Diet Rendah Lemak Turunkan Risiko Kanker Payudara

Oleh Ayu Maharani pada 21 May 2019, 13:45 WIB
Selain bisa mengendalikan berat badan dan mencegah penyakit jantung, diet rendah lemak juga disebut bisa turunkan risiko kanker payudara.
Diet Rendah Lemak Turunkan Risiko Kanker Payudara (lenetstan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tercetusnya penyakit kanker payudara di dalam tubuh bisa disebabkan beragam faktor risiko, mulai dari riwayat keturunan, paparan radikal bebas, hingga pola hidup yang tidak sehat. Itu sebabnya, diet rendah lemak dinilai bisa turunkan risiko kanker payudara pada wanita.

Berangkat dari hal ini, biasanya orang yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarganya mesti menjalani pola makan yang lebih sehat, ketimbang orang yang tidak memiliki faktor risiko tersebut.

Dilansir dari Time.com, salah satu pola makan yang bisa turunkan risiko kanker payudara adalah dengan diet rendah lemak.

Penelitian membuktikan

Dalam sebuah studi baru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology di Chicago, para peneliti melaporkan bahwa diet rendah lemak dapat menurunkan risiko kematian pada penderita kanker payudara. Diet rendah lemak ini juga sekaligus mencegah terjadinya kanker tersebut.

Dalam uji coba tersebut, para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Rowan Chlebowski, selaku peneliti LA Biomedical Research Institute, mencoba menerapkan diet yang umumnya direkomendasikan bagi penderita penyakit jantung ini kepada 49.000 wanita selama 8,5 tahun.

Mereka mengurangi asupan lemak hingga 20 persen dari total kalori harian dan meningkatkan konsumsi serat lewat sayur dan buah serta biji-bijian.

Penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun itu pun lalu menghasilkan kesimpulan. Mereka yang menerapkan diet rendah lemak memiliki risiko 15-35 persen lebih rendah untuk mengalami kematian akibat kanker.

Data uji coba ini menunjukkan bahwa risiko kanker payudara beserta komplikasi dan konsekuensi terburuknya bisa dicegah dengan mengubah pola makan. Semakin lama diet rendah lemak dilakukan, semakin besar pula kemungkinan Anda terhindar dari kanker payudara.

Bahkan, diet rendah lemak digadang-gadang sebagai pola makan yang paling sehat bagi semua orang. Sehingga, apa pun jenis kankernya, dapat dicegah dengan menerapkan pola makan ini 

1 of 2

Tips menerapkan diet rendah lemak

Jika Anda ingin mengurangi asupan lemak jahat, dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter memberikan beberapa cara untuk melakukannya. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Batasi konsumsi daging merah dan produk susu. Pilihlah daging tanpa lemak dan pilih susu yang rendah lemak.
  • Hindari makan makanan yang digoreng dan banyak menggunakan mentega, seperti kue kering ataupun kue tart.
  • Gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
  • Perbanyak konsumsi gandum utuh (oat), biji-bijian, serta kacang-kacangan yang tidak digoreng.
  • Perbanyak makan sayur dan buah.

Dengan menerapkan pola makan tersebut, setidaknya risiko Anda terkena kanker payudara menjadi semakin kecil.

Konsumsi serat tetap cara yang terbaik

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, ada penelitian yang mengatakan bahwa wanita yang sejak muda rajin mengonsumsi serat dari buah dan sayur-sayuran memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker payudara. Kemungkinannya bahkan hingga mencapai 12-19 persen daripada wanita yang tidak mengonsumsi serat.

Para peneliti menduga, serat dapat menurunkan kadar estrogen di dalam tubuh. “Estrogen itu sendiri adalah salah satu hormon yang berperan pada kejadian kanker payudara.” jelas dr. Karin. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk selalu memasukkan 10 gram serat ke dalam menu sehari-hari.

“Serat yang dimasukkan bisa berupa satu buah apel, dua lembar roti gandum, satu buah kembang kol (bukan potongannya), atau satu buah labu siam,” tambahnya.

Langkah-langkah untuk menurunkan risiko kanker payudara seperti yang disarankan di atas, tidak bisa hanya Anda lakukan sesekali saja. Lakukan secara rutin agar manfaatnya bisa Anda rasakan.

Diet rendah lemak yang biasanya digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah ternyata bisa digunakan untuk turunkan risiko kanker payudara. Bahkan, diet jenis ini dianggap bisa mencegah semua jenis kanker. Jadi meski Anda memiliki riwayat penyakit kanker payudara dalam keluarga, risikonya bisa diminimalkan dengan diet jenis ini.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓