Dampak Puasa Saat Menyusui bagi Bayi

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 20 May 2019, 10:00 WIB
Ibu menyusui memang tidak dilarang untuk puasa. Tapi adakah dampak ibu puasa saat menyusui bagi bayi?
Dampak Puasa Saat Menyusui bagi Bayi (ZouZou/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bulan Ramadan yang penuh berkah sudah memasuki minggu ketiga. Seluruh umat Muslim pun berlomba-lomba mendapatkan keberkahan dengan berpuasa, termasuk ibu yang menyusui. Menjalani puasa saat menyusui memang tidak dilarang. Hanya saja, Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal, seperti usia anak dan kondisi tubuh ibu.

Salah satu hal penting yang wajib Anda pertimbangkan adalah usia bayi sebelum memutuskan berpuasa. Seperti Anda tahu, bayi di bawah 6 bulan kebutuhan ASI-nya masih sangat tinggi. Mereka masih dalam periode ASI eksklusif dan tidak mengonsumsi makanan lain.

Selain itu, kondisi tubuh ibu yang sehat juga harus menjadi pertimbangan, jika saat berpuasa ibu merasa lemas, pandangan berkunang-kunang jangan paksakan diri untuk berpuasa.

Kondisi ASI ikut terpengaruh?

Faktanya, kandungan ASI ibu menyesuaikan dengan perkembangan anak setiap harinya. Jika Anda berpuasa mungkin akan muncul pertanyaan apakah bayi cukup mendapatkan asupan nutrisi di hari tersebut.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan, puasa dalam jangka waktu tertentu tidak mengurangi produksi ASI. Meski demikian kandungan gizi di dalam ASI akan sedikit berubah.

Perubahan kandungan ASI tersebut, bukan berarti terjadi perubahan kualitas dari ASI. Air susu yang dihasilkan ibu yang berpuasa tetap diproduksi dengan kandungan gizi terbaik untuk anak karena menyesuaikan metabolisme tubuh ibu.

Apabila ibu mengalami penurunan berat badan saat berpuasa, hal ini memengaruhi kandungan lemak di dalam ASI. Meski demikian tidak memengaruhi jumlah produksi ASI. Oleh karena itu, berat badan bayi belum tentu akan turun juga.

Gangguan di tubuh ibu yang perlu dikhawatirkan adalah dehidrasi dan berkurangnya asupan kalsium, apabila Anda tidak menyesuaikan kebutuhan saat sahur dan berbuka. Bayi akan menyerap kandungan nutrisi dan cairan di dalam tubuh ibu melalui ASI dengan jumlah yang sama seperti sebelum berpuasa.

Jadi, jika ibu tidak cukup memenuhi nutrisinya, tubuh akan mencari sumber lain di dalam tubuh yang memiliki nutrien tersebut.

Tips puasa lancar saat menyusui

Agar puasa tetap sehat dan lancar bagi ibu yang sedang menyusui, ada beberapa kiat yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  1. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka puasa

Pastikan menu sahur dan berbuka Anda kaya akan nutrisi yang bergizi. Perbanyak asupan lemak, protein, dan serat agar produksi ASI tetap lancar. Frekuensi makan juga dapat Anda tambah di malam hari sebelum tidur.

  1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Pastikan ibu hamil mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari. Yakni, dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka puasa, serta empat gelas sebelum tidur dan sebelum sahur.

  1. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup di malam hari sebanyak delapan jam mampu menjaga daya tahan tubuh Anda tetap baik, sehingga puasa yang dijalankan juga berjalan lancar.

Anda sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut ke dokter sebelum memutuskan untuk puasa saat menyusui. Jangan memaksakan puasa bila tidak sanggup. Bagaimanapun, puasa bagi ibu menyusui dapat digantikan dengan fidyah ataupun puasa setelah bulan Ramadan.

[HNS/ RVS]