Sering Buka Puasa Bersama Picu Kenaikan Berat Badan?

Oleh Ayu Maharani pada 17 May 2019, 15:30 WIB
Buka puasa bersama alias bukber dituding mampu memicu terjadinya kenaikan berat badan. Apa kata medis terkait tudingan ini?
Sering Buka Puasa Bersama Picu Kenaikan Berat Badan? (Odu Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Di minggu pertama bulan Ramadan, ajakan untuk buka puasa bersama alias bukber belum terlalu ramai. Sebab di minggu pertama, orang-orang biasanya berbuka bersama dengan keluarga di rumah. Namun, saat masuk ke minggu kedua dan ketiga Ramadan, ajakan bukber mulai berdatangan. Bahkan, ketika melihat kalender, hampir setiap hari terisi oleh acara buka puasa bersama.

Tidak dimungkiri, adanya acara buka puasa bersama memang bisa menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus. Bahkan, dengan adanya acara ini, kesalahan atau kekhilafan di masa lalu bisa ikut termaafkan. Namun di balik itu, buka puasa bersama dianggap mampu memicu terjadinya kenaikan berat badan. Apakah anggapan ini sejalan dengan fakta dari dunia kesehatan?

Buka puasa bersama dan kenaikan berat badan

Menurut dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, Anda tidak bisa langsung mengatakan “ya” dan “tidak” untuk pertanyaan semacam itu. Sebab, naiknya berat badan saat puasa sangat bergantung dari menu makan yang dikonsumsi saat berbuka.

“Hal yang jelas, ketika Anda berpuasa selama kurang lebih 13 jam, metabolisme tubuh akan cenderung melambat. Dan sayangnya, banyak orang yang tidak memahami hal ini,” katanya.

Bukber, lanjut dr. Dejandra, identik dengan memesan makanan yang banyak dan lezat. Beda halnya ketika Anda berbuka puasa di rumah. Biasanya, diawali dulu dengan air putih serta makanan kecil, diselingi dengan salat magrib, barulah mengonsumsi makanan pokok seperti nasi.

“Orang yang keseringan bukber biasanya langsung menyantap makanan besar dan minuman manis berlebihan. Padahal, kondisi metabolisme tubuh sedang melambat. Sebagai akibatnya, tubuh tidak bisa memproses dengan maksimal, sehingga cenderung menimbun segala yang masuk, khususnya lemak,” ungkap dr. Dejandra

“Kalau sudah begitu, jangan heran bila setelahnya berat badan Anda akan berangsur naik,” tambahnya.

Karbohidrat memang penting dan wajib dikonsumsi saat Anda berbuka puasa. Namun, bila terlalu banyak, itu justru bikin gula darah dan berat badan melonjak.

1 of 2

Siasati dengan cara ini

Bagi Anda yang sering datang ke bukber namun tak ingin mengalami kenaikan berat badan, perhatikan pilihan dan porsi makanan maupun minuman yang dikonsumsi.

“Jadi, yang paling berperan penting untuk menaikkan berat badan di sini adalah jenis makanan dan porsinya,” dr. Dejandra menegaskan.

Di samping itu, Anda juga wajib melakukan saran dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter berikut ini:

  • Untuk air minum, pilihlah air putih.
  • Tidak perlu mengonsumsi takjil terlalu banyak.
  • Jangan pilih makanan utama yang kalorinya terlalu tinggi atau terlalu penuh karbohidrat. Usahakan pilih menu berbuka yang seimbang, ada karbohidrat, protein (hewan/nabati), serat dan vitamin.
  • Pilih porsi yang kecil. Jika hanya ada porsi besar, tawarkan kepada teman, adakah yang mau menyantap bersama Anda.
  • Makan dengan perlahan. Orang yang makan dengan cepat cenderung mengalami peningkatan berat badan.

Acara buka puasa bersama (bukber) memang dapat makin mempererat tali silahturahmi. Meski begitu, tak ada salahnya juga bila Anda turut memelihara berat badan agar tidak mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓