan lebih berhubungan pada rasa tidak nyaman yang terjadi akibat adanya reaksi kimiawi pada sistem pencernaan.

Bentuk intoleransi yang sering terjadi adalah intoleransi laktosa. Intoleransi ini sering terjadi, baik pada anak–anak maupun orang dewasa.

Intoleransi laktosa terjadi karena tidak terhidrolis atau tidak tercernanya laktosa secara sempurna di dalam usus halus akibat berkurangnya enzim laktase di dalam tubuh. Biasanya, seseorang  yang mengalaminya akan sering merasakan perut kembung, sering buang gas, nyeri perut, hingga diare apabila mengonsumsi produk yang mengandung laktosa seperti susu.

Cara termudah untuk mengetahui apakah Anda mengalami alergi atau intoleransi makanan tentu dengan melakukan uji alergi. Apabila didapatkan ada reaksi positif pada uji alergi, maka Anda memiliki suatu alergi. Sedangkan apabila tidak ada reaksi positif, kemungkinan itu adalah bentuk suatu intoleransi.

Meski alergi dan intoleransi merupakan hal yang berbeda, tetapi keduanya masih memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tidak bisa disembuhkan. Namun, keduanya tetap bisa dikontrol dengan cara menjauhi pencetusnya untuk alergi makanan, serta mengurangi atau membatasi konsumsi bahan makanan tertentu untuk intoleransi makanan.

Apabila Anda masih ragu apakah alergi atau intoleransi yang terjadi pada diri Anda, ada baiknya langsung berkonsultasi dengan dokter agar bisa segera mendapat penanganan yang tepat. Semakin cepat mengetahuinya, Anda juga dapat segera melakukan pencegahan dan pemilihan bahan makanan yang sesuai.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓