Mengenal Seitan, Daging bagi Para Vegetarian

Oleh Novita Permatasari pada 16 May 2019, 13:00 WIB
Daging imitasi berbahan nabati, Seitan, membuktikan bahwa jadi vegetarian juga masih bisa makan daging. Yuk kenali “daging tiruan” ini.
Mengenal Seitan, Daging bagi Para Vegetarian (Romualdo Crissi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang baru memulai menjadi vegetarian, tentu terkadang ada rasa ingin mencicipi kembali nikmatnya daging. Eiits, … jangan sia-siakan usaha yang sudah Anda bangun. Untuk menikmati daging, Anda bisa mengonsumsi seitan, yang rasa dan teksturnya mirip dengan daging.

Seitan pada dasarnya terbuat dari protein gandum. Rasanya yang hambar dan teksturnya yang kenyal, dianggap dapat menggantikan konsumsi daging. Kandungannya yang rendah karbohidrat dan sedikit lemak pun menjadikan seitan aman dikonsumsi bagi Anda yang tengah menjalankan program diet.

Seitan dan manfaatnya bagi kesehatan

Di China, seitan telah lama dikonsumsi oleh para biksu, dan biasa digunakan dalam masakan vegetarian Asia. Bahkan, bahan makanan ini diimpor ke Amerika Serikat pada akhir 1960-an. Menariknya lagi, seitan dapat dibuat sesuai selera, mulai dari sosis, nugget, atau sebagian besar produk daging lainnya.

Dilihat dari segi nutrisi, Verywellfit.com menyebutkan bahwa seitan merupakan sumber protein yang amat baik. Dalam satu ons seitan (sekitar ¼ cangkir) mengandung 23 gram protein, yang merupakan hampir setengah dari kebutuhan protein harian Anda.

Selain itu, dalam takaran tersebut, seitan juga mengandung sekitar 120 kalori total, dengan hanya 4 gram karbohidrat, 1 gram serat, dan ½ gram lemak.

Soal kandungan mineral, jangan khawatir. Karena seitan juga mengandung selenium, kalsium, tembaga dan fosfor. Berbagai mineral tersebut dapat mendukung daya tahan tubuh Anda selama beraktivitas.

Mengenai hal ini, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter memberikan pemaparan bahwa kandungan zat di dalam seitan memang mirip dengan daging, sehingga cocok dijadikan pengganti.

“Komposisi senyawa dalam gluten yang merupakan bahan utama seitan ini mirip dengan yang terdapat pada protein hewani. Selain itu, dalam satu porsi sajian, kandungan protein seitan mencakup 70 persen kebutuhan protein bagi tubuh. Jadi, pantas saja bila seitan ini menjadi pengganti daging,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Sepri juga menjelaskan bahwa kandungan mikronutrien di dalam seitan seperti zat besi dan asam folat juga sama dengan yang terdapat pada produk daging. Bagi Anda yang tidak mengonsumsi daging dan minum susu, seitan sangat baik untuk  Anda konsumsi.

Meski termasuk dalam golongan makanan olahan, seitan bisa disebut sebagai “daging” rendah lemak. Itu sebabnya bahan makanan ini cukup sukses membantu para pelaku diet untuk benar-benar meninggalkan asupan daging.

1 of 2

Tidak semua orang bisa makan seitan

Walaupun termasuk makanan sehat, sayangnya beberapa orang tidak diperbolehkan mengonsumsi seitan. Yang dimaksud di sini adalah orang-orang dengan masalah kesehatan sebagai berikut:

  1. Alergi gandum

Seitan merupakan protein dari gandum murni. Jadi, jika Anda alergi terhadap gandum, sebaiknya tidak mencoba seitan atau hidangan apa pun yang menggunakannya sebagai bahan masakan.

  1. Penyakit celiac

Orang yang memiliki penyakit celiac bisa mengalami reaksi negatif terhadap sistem kekebalan tubuhnya ketika mengonsumsi seitan. Oleh sebab itu, sebaiknya penderita celiac memilih sumber protein lain yang bebas gluten.

  1. Tidak mengidap penyakit celiac, namun sensitif terhadap gandum

Meskipun belum pasti, mereka yang mengalami reaksi negatif terhadap makanan atau produk yang mengandung gandum harus menghindari konsumsi seitan. Dengan demikian, hal buruk menjadi lebih terhindarkan.

Selain ketiga kondisi di atas, orang dengan sindrom iritasi usus besar juga perlu memperhatikan reaksi tubuh yang muncul setelah mengonsumsi seitan, meskipun tidak ada larangan bagi golongan tersebut.

Sebab, dilansir dari Verywellfit.com, sebuah penelitian mengatakan bahwa gluten gandum dapat meningkatkan risiko masalah pada usus, yang rentan mengarah pada sindrom usus bocor.

Jadi, bila Anda mengalami perut kembung, diare, atau muncul gangguan pencernaan lainnya setelah makan seitan, hentikan konsumsi bahan makanan pengganti daging ini.

“Bila masalah pencernaan muncul setelah mengonsumsi seitan, Anda bisa menggantinya dengan jamur dan kacang-kacangan,” tambah dr. Sepri.

Jadi, seitan memang pantas bila disebut sebagai daging para vegetarian. Karena ternyata, kandungan nutrisi di dalamnya pun mirip. Bagaimana, Anda tertarik mencoba mengonsumsi seitan?

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓