Posisi Seks dan Cepat Hamil, Benarkah Ada Pengaruhnya?

Oleh Krishna Mahendra Sudarmo pada 17 May 2019, 10:00 WIB
Banyak yang percaya jika posisi seks tertentu dapat membuat lebih cepat hamil. Namun, benarkah secara medis ada pengaruhnya?
Posisi Seks dan Cepat Hamil, Benarkah Ada Pengaruhnya? (Silverkblackstock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pasangan suami-istri yang baru menikah biasanya ingin segera punya anak. Berbagai cara pun rela ditempuh untuk mencapainya, mulai dari konsultasi ke dokter, hingga menjalani mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah melakukan hubungan seks dengan posisi tertentu.

Di satu sisi, melakukan hubungan seks dengan posisi yang variatif memang bisa memberikan dampak yang sangat positif pada keharmonisan rumah tangga. Namun, apakah secara medis posisi seks tertentu memang dapat mempercepat terjadinya kehamilan?

Posisi-posisi seks yang diduga dapat mempercepat kehamilan

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan kaitan antara posisi saat berhubungan seks dengan terjadinya kehamilan atau dapat mempercepat proses kehamilan.

Memang ada beberapa posisi hubungan seks yang dianggap sebagai posisi terbaik apabila Anda ingin cepat hamil. Posisi-posisi tersebut diduga dapat memudahkan perjalanan sperma melewati rahim untuk mencapai sel telur. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Misionaris

Posisi misionaris (laki-laki di atas) dipercaya secara luas sebagai posisi seks terbaik untuk mendapatkan kehamilan. Hasil MRI (Magnetic Resonance Imaging) menunjukkan bahwa posisi ini dapat membuat ujung penis tepat bersinggungan dengan bagian depan mulut rahim.

Selain itu, si istri bisa mendapatkan sperma yang lebih banyak akibat penetrasi yang lebih dalam dan intens berkat bantuan gaya gravitasi. Sejumlah penelitian seputar inseminasi intrauterine (IUI) juga menemukan bahwa menjaga posisi tubuh tetap horizontal setelah proses inseminasi dapat meningkatkan peluang kehamilan.

  1. Doggy style

Seperti posisi misionaris, doggy style (perempuan dan laki-laki berlutut kemudian penetrasi dilakukan dari belakang) juga dipercaya dapat memberikan penetrasi yang dalam. Hasil MRI menunjukkan bahwa posisi ini dapat membuat ujung penis bersinggungan langsung dengan bagian belakang mulut rahim.

  1. Woman-on-top

Secara teori, posisi woman-on-top (perempuan di atas) justru melawan gaya gravitasi, sehingga dipercaya akan memperlambat laju sperma untuk mencapai sel telur. Namun, beberapa ahli menyebut bahwa hal tersebut tidak akan menjadi masalah karena pada dasarnya sperma adalah perenang yang sangat cepat.

Di sisi lain, untuk beberapa perempuan, woman-on-top adalah posisi yang paling nyaman dan menggairahkan. Nah, menurut seorang dokter kandungan asal Los Angeles, Allison Hill, posisi terbaik untuk memungkinkan terjadinya pembuahan adalah yang paling nyaman untuk perempuan. 

1 of 3

Apakah orgasme turut menentukan kehamilan?

Penjelasan bagian woman-on-top di atas kemudian melahirkan mitos lain berkaitan dengan mempercepat terjadinya kehamilan. Apakah orgasme pada perempuan dapat turut menentukannya?

Menurut dr. Melyarna, hingga kini belum ada bukti atau penelitian yang dapat menjelaskannya. Munculnya anggapan tersebut diduga karena orgasme akan menyebabkan terjadinya kontraksi rahim yang mempercepat perjalanan sperma menuju sel telur.

Orgasme memang hal yang sangat penting untuk didapat setiap perempuan saat berhubungan seks, terkadang hal itu pun turut dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Namun, menurut penelitian Levin, tidak benar jika orgasme pada perempuan dapat mempercepat proses kehamilan.

Meski perempuan tidak mengalami orgasme, kontraksi uterus yang membantu sperma untuk mencapai sel telur telah terjadi, sehingga perjalanan sperma tersebut tidak terpengaruh. Hal yang sudah pasti menentukan terjadinya pembuahan adalah sperma sehat yang memiliki bentuk, gerakan, dan jumlah yang normal.

2 of 3

Gunakan kalender masa subur

Selain posisi seks, sebenarnya ada cara lain yang lebih pasti dapat membantu Anda cepat mendapat kehamilan, yaitu dengan menghitung kalender masa subur.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, saat masa subur, perempuan mengalami ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari ovarium menuju tuba falopi, yang merupakan tempat bertemunya dengan sel sperma. Jika pasangan suami-istri melakukan hubungan seks di masa ovulasi tersebut, maka sel sperma akan bertemu dengan sel telur dan kemungkinan hamil akan tinggi.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pasangan yang menantikan kehamilan untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur tersebut. Jika haid Anda teratur, maka perhitungan adalah sebagai berikut:

  • Hari terakhir haid disebut sebagai hari pertama.
  • Dengan berpatokan pada durasi paruh kedua yang selalu 14 hari, maka wanita dengan sikus haid rata-rata 28 hari akan berovulasi pada hari ke-14 dan masa subur berlangsung dari hari ke-12 hingga ke-17.
  • Pada wanita dengan siklus haid rata-rata 30 hari, ovulasi akan terjadi di hari ke-16 dan masa subur berlangsung dari hari ke-14 hingga hari-19.

Jika haid Anda tidak teratur, maka perhitungan adalah dengan mencari siklus terpanjang dan terpendek dari siklus menstruasi setiap bulannya.

  • Kurangi 18 dari siklus terpendek Anda, perhitungan ini akan menjadi hari pertama Anda memasuki masa subur.
  • Kurangi 11 dari siklus terpanjang Anda, perhitungan ini akan menjadi hari terakhir dari masa subur Anda.

Setelah mengetahui perkiraan masa subur lewat perhitungan di atas, lakukan hubungan seks 2-3 hari sebelum dan saat masa ovulasi.

Memang tidak ada posisi seks tertentu yang secara pasti terbukti dapat mempercepat terjadinya kehamilan. Meski demikian bukan berarti Anda tidak perlu melakukan berbagai variasi saat berhubungan seks, karena hal ini akan sangat membantu meningkatkan keharmonisan rumah tangga Anda.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓