Mom Shaming, Hadapi dengan Cara Ini

Oleh dr. Nadia Octavia pada 22 May 2019, 10:00 WIB
Mom shaming terkadang membuat mental Anda jatuh. Namun, untuk menghadapi “serangan” ini, Anda harus tetap tenang.
Mom Shaming, Hadapi dengan Cara Ini (Anetlanda/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mom shaming merupakan komentar maupun penilaian bernada negatif dari orang lain yang ditujukan kepada seorang ibu. Padahal, setiap ibu terkadang memiliki cara sendiri dalam membesarkan anak, yang berbeda dari orang kebanyakan. Sering kali, saran atau sindiran dari orang lain itu membuat mental seorang ibu jatuh dan tak percaya diri.

Ada banyak bentuk mom shaming. Mulai dari komentar tentang keputusan untuk memberi anak susu formula, tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, cara mendisiplinkan anak, bahkan hal sepele seperti cara berpakaian anak. Selain dari media sosial, mom shaming bahkan dapat Anda terima dari orang-orang terdekat, seperti mertua, teman, dan tetangga.

Trik hadapi mom shaming

Apakah Anda sering mengalami mom shaming, baik secara langsung maupun lewat media sosial? Jangan keburu down, hadapi dengan tenang melalui cara ini.

  1. Hal pertama yang harus Anda terima adalah fakta bahwa menjadi orang tua tidak mungkin terbebas dari penilaian atau judgemental orang lain.
  2. Pahami bahwa setiap sindiran, kritikan, atau penilaian orang hanya membuat orang tersebut merasa "lebih baik". Semisal ibu mertua Anda menyindir cara Anda memberi makan anak. Bisa jadi cara tersebut dilakukan sekadar karena ia ingin ikut dilibatkan dalam setiap aspek pengasuhan anak Anda.
  3. Siapkan telinga Anda dari kritik bermulut tajam dengan berpikir bahwa orang tersebut hanya ingin didengar cerita atau pendapatnya.
  4. Mom shaming sering kali merupakan "kedok" seseorang untuk menutupi rasa tidak percaya diri atau rasa bersalah yang pernah ia lakukan. Misalnya, seseorang yang tidak dapat memberikan ASI (karena alasan tertentu) dapat melakukan mom shaming ke ibu yang memilih memberikan susu formula pada anak. Hal tersebut bisa jadi ia lakukan karena rasa bersalah pada anak yang pernah dilakukan terdahulu.
  5. Selalu bersama dengan teman-teman dan keluarga yang mendukung Anda, terlepas dari cara apa pun dalam membesarkan anak yang Anda lakukan. Hindari atau kurangi kontak dengan orang lain yang sering melakukan mom shaming.
  6. Terimalah fakta bahwa tidak ada orang yang sempurna. Begitu pula halnya tidak ada ibu yang sempurna. Hampir setiap orang tua pasti pernah melakukan "kesalahan" secara disadari atau tidak dalam membesarkan anak.
  7. Gunakan sisi humor Anda dalam menghadapi mom shaming. Hadapi dengan tawa dan jangan terbawa atau terlarut dalam emosi.
  8. Jangan terpengaruh pada teman atau orang lain yang terlihat sempurna dan mudah dalam menjalani kehidupan rumah tangga atau membesarkan anak. Pahami bahwa apa yang Anda lihat di media sosial belum tentu sesempurna di dunia nyata. Percayalah bahwa ibu yang tampak "sempurna" di media sosial tersebut pasti juga memiliki masalah masing-masing dalam membesarkan anak.
  9. Setiap orang (bahkan keluarga terdekat) tidak paham secara detail apa yang Anda alami. Untuk itu, dalam menghadapi mom shaming, lebih baik abaikan saja.
  10. Jadilah ibu yang percaya diri. Hanya Anda yang mengetahui apa yang terbaik untuk keluarga dan anak Anda. Anggap setiap bentuk kritikan berarti kepedulian dari orang lain agar Anda menjadi lebih baik lagi.

Mom shaming tidak hanya ada di media sosial, tapi juga dapat dialami ibu secara langsung. Jika Anda mengalaminya, tetaplah berkepala dingin dan lakukan tips-tips di atas! Selanjutnya, tampillah sebagai ibu yang percaya diri akan pola pengasuhan yang Anda terapkan. Dengan begini, Anda bisa menghadapi para komentator negatif tersebut dengan senyuman.

[HNS/ RVS]