5 Penyebab Sembelit Saat Puasa

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 22 May 2019, 12:00 WIB
Sembelit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami saat puasa. Kira-kira, apa ya, penyebab sembelit saat puasa?
5 Penyebab Sembelit Saat Puasa (Anythings/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sembelit saat puasa adalah salah satu gangguan kesehatan yang lazim dialami oleh mereka yang berpuasa. Hal ini bisa terjadi salah satunya karena selama puasa orang menahan lapar dan dahaga selama sekitar 13 jam dalam sehari, namun justru sering kali kalap makan saat buka puasa. Menu yang dipilih saat berbuka pun cenderung tidak sehat, bahkan rendah serat.

Selama berpuasa terjadi pengurangan asupan makanan. Hal ini juga turut berkontribusi menjadi penyebab terjadinya konstipasi atau sembelit.

Konstipasi sendiri merupakan kelainan pada kebiasaan buang air besar, di mana seseorang buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Biasanya kondisi ini terjadi ketika ada kesulitan dalam mengeluarkan feses yang keras.

Dari jenisnya, konstipasi dibagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Konstipasi diklasifikasikan menjadi akut jika berlangsung satu atau dua minggu, sedangkan dikatakan kronis bila bertahan selama beberapa minggu, bulan dan bahkan bertahun-tahun.

Pembentukan tinja di dalam usus selama puasa

Pada dasarnya, kotoran atau tinja terbentuk dari makanan yang dikonsumsi. Proses dari makanan yang dikonsumsi lalu dicerna dan diserap oleh usus tergantung pada kondisi usus masing-masing. Biasanya memakan waktu hingga tiga hari.

Sisa makanan yang tidak berhasil diserap oleh tubuh akan membentuk tinja. Dalam hal ini air, limbah, enzim pencernaan, empedu, lendir dan bakteri juga berperan dalam membentuk tinja.

Tinja tersebut membutuhkan pergerakan usus agar dapat terdoring keluar saat buang air besar. Pada prosesnya, otot-otot di dinding usus berkontraksi dan berelaksasi secara teratur untuk perpindahan isi usus tersebut. Pada tahap ini, aktivitas fisik seperti makan dan minum cukup berperan.

Sebab, ketika jumlah tinja belum memenuhi batas tertentu untuk diproses, maka pergerakan usus pun menjadi berkurang. Kondisi inilah yang kemudian turut memicu timbulnya sembelit.

1 of 2

Penyebab sembelit lainnya saat puasa

Berkaitan dengan proses pergerakan usus, berikut ini adalah hal-hal yang rentan menyebabkan Anda mengalami sembelit saat puasa selama Ramadan.

  1. Asupan makanan yang berkurang

Ketika jumlah asupan makanan menurun karena puasa, maka tidak ada bahan sisa yang cukup untuk membentuk feses. Intinya, usus pun menjadi “kosong”. Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka sekalipun belum cukup untuk membentuk feses yang lunak namun padat.

  1. Kurang serat

Serat makanan adalah komponen penting untuk menghasilkan tinja yang lunak atau padat. Sedangkan, salah satu penyebab utama sembelit adalah asupan yang tidak memenuhi kebutuhan serat harian.

Padahal, serat tetap berada di usus dan akan menyerap air untuk menjaga feses tetap lunak karena tidak dapat diserap oleh tubuh manusia. Peran serat inilah yang seharusnya membantu buang air besar menjadi lancar.

  1. Dehidrasi

Bila berpuasa, pastinya Anda akan mengalami dehidrasi. Asupan cairan yang  terhenti dan elektrolit yang terus dikeluarkan dari tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, apalagi bila Anda berkegiatan di lingkungan panas atau melakukan aktivitas fisik yang berat.

Kurangnya asupan air akan membuat tinja keras,sehingga sulit dikeluarkan saat buang air besar.

  1. Kelenjar tiroid yang kurang aktif

Aktivitas tiroid melambat selama periode puasa. Kondisi ini juga dikenal sebagai hipotiroidisme yang dipicu oleh kosongnya perut saat puasa. Akibatnya, muncul gejala yang salah satunya ditandai dengan sembelit atau susah buang air besar.

  1. Kadar gula darah rendah

Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) adalah konsekuensi umum dari puasa. Kondisi ini ditandai dengan kondisi tubuh yang kurang berenergi, serta merasa lelah dan lemah saat berpuasa. Akibatnya, pergerakan usus pun menjadi lebih lambat dan menyebabkan sembelit. Itulah sebabnya bagi Anda yang berpuasa disarankan mengonsumsi kurma yang manis saat berbuka.

Sembelit nyatanya dapat terjadi saat puasa. Oleh sebab itu, hindari berbagai kondisi di atas yang dapat menyebabkan Anda susah buang air besar.

Cobalah untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks yang bisa dicerna usus lebih lama, sehingga perut tak terlalu lama kosong dan Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, perbanyak sayur dan buah agar Anda tak kekurangan serat.

Jika sembelit saat puasa tidak hilang setelah Anda melakukan beberapa tips yang disarankan di atas, segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓