Efektifkah Diabetes Mellitus Diusir dengan Diet Karnivor?

Oleh Ayu Maharani pada 28 May 2019, 14:20 WIB
Protein disebut lebih baik ketimbang karbohidrat untuk penderita diabetes mellitus. Lalu, bagaimana efek diet karnivor pada diabetesi?
Efektifkah Diabetes Mellitus Diusir dengan Diet Karnivor? (Baibaz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes identik dengan pantangan makanan manis. Padahal, bukan cuma makanan dan minuman manisnya saja, lo, yang dilarang. Asupan karbohidrat serta jumlah kalori juga mesti diperhatikan, sehingga kadar gula darah tetap berada di angka yang aman.

Sementara memperhatikan karbohidrat dan kalori, protein disebut-sebut sebagai nutrisi yang baik bagi penderita atau penyandang diabetes karena tidak menimbulkan lonjakan angka gula darah. Sehingga, ada sebagian orang yang langsung menerapkan diet karnivor atau makan banyak daging untuk menjaga kadar gula darahnya. Tapi, benarkah diet karnivor itu baik untuk kesehatan diabetesi?

Serba-serbi diet karnivor

Dilansir dari Healthline.com, diet karnivor mendapatkan popularitasnya semenjak Shawn Baker, MD, seorang ahli bedah ortopedi asal Amerika Serikat, menyelesaikan eksperimen diet rendah karbohidrat dan tinggi lemaknya sendiri. Menurut Baker, setelah dia menerapkan diet tersebut, kondisi kesehatannya terus meningkat.

Dia melakukan diet karnivor selama 30 hari dan selama itu pula dia merasa bahwa nyeri persendiannya hilang. Alhasil, karena merasa sukses dengan diet yang dia jalani, dia pun tak segan-segan mempromosikan diet karnivor ini kepada orang lain.

Diet karnivor terdiri atas semua makanan berbasis protein hewani, daging merah, unggas, organ dalam (jeroan), daging olahan (bacon, sosis, ham, dan lain-lain), ikan, seafood, dan telur. Bahkan, tak sedikit juga mereka yang memilih daging tinggi lemak.

Sebagian orang juga mengonsumsi susu dan keju. Intinya, sejak sarapan hingga makan malam, protein hewani harus dominan dan tidak ada karbohidrat sama sekali. Menurut Daria Long Gillespie, seorang asisten profesor klinis dari University of Tennessee School, saat Anda makan banyak daging, kadar gula darah di dalam tubuh tidak terpengaruh sama sekali. Itu sebabnya, diabetesi sangat tertarik dengan pola makan seperti ini.

1 of 2

Adakah efek sampingnya?

Pada dasarnya, apa pun jenis diet yang dijalankan (terkecuali diet seimbang), memiliki sejumlah konsekuensi bila diterapkan dalam jangka panjang. Begitu pula dengan diet karnivor ini.

Kembali dikutip dari Healthline, Gillespie mengatakan bahwa saat Anda hanya makan daging, Anda akan kehilangan banyak nutrisi, serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.  Anda juga hanya akan mendapatkan jumlah lemak jenuh yang sangat besar.

Saat para peneliti melakukan studi terhadap 115.000 orang, mereka melaporkan bahwa asupan lemak jenuh yang lebih tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung sebesar 18 persen!

Dengan kata lain, pola makan daging banyak ini memang efektif untuk menstabilkan gula darah. Meski demikian tidak baik jika diterapkan dalam jangka panjang karena bisa menimbulkan kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Ibarat kata, sembuh dari satu penyakit, lalu menderita penyakit lain yang sama berbahayanya.

Pola makan yang tepat untuk diabetesi

Pola makan karnivor mungkin bisa Anda terapkan sesekali saja, misalnya saat mendatangi acara makan besar bersama kerabat. Agar gula darah tak langsung melonjak, ketimbang mengambil makanan berkarbohidrat tinggi, pilihlah makanan yang mengandung protein hewani.

Tapi bila sudah kembali ke realita sehari-hari, dr. Melyarna Putri dari KlikDokter menyarankan pengaturan makanan bagi penyandang diabetes seperti berikut ini:

  • Jadwal makan

Makan teratur, terdiri dari 3 kali makan besar dan 3 kali makan kecil (6 kali sehari).

  • Jenis makanan

Pilih makanan sehat yang kaya serat, protein nabati, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.

  • Jumlah kalori

Untuk yang satu ini, Anda membutuhkan bantuan dari dokter dan ahli gizi karena jumlah kebutuhan kalori setiap orang berbeda. Yang jelas, dr. Melyarna menyarankan untuk mengisi piring makan dengan 45-65 persen karbohidrat kompleks, 15-20 persen protein hewani/nabati, dan di bawah 30 persen lemak, vitamin, mineral, serta serat.

Kesimpulannya, diet karnivor memang bisa menstabilkan kadar gula darah diabetesi di angka normal, tetapi hanya untuk jangka pendek saja. Pola makan seperti ini sangat tidak baik bila diterapkan terus-menerus karena dapat menyebabkan munculnya penyakit lain, yakni kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Selain diet karnivor, tetap utamakan diet seimbang jika Anda ingin mendapatkan hasil sehat yang maksimal. Konsultasikan kepada dokter dan ahli gizi terkait jumlah kalori sehingga Anda sebagai penyandang diebetes mellitus, memiliki pedoman yang pasti mengenai nutrisi yang Anda perlukan.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓