5 Diet Mudah untuk Penderita Asam Urat Saat Buka Puasa

Oleh Ayu Maharani pada 23 May 2019, 16:15 WIB
Bagi Anda penderita asam urat, kalau tak mau kena serangan nyeri sendi, jangan asal makan saat buka puasa, ya. Ikuti diet mudah ini.
5 Diet Mudah untuk Penderita Asam Urat Saat Buka Puasa (jittawit.21/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kadar asam urat yang tinggi dapat dikontrol dengan mengonsumsi obat. Namun, amat disarankan bagi penderita untuk menerapkan pola makan yang sehat melalui diet, khususnya saat buka puasa. Dengan demikian, kadar asam urat dapat menurun dan serangan nyeri sendi dapat dicegah. Tapi, kenapa harus saat buka puasa?

Karena biasanya, hasrat untuk makan banyak lebih tak terkontrol di saat buka puasa ketimbang makan sahur. Perlu diketahui, menghindari kekambuhan asam urat bukan sekadar menjauhi makanan tinggi purin seperti jeroan dan seafood. Ada baiknya Anda juga menerapkan diet mudah berikut ini saat berbuka puasa.

1. Pilih air putih, jus buah alami, atau kopi

Kata siapa buka puasa harus dengan yang manis-manis? Pada dasarnya, itu hanyalah persuasi dari iklan produk minuman atau makanan manis agar Anda tergiur membelinya.

Dilansir dari WebMD, penderita asam urat sebaiknya mengawali buka puasa dengan minum air putih saja, bukan minuman manis lainnya. Setelahnya, konsumsi jus buah alami diperbolehkan. Tapi ingat, gunakan hanya sedikit gula agar kandungan nutrisinya tidak rusak.

Jika kebetulan tak ada buah-buahan di rumah Anda, alternatif lainnya adalah kopi. Sebab, menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, sejumlah peneliti berpendapat bahwa antioksidan dan asam fenol klorogenat yang terdapat di dalam kopi dapat menurunkan risiko asam urat.

2. Hindari berbuka puasa dengan porsi besar

Cobalah berbuka dengan porsi makan yang tidak terlalu besar agar berat badan Anda tidak terus bertambah. Sebab, kelebihan berat badan meningkatkan risiko asam urat.

Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengurangi jumlah kalori dan menurunkan berat badan bisa mengurangi frekuensi serangan asam urat dan nyeri sendi.

3. Kurangi konsumsi makanan tinggi purin

Meski lezat, sebaiknya penderita asam urat tidak berbuka puasa dengan soto Betawi. Pasalnya, di dalam makanan tersebut berisi jeroan, daging sapi, santan berlemak, dan juga emping. Kombinasi makanan tersebut sangat bisa memunculkan nyeri sendi bagi penderita asam urat setelah menyantapnya.

Begitu pula dengan sate kambing bumbu kacang. Bila Anda ingin menyantap sate untuk berbuka puasa, pilihlah sate ayam bumbu kecap atau sate lilit yang terbuat dari ikan.

Terakhir, bila menu buka puasa Anda adalah seafood, lebih baik perbanyak konsumsi ikan ketimbang udang, atau kerang, Sebab menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, udang dan kerang mengandung purin yang lebih tinggi, sehingga dapat memicu asam urat.

4. Perhatikan juga sayuran yang Anda makan

Sayuran hijau memang menyehatkan, tetapi bila sedari awal Anda sudah punya masalah asam urat, sebaiknya tidak asal makan sayuran untuk berbuka puasa. Sebab, bayam dan asparagus termasuk sayuran tinggi purin. Tentu Anda tak mau encok, kan, setelah mengonsumsinya?

5. Coba makan buah ceri

Dikutip dari Mayo Clinic, buah ceri dapat menurunkan risiko asam urat. Selain itu, menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter, ceri juga mengandung vitamin C, A, potasium, fosfor, kalsium, magnesium, zat besi, dan antioksidan yang bagus untuk menangkal peradangan dan berbagai penyakit berbahaya.

Itu dia anjuran diet mudah untuk penderita asam urat saat buka puasa. Pastikan Anda menerapkannya secara konsisten agar hasil penurunan risiko asam urat menjadi lebih maksimal. Jadi, usahakan untuk tidak mudah tergoda ketika ada teman yang menyodori Anda makanan tinggi purin, ya!

[NP/ RVS]