Vitamin dan Mineral yang Wajib Dikonsumsi Wanita

Oleh Novita Permatasari pada 19 May 2019, 13:00 WIB
Tak cukup lewat makanan dan minuman, beberapa vitamin dan mineral ini penting dikonsumsi oleh para wanita.
Vitamin dan Mineral yang Wajib Dikonsumsi Wanita (Lilja-Malanjak/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan Natonal Institute of Health, lebih dari setengah orang dewasa di Amerika mengonsumsi setidaknya satu suplemen multivitamin. Ya, cara ini memang paling baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral setiap harinya, terutama bagi para wanita.

Sebab, seiring berjalannya waktu, wanita akan memasuki fase menopause dan rentan mengalami osteoporosis. Dengan demikian, wanita membutuhkan asupan vitamin dan mineral tertentu untuk menghindari hal tersebut.

Berikut ini adalah beberapa vitamin dan mineral yang wajib dikonsumsi wanita:

1. Kalsium

Untuk tulang yang kuat, asupan kalsium sangat dibutuhkan wanita. Apalagi, setelah hamil dan memiliki anak, wanita harus memenuhi kebutuhan kalsium harian agar dapat beraktivitas dengan baik. Tak hanya untuk tulang, kalsium juga penting untuk otot, saraf, dan jantung yang sehat.

2. Vitamin D

Seperti kalsium, vitamin D juga sangat penting untuk kesehatan tulang dan dapat mengurangi risiko kanker serta penyakit jantung. Jenis vitamin ini juga membantu meningkatkan penyerapan kalsium di lambung dan usus.

Pentingnya konsumsi vitamin D bagi wanita juga dikonfirmasi oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter. Menurutnya, kondisi osteoporosis paling banyak menyerang wanita, terutama yang telah memasuki masa menopause, yakni sekitar usia 40-60 tahun ke atas.

“Kondisi menopause menyebabkan penurunan kepadatan tulang  dalam 5 tahun pertama pasca-menopause. Karena itulah, wanita perlu asupan vitamin D yang cukup,” ungkapnya.

Dijelaskan kemudian oleh dr. Devia, berkurangnya hormon estrogen pada wanita menopause dapat meningkatkan pengeroposan tulang dan menurunkan kemampuan tulang dalam menyerap kalsium. Oleh sebab itu, wanita membutuhkan asupan vitamin D yang cukup.

“Dosis konsumsi vitamin D yang dianjurkan bisa berbeda di tiap usia. Pada usia 9-18 tahun, wanita membutuhkan 1300 mg vitamin D. Kemudian di usia 19-50 tahun dosisnya 1000 mg. Dan untuk usia 51 tahun dibutuhkan 1200 mg,” tambah dr. Devia.

1 of 2

Selanjutnya

3. Zat besi

Karena wanita mengalami haid dan kehamilan, maka membutuhkan lebih banyak zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuhnya. Sebab jika kebutuhan zat ini tidak terpenuhi, wanita akan mudah mengalami anemia. Wanita berusia 19-50 tahun membutuhkan 18 mg zat besi setiap harinya.

Sedangkan, wanita hamil membutuhkan 27 mg zat besi dalam sehari. Terakhir, wanita 51 tahun ke atas juga harus memenuhi kebutuhan zat besi hariannya sebanyak 8 mg.

4. Folat

Bagi Anda para wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil membutuhkan suplemen asam folat yang direkomendasikan dokter. Asam folat dapat membantu perkembangan janin dan mengurangi risiko bayi lahir dengan masalah sumsum tulang belakang.

Wanita usia subur membutuhkan 400 mcg asam folat setiap hari. Jumlah ini harus ditingkatkan menjadi 600 mcg saat hamil dan 500 mcg saat menyusui.

5. Magnesium

Magnesium penting di setiap tahap kehidupan karena mendukung fungsi tubuh, termasuk untuk pembentukan gigi dan tulang, pertumbuhan serta perkembangan fisik dan kognitif. Mineral ini jugalah yang kemudian memastikan kehamilan wanita tetap sehat.

Pada wanita berusia lebih dari 40 tahun, magnesium membantu mewujudkan tulang kuat dan mencegah pengeroposan tulang. Selain itu, magnesium juga dapat membantu mengatur tekanan darah serta kadar gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung serta diabetes.

6. Vitamin B12

Mirip dengan zat besi, vitamin B12 juga turut membantu pembentukan sel darah merah yang dibutuhkan saat wanita mengalami haid atau kehamilan. Namun tak hanya itu. Vitamin jenis ini juga menjaga kesehatan otak dan sistem saraf.

Vitamin dan mineral di atas amat dibutuhkan para wanita untuk mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas. Selain dapat memperolehnya lewat makanan, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian dengan mengonsumsi suplemen, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter. Namun perlu diingat, suplemen tersebut hanya berfungsi untuk melengkapi kebutuhan harian, bukan sebagai sumber asupan utama. Jadi, jangan asal mengonsumsinya, ya!

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓