5 Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 21 May 2019, 15:25 WIB
Bolehkah ibu hamil menjalani puasa? Boleh. Tapi perhatikan dulu rambu-rambunya agar kehamilan tetap terjaga sehat.
5 Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil (Odua Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil dapat menjadi tantangan tersendiri. Meski dalam agama diperbolehkan untuk tidak berpuasa, nyatanya tidak sedikit ibu hamil yang tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Secara medis, ibu yang kehamilannya normal dan tidak ada gangguan memang diperbolehkan berpuasa. Puasa pada umumnya tidak berdampak negatif pada janin yang dikandung.

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Iranian Journal of Pediatrics juga membenarkan hal tersebut. Namun, satu hal yang harus jadi perhatian adalah nutrisi yang masuk harus tetap mencukupi kebutuhan ibu dan tumbuh kembang sang calon buah hati.

Agar puasa lancar dan ibu hamil tetap sehat, ada beberapa tips yang dapat Anda jadikan panduan, yaitu:

  • Pastikan selalu makan sahur dan segerakan berbuka

“Biasanya saya sahur hanya minum, kuat-kuat aja kok!”

Eits, tunggu dulu. Kebutuhan ibu akan makanan bergizi lengkap akan meningkat selama masa kehamilan.

Peningkatan kebutuhan ini bervariasi, sekitar 200-300 kalori, tergantung kondisi dan usia kehamilan. Apa jadinya kalau sang ibu hanya makan saat berbuka puasa?

Tentu kebutuhan akan nutrisi ini menjadi sangat sulit terpenuhi. Walau terasa kuat, nyatanya melewatkan makan sahur atau menunda berbuka dapat sangat memengaruhi jumlah makanan yang masuk.

Bukan tidak mungkin, tumbuh kembang janin yang jadi taruhannya. Oleh karena itu, pastikan ibu hamil selalu makan sahur dengan gizi lengkap dan juga menyegerakan makan saat berbuka.

  • Pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks

Selain memperhatikan asupan dalam dua waktu makan utama, sahur dan berbuka, ragam menu yang dijadikan pilihan juga wajib jadi perhatian. Salah satunya karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks, seperti gandum dan biji-bijian, serta makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan kering dapat membantu sang ibu bertahan menjalani puasa. Asupan tersebut dapat menjaga energi stabil sepanjang hari dan melindungi dari ancaman konstipasi.

Selain karbohidrat kompleks, asupan protein dari kacang-kacangan, daging, dan telur juga tidak kalah penting sebagai sumber energi harian.

  • Cukupi kebutuhan air minum

Salah satu yang dapat menjadi ancaman ibu hamil ketika berpuasa adalah potensi kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Wajar, karena Anda tidak dapat minum selama sekitar 13 jam.

Namun, tidak berarti ibu hamil boleh mengalami dehidrasi. Untuk mencegah hal ini, pastikan asupan air putih Anda tetap memenuhi kebutuhan 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas air. Kebutuhan ini usahakan selalu terpenuhi dan dibagi saat sahur dan berbuka.

Selain asupan air putih, ibu hamil disarankan untuk menghindari konsumsi kopi, teh dan soda. Ketiga jenis minuman ini mengandung kafein yang dapat menyerap air dan tubuh dan memperparah risiko dehidrasi.

  • Penuhi hari dengan pikiran positif

Selain asupan, hal lain yang juga harus diperhatikan adalah kondisi jiwa sang ibu. Dalam tubuh ibu yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Begitu pula sebaliknya. Apa yang ada dalam pikiran dapat sangat memengaruhi kesehatan fisik selama masa kehamilan.

Selama tidak ada larangan dari dokter atau bidan, ibu hamil aman menjalankan ibadah puasa. Jadi harus selalu berpikiran positif juga akan puasa yang dijalani. Lebih baik lagi, libatkan sang calon buah hati juga dalam menjalankan ibadah puasa.

Jangan salah, sejak usia kandungan 18 minggu, janin sudah bisa mendengar suara, terutama milik sang ibu. Bisikkan kepadanya makna puasa yang sedang dijalani ibu dan curahkan semangat agar sang bayi juga ikut kuat.

Selain menjaga kesehatan jiwa, berbicara dengan bayi juga menjadi kunci bonding agar terjalin ikatan yang kuat antara ibu dan sang calon buah hati.

  • Perhatikan tanda bahaya saat berpuasa

    Walau diperbolehkan dan umumnya aman melakukan puasa, ibu hamil tetap harus waspada akan beberapa tanda bahaya, yaitu:

    • Sangat lemas, pusing, dan pandangan gelap
    • Mual muntah
    • Terjadi kontraksi atau kram pada perut yang terasa nyeri
    • Berkurangnya frekuensi gerak janin secara bermakna
    • Penurunan berat badan
    • Jika tanda bahaya tersebut dialami, ibu hamil harus segera berbuka. Anda juga harus secepatnya berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

Dengan menjalankan puasa sehat, ibu hamil tetap dapat beribadah dan tidak perlu khawatir akan tumbuh kembang sang bayi. Namun demikian, anjuran dalam berpuasa dapat berbeda pada setiap ibu hamil, terutama pada kehamilan trimester pertama. Karena itu, selalu konsultasi dan kontrol rutin sebelum dan saat berpuasa kepada bidan atau dokter. Semua ini ditujukan agar kehamilan selalu sehat dan bayi tetap tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

[HNS/ RH]