Puasa Ramadan Bikin Insomnia Makin Parah?

Oleh Ayu Maharani pada 26 May 2019, 16:00 WIB
Katanya, insomnia bisa semakin parah pada saat puasa Ramadan. Benar atau tidaknya, coba cari jawabannya di bawah ini.
Puasa Ramadan Bikin Insomnia Makin Parah? (amenic181/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Waktu sahur saat puasa Ramadan memang mengubah pola tidur. Sebab, Anda mesti bangun pagi-pagi sekali agar Anda memiliki waktu makan sebelum imsak tiba. Bagi yang tidak memiliki insomnia, mungkin hal tersebut tidak menjadi persoalan. Namun, bagi yang punya insomnia, sahur bisa jadi memperparah kondisi tersebut. Kenapa ya, kira-kira?

Tidak tidur karena takut kebablasan

Mereka yang biasanya baru bisa tidur lewat tengah malam atau bahkan pagi, mesti rela tidak tidur sama sekali karena takut kebablasan imsak dan tak bisa sahur. Kalaupun penderita insomnia sempat tidur sebentar, kualitas tidur mereka tidak akan berkualitas. Di waktu tidur yang sempit, penderita insomnia tetap bisa terbangun berkali-kali sehingga sulit untuk ke fase pulas.

Karena bolak-balik tidur bangun tidur bangun seperti itu, waktu pun terbuang pencuma dan sudah keburu menunjukkan waktu sahur. Setelah sahur, mereka yang insomnia pun sepertinya sulit untuk beristirahat.

Pertama, tidur selepas sahur sebenarnya memang tidak dianjurkan karena dapat membuat asam lambung dan isi perut naik ke kerongkongan alias mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD). Kedua, karena mereka sulit untuk tidur kembali!

Bagi orang yang tidak punya masalah insomnia, mungkin rasa lelah ditimbulkan akibat kekurangan waktu tidur membuatnya cepat terlelap di malam hari. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi penderita insomnia.

Meskipun tubuh merasa lelah, penderita insomnia tetap sulit tidur. Keesokan harinya, kondisi mereka cenderung turun dan kurang produktif di siang hari.

1 of 2

Lakukan ini agar cepat pulas

Meski benar puasa Ramadan dapat membuat insomnia makin parah, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan apa pun, lo. Sebab, tubuh Anda tetap membutuhkan waktu istirahat sehingga Anda bisa menjalani aktivitas dan ibadah puasa dengan baik.

Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankan insomnia, antara lain:

  • Coba lakukan olahraga di sore atau malam hari

Orang yang sering insomnia di malam hari biasanya diawali oleh kebiasaan mengerjakan sesuatu di malam hari sehingga otak justru lebih aktif ketika memasuki waktu tidur. Padahal, semakin rumit pikiran Anda, semakin sulit juga Anda untuk tidur.

Ketimbang bekerja di malam hari, cobalah untuk berolahraga di sore atau malam hari. Olahraga bisa membantu tubuh untuk melepaskan tekanan dan stres. Selain itu, olahraga juga dapat memberikan efek lelah yang menenangkan.

Biasanya, orang yang melakukan olahraga di sore atau malam hari akan lebih mudah tertidur. Dengan begitu, Anda bisa tidur kurang dari tengah malam dan tidak terlalu khawatir dengan waktu sahur.

  • Jaga kamar dalam kondisi gelap dan suhu yang nyaman

Biasanya, semakin terang suasana kamar, semakin sulit Anda mendapatkan tidur yang berkualitas. Jadi, cobalah untuk matikan lampu kamar saat Anda mencoba tidur. Bila perlu, gunakan penutup mata agarmataterpejam.

Jika Anda tak terlalu suka gelap gulita, gunakan lampu tidur yang letaknya tidak terlalu dekat dengan kasur Anda. Perhatikan juga suhu ruangan. Jangan-jangan Anda tidak bisa tidur karena AC kamar terlalu panas atau terlalu dingin.

  • Hindari merokok dan jangan minum kafein

Buka puasa memang identik dengan teh. Tapi ingat, teh itu tetap mengandung kafein sehingga bisa bikin Anda semakin sulit tidur. Lebih baik ganti dengan air putih dan jus buah. Kalau Anda tetap ingin, cobalah minum teh kamomil.

Teh tersebut tidak mengandung kafein sama sekali dan bersifat menenangkan. Selain itu, hindari merokok karena bisa memberikan dampak buruk pada kualitas tidur Anda.

Susah-susah gampang memang mengatur pola tidur untuk penderita insomnia. Apalagi di bulan puasa seperti ini. Tapi jangan dibuat stres. Sebab, semakin berat stres Anda, semakin sulit Anda untuk tidur. Jika cara di atas tak juga mampu mengatasi insomnia Anda, lebih baik minta pertolongan dokter dan terapis. Sebab, menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc MSc dari KlikDokter, insomnia yang dibiarkan dapat menyebabkan sejumlah dampak buruk bagi kesehatan.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓