Dampak Dehidrasi yang Harus Anda Waspadai

Oleh Hotnida Novita Sary pada 21 May 2019, 17:15 WIB
Dehidrasi terjadi saat cairan yang keluar dari tubuh jumlahnya melebihi air yang masuk. Meski tampak sepele, Anda harus waspada.
Dampak Dehidrasi yang Harus Anda Waspadai (Syda-Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan sehingga tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsi secara normal. Padahal, tubuh tidak dapat menghasilkan air. Oleh karena itu, jika Anda tidak mengganti cairan yang hilang, Anda akan rentan mengalami dehidrasi.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, Mres dari KlikDokter, dehidrasi bisa terjadi secara akut (atau sementara), maupun kronis atau dalam jangka waktu lebih panjang.

“Dehidrasi akut umumnya berhubungan dengan kejadian tertentu, misalnya olahraga yang terlalu keras hingga menyebabkan banyak berkeringat, diare, dan muntah,” kata dr. Sara.

Dehidrasi akut dan kronis

Dehidrasi akut, menurut dr. Alberta Jesslyn Gunadi, BMedSc Hons dari KlikDokter, sering berkaitan dengan berbagai efek pada kemampuan kognitif dan suasana hati. Sedangkan dehidrasi kronis umumnya lebih berhubungan dengan gaya hidup, misalnya jarang minum atau kesulitan mengakses air bersih.

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sedang mengalami dehidrasi? Menurut dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M. Gizi, Sp. GK, salah satu gejala awal dehidrasi yang sangat mudah dikenali adalah timbulnya rasa haus.

“Jadi,kalau Anda merasa haus, itu tandanya Anda sudah dehidrasi. Yang paling baik adalah minum sebelum haus,” kata dr. Nurul, saat ditemui KlikDokter di kawasan Menteng beberapa waktu lalu.

Selain itu, cara paling mudah untuk mendeteksi bahwa tubuh sedang dehidrasi atau tidak adalah dengan menarik kulit punggung tangan.

“Kalau kulit punggung tangan tidak kembali seperti semula dalam 1 atau 2 detik, itu bisa jadi tanda dehidrasi. Selain kulit punggung tangan, Anda bisa coba di kulit perut,” kata Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menambahkan.

1 of 2

Dampak dehidrasi pada kesehatan

Dampak dehidrasi secara umum dapat dikelompokkan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu efek dehidrasi jangka pendek adalah mudah cemas dan tegang. Ini juga bisa terjadi pada Anda yang sedang berpuasa.

Efek yang lain adalah menurunnya konsentrasi. “Otak manusia 75 persennya adalah air. Jadi, dehidrasi 2 persen saja sudah mengganggu daya ingat, atensi, dan konsentrasi,” kata dr. Nurul.

Dampak berikutnya adalah orang yang dehidrasi akan mudah ngantuk dan merasa lelah. Hal ini akan berakibat pada mood (susasana hati) yang terganggu sehingga mudah emosi.

Untuk mengatasi efek jangka pendek, Anda cukup mengonsumsi air putih. Namun, bila Anda sudah telanjur mengalami efek jangka panjang, butuh usaha lebih untuk mengatasinya. Efek dehidrasi jangka panjang adalah:

  • Batu ginjal

Zat-zat metabolisme yang seharusnya dibuang lewat urine jadinya supersaturasi di dalam ginjal. Salah satu fungsi ginjal itu adalah membuang sisa metabolisme. Tapi berhubung airnya sangat sedikit, terjadinya kepekatan urinenya semakin tinggi.

“Sehingga kristal-kristal yang seharusnya dibuang melalui urine tidak dibuang dan menumpuk hingga terjadilah batu ginjal. Jadi, salah satu cara mengurangi risiko batu ginjal adalah mencukupi minum,” ujar dr. Nurul.

  • Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis (PGK) timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Ini adalah penyakit dengan karakteristik penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan dapat menuju pada gagal ginjal. Namun menurut dr. Nurul, mencukupi asupan air bisa menurunkan risiko penyakit ginjal kronis sehingga ginjal bisa berfungsi ginjal dengan baik.

  • Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) biasa terjadi pada wanita. Menurut data, 1 dari 2 perempuan Indonesia mengalami infeksi saluran kemih. ISK disebabkan oleh bakteri E-coli yang masuk ke dalam saluran kemih dan berkembang biak.

Salah satu cara mengeluarkan bakteri tersebut adalah melalui urine. Jadi, untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih, minumlah air putih.

  • Risiko kegemukan meningkat

Beberapa orang cenderung mengurangi minum karena takut kegemukan. Padahal sebaliknya, jika Anda minum air putih sebelum makan, keinginan untuk makan banyak jadi berkurang.

“Coba Anda terapkan saat buka puasa. Sebelum makan, minum air putih yang banyak, nanti pasti kenyang. Anda pun lebih sedikit makan dan kalori yang masuk jadi sedikit,” ujar dr. Nurul. Selain itu, air putih juga 100 persen bebas kalori, jadi tidak akan menyebabkan kegemukan.

Kondisi dehidrasi yang tidak segera diatasi dengan mencukupi air minum bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Dengan demikian, jangan biarkan tubuh Anda mengalami dehidrasi. Bila Anda merasa haus, jangan tunda untuk segera minum air putih. Di samping itu semua, selalu cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda agar fungsi organ-organ tubuh berjalan dengan optimal.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓