Makan Salad Saat Buka Puasa, Ini Manfaat Sehatnya

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 27 May 2019, 16:10 WIB
Sudah saatnya mengganti menu buka puasa Anda dengan makanan yang lebih sehat. Cobalah makan salad buah atau sayur dan rasakan efeknya.
Makan Salad Saat Buka Puasa, Ini Manfaat Sehatnya (Nitr/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menu buka puasa biasanya tak jauh-jauh dari aneka takjil, seperti kolak, es buah, serta gorengan. Namun, pernahkah terpikir oleh Anda untuk makan salad saat berbuka? Mungkin sebagian dari Anda tidak pernah mempertimbangkan untuk menyantap salad saat buka puasa, tapi nyatanya salad punya banyak manfaat sehat.

Memang, selain tidak identik dengan menu berbuka puasa, salad juga belum menjadi hidangan favorit masyarakat Indonesia. Padahal salad, baik buah atau sayur, menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, baik untuk membantu menurunkan berat badan.

“Salad buah dan sayur memang baik dalam menunjang kesehatan tubuh, khususnya untuk menurunkan berat badan,” tutur dia.

Selain menurunkan berat badan, ada manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi salad buah dan sayur saat buka puasa, yaitu:

  • Memperlancar pencernaan

Buah dan sayur merupakan makanan yang dapat membantu kelancaran saluran cerna. Saat puasa, jangan lupa untuk tetap menjaga asupan buah dan sayur agar Anda tidak mengalami sembelit atau konstipasi.

"Serat yang terkandung dalam buah dan sayur dapat membantu pembentukan feses yang baik sehingga lebih mudah dikeluarkan," ujar dr. Alvin.

  • Diet sehat untuk jantung

Pola makan tinggi sayur dan buah merupakan salah satu kiat menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Jadi, salad memang salah satu makanan yang baik untuk jantung Anda.

  • Menurunkan berat badan

Jika Anda sedang dalam program menurunkan berat badan, salad dapat menjadi salah satu jenis makanan yang perlu Anda masukkan dalam menu diet. Anda dapat makan salad dengan kandungan kalori yang lebih rendah. Dengan demikian berat badan Anda akan turun secara perlahan-lahan.

  • Menurunkan risiko kanker usus

Penelitian menyebutkan bahwa orang yang banyak makan sayuran dapat mengalami penurunan risiko terkena kanker usus. Ini karena sayuran dan buah merupakan makanan yang kaya akan antioksidan dan kaya vitamin, seperti vitamin C, vitamin E, asam folat, lycopene, dan betakaroten. Berbagai hal ini dapat membantu menangkal pertumbuhan sel kanker akibat radikal bebas.

1 of 2

Komposisi dan campuran salad yang baik

Campuran salad yang baik akan memiliki komposisi nutrisi yang memadai yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama saat di bulan puasa seperti sekarang ini. Kalau komposisinya tidak tepat, dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan Anda. Dan akibatnya puasa pun bisa terganggu.

Berikut ini adalah panduan yang bisa Anda ikuti untuk membuat salad sehat yang bisa melengkapi menu buka puasa Anda:

  • Gunakan bahan yang segar

Untuk membuat salad yang sehat, Anda disarankan untuk menggunakan buah-buahan segar karena memiliki kandungan nutrisi alami yang lebih baik.

  • Hindari memakai buah olahan

Salah satu kunci utama membuat salad yang memiliki komposisi yang sehat adalah , jangan menggunakan buah dan sayur yang sudah diolah, seperti buah kaleng dan buah kering. Menurut dr. Alvin buah olahan – baik buah kering atau buah dalam kaleng –memiliki kandungan gula yang tinggi.

  • Hindari menambahkan daging olahan

Masih banyak orang Indonesia yang salah kaprah dalam memakan salad. Demi menambahkan rasa, sebagian penikmat salad menikmati makanan tersebut dengan mencampurkan berbagai tambahan makanan seperti daging olahan berkadar garam tinggi.

Saran dr. Alvin, jika Anda ingin menambahkan daging sebagai bagian dalam salad, pilihlah daging dengan kandungan lemak yang rendah, seperti dada ayam rebus  tanpa kulit.

  • Protein nabati bisa jadi pilihan

Agar salad yang Anda nikmati  lebih sehat, Anda sebaiknya mengganti daging dengan sumber protein lain, seperti tahu, atau kacang. Pilihan ini lebih sehat daripada Anda menambahkan sosis atau daging asap yang tinggi kandungan garam.

  • Gunakan dressing salad yang sehat

Kesalahan lain juga yang sering dilakukan adalah mencapur salad dengan dressing yang buruk seperti mayones dan taburan keju. Dressing semacam ini sangat tinggi kalori, lemak jenuh, dan tinggi sodium. Lebih baik, tambahkan olive oil yang sudah dicampur dengan bawang putih cincang dan air lemon, untuk membuat salad Anda menjadi lebih nikmat.

Satu hal yang perlu Anda pastikan jika ingin mengonsumsi salad sebagai menu buka puasa, jangan makan dalam keadaan perut kosong. Pasalnya, salad kaya akan serat yang membuat perut "kaget". Lebih baik berbukalah lebih dahulu dengan minum air putih dan makan kurma agar perut kosong sekitar 13 jam bisa beradaptasi. Setelah itu Anda bisa menyantap salad sehat Anda.

Meski tidak terlalu umum bagi masyarakat Indonesia, makan salad saat buka puasa bisa jadi pilihan. Dengan mengonsumsi salad yang terbuat dari bahan-bahan segar dan bernutrisi, niscaya tubuh Anda yang seharian tidak mendapatkan asupan gizi  bisa langsung berenergi.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓