Antraks Bisa Menular Lewat Konsumsi Daging

Oleh dr. Melyarna Putri pada 25 May 2019, 15:45 WIB
Wabah antraks yang menyerang ternak di Gunungkidul perlu segera ditangani, karena antraks bisa menular lewat konsumsi daging.
Antraks Bisa Menular Lewat Konsumsi Daging (Niloo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jelang lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi biasanya daging menjadi salah satu bahan makanan utama yang dibeli masyarakat. Daging sapi adalah daging lebaran favorit karena biasanya diolah menjadi beragam masakan – seperti rendang atau gulai – saat lebaran. Munculnya wabah antraks yang menyerang ternak di wilayah Gunungkidul membuat masyarakat perlu berhati-hati dalam hal konsumsi daging.

Penyakit antraks seperti yang beberapa waktu lalu terdeteksi menyerang ternak di Gunungkidul, disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini ditemukan oleh Robert Koch pada abad ke-19. Penularan penyakit ini terjadi lewat perantaraan  spora yang tersimpan di tanah selama bertahun-tahun. Kemudian secara tidak disengaja, spora ini tertelan oleh hewan sehingga spora akan tersimpan di tubuh hewan.

Penyakit ini sebenarnya bisa dihindari bila hewan divaksinasi, namun sayangnya di negara seperti Afrika dan Asia, masih banyak hewan yang belum divaksinasi.  Lalu bagaimana penyakit ini bisa menular ke manusia?

Penularan penyakit antraks

Penularan antraks pada manusia disebabkan adanya kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi antraks. Jenis antraks yang paling sering ditemukan adalah kutaneus antraks. Kutaneus antraks adalah penyakit antraks kulit yang ditemukan pada sekitar 95% dari total penyakit antraks.

Kutaneus antraks biasanya terjadi setelah adanya kontak langsung kulit dengan material hewan yang telah terkontaminasi antraks seperti daging, bulu hewan, dan kulit hewan. Selain kulit, gejala antraks lainnya yang dapat terjadi adalah adanya gangguan pada saluran cerna dan saluran pernapasan.

Gejala antraks pada saluran cerna disebabkan oleh konsumsi daging terkontaminasi antraks yang mentah atau tidak matang. Sedangkan keluhan pada saluran pernapasan yang disebabkan spora antraks terhirup lebih jarang ditemukan.

Penularan manusia ke manusia hanya dapat terjadi bila terdapat antraks kulit dengan luka terbuka, berkontak langsung ke kulit manusia lainnya. Tidak seperti penyakit saluran napas lainnya, penularan penyakit antraks melalui saluran napas – seperti melalui dahak – tidak dapat menularkan antraks kepada orang lain.

1 of 2

Bahaya penyakit antraks

Gejala klinis penyakit antraks bergantung pada di mana letak bakteri tersebut menginfeksi tubuh penderitanya. Pada umumnya ada 3 lokasi utama infeksi antraks, berikut gejalanya :

  1. Kutaneus antraks

Gejalanya berupa benjolan gatal tidak nyeri dengan luka di bagian tengah berwarna hitam. Awalnya bentuknya dapat menyerupai gigitan serangga biasa. Lama kelamaan dapat terjadi pembengkakan di luka dan pembesaran kelenjar getah bening.

  1. Antraks saluran cerna

Gejalanya menyerupai gejala keluhan saluran cerna lain seperti mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, kehilangan selera makan, demam, dan pada kondisi sudah parah terjadi diare berat dengan darah.

  1. Antraks saluran pernapasan

Gejala awal dari antraks pada saluran napas menyerupai gejala flu seperti nyeri tenggorokan, demam ringan, dan nyeri sendi. Lama kelamaan dapat terjadi nyeri dada, sesak napas, sampai dengan batuk berdarah. Walaupun lebih jarang, namun antraks pada saluran napas adalah yang paling mematikan.

Pencegahan penyakit antraks

Pencegahan penularan penyakit antraks ke manusia, bisa dilakukan dari sisi hewan dan sisi manusia. Hewan sebaiknya divaksinasi agar tidak terkontaminasi antraks. Sedangkan pencegahan dari sisi manusia, dapat dilakukan pencegahan melalui cara pengolahan makanan sebagai berikut :

  1. Memanaskan daging selama 24 jam pada suhu 95° C dapat membunuh spora antraks.
  2. Merebus daging hingga mendidih (100 °C) selama 30 menit dapat membunuh spora antraks.
  3. Mengukus daging selama 20 menit pada suhu 120° C dapat membunuh spora antraks.
  4. Direndam pada garam hipertonik.

Beberapa cara mencegah antraks tersebut bisa Anda lakukan saat Anda hendak mengonsumsi daging. Sedangkan pencegahan lainnya bisa dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Antraks bisa ditularkan melalui konsumsi daging dan menyebabkan gejala antraks saluran cerna. Meskipun demikian, Anda tetap bisa mengonsumsi daging, asal dapat memastikan daging didapatkan dari hewan yang telah divaksinasi. Selain itu, pastikan juga daging Anda sudah dimasak dengan matang sesuai pengolahan makanan yang sudah disebutkan di atas.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓