Wasabi, si Pedas yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 21 May 2019, 15:00 WIB
Di balik pedasnya, wasabi tak cuma memperkaya cita rasa sushi, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.
Wasabi, si Pedas yang Bermanfaat untuk Kesehatan (Mr.Sompong-Kantotong/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat menikmati sushi dan sashimi, selain dengan kecap asin shoyu dan acar jahe rasanya tak lengkap kalau tak ada si hijau pedas wasabi di meja makan. Selain jadi pelengkap, bahan alami dengan sensasi pedas khas menyengat hingga menusuk hidung ini juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan.

Wasabi adalah tanaman asli Jepang Wasabia japonica atau disebut sebagai “lobak pedas Jepang” dari suku kubis-kubisan. Tercatat dalam sejarah, tanaman ini sudah dikonsumsi sebagai makanan sejak abad ke-8. Bagian batang dan akar dari tanaman ditumbuk, lalu dibuat menjadi pasta wasabi.

Wasabi memiliki rasa pedas yang berbeda dari cabai. Jika pedasnya cabai lebih terasa di lidah, pedasnya wasabi lebih terasa di rongga hidung dan sinus. Wasabi baru mulai populer disajikan sebagai pendamping sushi dan sashimi sejak tahun 1980-an, begitu juga untuk melengkapi soba dan ochazuke.

Manfaat wasabi untuk kesehatan

Untuk Anda yang belum tahu, berikut ini adalah beberapa manfaat wasabi untuk kesehatan tubuh.

  • Mencegah pertumbuhan bakteri dan menghambat pertumbuhan kanker usus besar

Wasabi mengandung isotiosianat, yaitu zat kimia yang membuatnya memiliki aroma dan rasa yang khas dan menyengat. Ternyata, zat tersebut juga memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan membantu menghambat pertumbuhan kanker usus besar. Selain itu, wasabi juga tinggi akan kandungan vitamin C, yakni antioksidan yang dapat meredakan peradangan sekaligus menyehatkan tubuh.

  • Mencegah obesitas

Penelitian terkait hal ini baru melibatkan hewan. Tetapi para ahli menemukan bahwa tikus percobaan yang rutin diberikan suplemen yang mengandung wasabi dapat menurunkan berat badannya lebih cepat sehingga terhindar dari obesitas.

  • Menghambat osteoporosis

Selain itu, para ahli juga menemukan bahwa konsumsi wasabi pada tikus percobaan dapat membantu menghambat pengeroposan tulang, sehingga dapat membantu menghambat terjadinya osteoporosis.

Tak hanya, itu peneliti juga menemukan bahwa wasabi mampu meningkatkan pembentukan tulang baru pada hewan percobaan.

  • Melancarkan pencernaan

Ini karena wasabi bersumber dari tanaman yang kaya akan serat, sehingga konsumsinya bisa membantu pencernaan tetap lancar.

  • Mengatasi radang usus besar

Zat antiperadangan di dalam wasabi juga diketahui dapat membantu mengatasi radang usus besar.

  • Melancarkan pernapasan

Ketika dikunyah, zat isotiosianat akan menguap dan masuk ke dalam rongga hidung dan sinus, sehingga dapat melancarkan pernapasan. Khasiat tersebut akan bermanfaat bagi Anda yang sedang sakit flu atau punya alergi (rinitis) dan asma.

  • Baik untuk kesehatan gigi

Untuk kesehatan gigi, konsumsi wasabi juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencegah karies gigi.

  • Menurunkan risiko kanker

Menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti Jepang, wasabi juga dapat menghambat pembentukan zat akrilamida pada makanan. Akrilamida adalah zat kimia penyebab kanker yang terdapat pada makanan yang gosong, dibakar, atau dipanggang.

  • Alarm kebakaran

Selain punya banyak fakta medis seputar kontribusinya terhadap kesehatan tubuh, ada pula satu fakta unik wasabi yang sangat menarik untuk diketahui.

Di luar bidang kesehatan, wasabi telah digunakan ilmuwan Jepang sebagai alarm kebakaran, terutama bagi para tuna rungu.

Cara kerjanya, ketika terjadi kebakaran, wasabi yang ditambahkan ke dalam alarm kebakaran akan terbakar, sehingga akan mengeluarkan aroma khas menyengat yang bisa tercium luas. Ini memberikan informasi pada mereka yang tuna rungu lewat indra penciuman sebagai tanda kebakaran.

Itulah beragam manfat wasabi untuk kesehatan. Jika Anda berencana untuk makan di restoran Jepang dalam waktu dekat, jangan cuma mengandalkan cabai bubuk, acar jahe, dan shoyu, ya!

(RN/ RVS)