7 Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Bau

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 20 May 2019, 17:40 WIB
Tahukah Anda bahwa penyakit bisa dideteksi dari adanya bau-bauan tertentu yang keluar dari tubuh? Ini faktanya!
7 Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Bau (Foot-Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cara paling lazim untuk mendeteksi adanya penyakit adalah dengan mengenali gejala dan keluhan yang terjadi, seperti nyeri, bengkak, pusing dan lainnya. Namun para pakar kesehatan dari the Smell & Taste Research and Treatment Foundation in Chicago, AS, memiliki cara yang unik dan berbeda untuk mendeteksi kehadiran penyakit. Yaitu, dari mengirup bau yang keluar dari tubuh maupun mulut pasien.

Menurut penjelasan dr. Ellen Theodora kepada KlikDokter, beberapa jenis penyakit bisa dideteksi dari tubuh penderita lewat bau badan, bau urine, dan bau kotoran saat buang air besar.

Berikut ini beberapa jenis penyakit yang bisa dideteksi lewat bau:

1. Preeklampsia

Tekanan darah tinggi yang berhubungan dengan kehamilan disebut dengan preeklampsia. Ini adalah tanda peringatan dini eklampsia yang mematikan, dan butuh dideteksi lebih awal agar bisa segera diberikan penanganan.

Sebuah penelitian dalam Advanced Material Science edisi 2016 menunjukkan bahwa para peneliti dapat mendeteksi preeklampsia dengan akurasi 84% berdasarkan napas ibu hamil. Dikatakan bahwa napas ibu yang sedang mengandung memiliki penanda unik yang dapat mengungkapkan banyak hal tentang kesehatan, termasuk preeklampsia.

2. Kanker paru-paru

Menurut Direktur Neurologis dari the Smell & Taste Research and Treatment Foundation in Chicago, AS, Alan Hirsch, MD, ada penelitian yang meyakinkan dan menunjukkan bahwa kanker paru-paru dapat dideteksi oleh aroma yang keluar dari tubuh.

Adalah sebuah penemuan yang disebut "NaNose", satu jenis alat bantu pernapasan yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Israel. Alat ini memiliki akurasi hingga 90% untuk mendiagnosis kanker paru-paru. Disebutkan bahwa perangkat ini mendeteksi "bau" khusus yang dipancarkan oleh sel-sel kanker.

1 of 3

Selanjutnya

3. Gagal ginjal

Napas berbau amonia dapat menjadi pertanda adanya gagal ginjal. Peneliti dari University of Illinois telah mengembangkan sebuah alat sekali pakai untuk menunjang tingkat keberhasilan metode diagnosis ini.

4. Gagal hati

Ketika hati manusia berhenti melakukan tugasnya, racun yang tidak tersaring akan menumpuk di urine, keringat, bahkan napas. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami penyakit ini memiliki urine, keringat atau bau napas yang sangat amis menyerupai ikan mentah.

5. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun, di mana tubuh mulai menyerang sistem saraf pusat. Sebagai akibatnya, keluhan seperti mati rasa, kesemutan, dan masalah dengan penglihatan maupun gaya berjalan bisa saja terjadi. Kondisi ini paling sering dideteksi dengan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) otak atau "spinal tap".

Namun, menurut sebuah laporan di ACS Chemical Neuroscience, multiple sclerosis juga dapat didiagnosis dengan pemeriksaan napas.

2 of 3

Selanjutnya

6. Penyakit gusi

"Jika Anda mengalami infeksi pada gusi, bakteri melepaskan produk limbah seperti hidrogen sulfida yang berbau seperti telur busuk," jelas Dr. Hirsch.

Adanya bau ini memberi tahu bahwa orang tersebut menderita penyakit gusi, abses gigi, atau kebersihan mulut yang buruk.

7. Penyakit kejiwaan

Menurut Dr. Hirsch, bau mulut sering menyertai orang dengan skizofrenia dan jenis psikosis berat lainnya.

"Orang-orang ini takut pada orang lain dan salah satu cara mereka menjauhkan diri adalah dengan tidak mandi," katanya.

Apakah Anda pernah merasa mengalami salah satu kondisi di mana tubuh atau napas mengeluarkan bau yang tidak semestinya? Jika ya, sebaiknya periksakan diri ke dokter supaya mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti mengalami penyakit, pengobatan sedini mungkin bisa dilakukan sehingga penyakit tidak akan menyebabkan terjadinya komplikasi yang merugikan.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓