Kiat agar Pencernaan Tetap Nyaman Selama Puasa

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 22 May 2019, 09:00 WIB
Saat puasa, gangguan pencernaan sering datang menghampiri. Berikut ini adalah kiat agar pencernaan tetap sehat selama berpuasa.
Kiat agar Pencernaan Tetap Nyaman Selama Puasa (Sciencepics/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pencernaan adalah salah satu amunisi agar puasa yang Anda jalani berjalan lancar. Meski salah satu manfaat puasa bagi tubuh adalah menyehatkan organ pencernaan, tapi jika pola makan tidak dijaga gangguan kesehatan sangat mungkin terjadi.

Kondisi pencernaan yang sehat akan membuat tetap nyaman selama puasa.

Ikuti tips ini agar pencernaan Anda tetap berjalan sebagaimana mestinya selama puasa.

  1. Perbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat

Peran serat sangat penting untuk percernaan. Sifatnya yang membantu menyerap air membuat feses menjadi lunak. Selain itu, serat dapat meningkatkan kemampuan gerak peristaltik usus, sehingga makanan menjadi mudah dicerna di dalam saluran pencernaan dan Anda pun terhindar dari gangguan sembelit.

Untuk memenuhi kebutuhan serat ini, Anda bisa mendapatkannya dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan.

  1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Asupan cairan harus tetap terpenuhi selama bulan puasa. Pastikan Anda minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Pembagiannya adalah 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, dan 4 gelas pada malam hari sampai menjelang tidur malam.

  1. Batasi konsumsi makanan berlemak

Makanan berlemak dapat memperlambat proses pencernaan makanan. Jika makanan terus menempuk dan asupan makan Anda tetap dalam jumlah banyak, maka mudah muncul keluhan sakit perut atau perut kembung.

Untuk mencegahnya, sebaiknya perbanyak konsumsi lemak sehat seperti makanan yang mengandung omega-3 seperti ikan salmon, tuna, atau buah alpukat.

  1. Konsumsi probiotik secara rutin

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat mendukung sistem pencernaan karena mampu menekan bakteri buruk di dalamnya. Konsumsilah probiotik lewat yoghurt atau tempe.

  1. Hindari makanan olahan

Saat beduk azan magrib, sebaiknya hindari konsumsi makanan olahan yang banyak mengandung pengawet dan lemak jenuh yang bisa timbulkan gangguan pada pencernaan, seperti peradangan pada usus.

  1. Kunyah makanan dengan baik

Tidak mengunyah makanan dengan baik atau makan terburu-buru akan membuat organ pencernaan sulit mencerna nutrisi yang terdapat di dalam makanan tersebut. Semakin makanan terkunyah dengan baik, maka beban kerja lambung untuk mengubah makanan pada menjadi bentuk cair akan lebih mudah.

Dianjurkan untuk mengunyah makanan sebanyak 32 kali agar lebih mudah dicerna. Namun, bergantung jenis makanannya. Jika yang dikonsumsi adalah makanan lunak seperti bubur, makan jumlah kunyahan lebih sedikit. Namun jika yang dikonsumsi adalah makan seperti steak atau kacang, mungkin perlu 40 kali kunyahan sebelum Anda menelannya.

  1. Olahraga ringan

Saat berpuasa, sebaiknya tetap lakukan olahraga ringan agar kesehatan pencernaan juga tetap terjaga. Jika memungkinkan, berolahragalah 30 menit sebelum waktu berbuka puasa agar cairan tubuh bisa segera diganti.

Apabila tips di atas diterapkan secara rutin, maka manfaat puasa dalam meningkatkan kesehatan pencernaan bisa Anda rasakan. Saat puasa, saluran pencernaan beristirahat selama kurang lebih 14 jam dalam sehari, sehingga tubuh punya kesempatan untuk melakukan detoksifikasi dengan cara menyingkirkan zat-zat beracun di dalam pencernaan. Selain itu, tubuh pun bisa lebih fokus pada perbaikan sel dan sistem tubuh yang rusak

Selain menerapkan kiat di atas agar pencernaan tetap nyaman setelah puasa, Anda juga perlu melakukan kebiasaan baik lainnya. Misalnya, saat berbuka puasa mulailah dengan minum air putih dan makan makanan ringan seperti kurma. Setelah kurang lebih 1 jam, Anda bisa mengonsumsi makanan berat untuk makan malam. Semoga puasa Anda lancar dengan kondisi tubuh tetap fit!

(RN/ RVS)