Mutiple Sclerosis, Bisakah Dicegah?

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 30 May 2019, 11:00 WIB
Multiple sclerosis dapat menyebabkan kelumpuhan. Dapatkah penyakit ini dicegah?
Mutiple Sclerosis, Bisakah Dicegah? (VGstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini telah menyerang 2 juta orang di seluruh dunia, dan dianggap sebagai penyakit autoimun karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang selubung mielin.

Selubung mielin sendiri adalah zat berlemak yang melindungi serat saraf dan berfungsi dalam proses penghantaran sinyal pada serabut saraf. Ketika selubung mielin rusak, hal ini menyebabkan penghantaran sinyal ke seluruh tubuh menjadi lebih sulit.

Gejala multiple sclerosis bervariasi pada setiap individu. Gejalanya sendiri meliputi penglihatan kabur, kelelahan, anggota badan yang lemah, hingga kesulitan bernapas dan menelan.

Dapatkah multiple sclerosis dicegah?

Sampai saat ini, peneliti belum dapat mengembangkan metode pencegahan multiple sclerosis. Hal ini disebabkan ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab utamanya. Sementara ini, sebagian besar para ahli masih percaya jika kombinasi faktor genetik dan lingkungan berkontribusi pada perkembangan multiple sclerosis.

Mencari tahu apa saja faktor-faktor ini mungkin dapat membantu menentukan penyebab multiple sclerosis suatu hari nanti. Selain itu, dengan mengetahui berbagai faktor penyebabnya juga dapat membuka pintu untuk mengembangkan perawatan dan berbagai pilihan pencegahan penyakit multiple sclerosis.

Faktor risiko terjadinya multiple sclerosis

Meski belum didapatkan secara pasti satu faktor penyebab multiple sclerosis, tapi berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Beberapa faktor tersebut adalah:

  • Vitamin D

Terdapat hubungan antara kecukupan vitamin D dengan terjadinya multiple sclerosis. Berdasarkan penelitian, wanita yang mengonsumsi vitamin D secara rutin dan memiliki kadar vitamin D yang tinggi memiliki penurunan risiko mengalami multiple sclerosis sebanyak 40 persen.

Namun, mekanisme pasti hubungan vitamin D dengan terjadinya multiple sclerosis masih perlu diteliti. Berbagai penelitian memang sudah menunjukkan adanya hubungan, tapi belum ada rekomendasi resmi tentang suplementasi vitamin D sebagai pencegahan multiple sclerosis. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Meski begitu, menjaga kecukupan vitamin D tetap penting untuk kesehatan tubuh Anda, salah satunya adalah untuk penyerapan kalsium dan kesehatan tulang. Kecukupan vitamin D sendiri dapat dipastikan dengan suplemen harian dan paparan sinar UV.

  • Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit multiple sclerosis. Kejadian penyakit ini pada perokok ternyata lebih tinggi 50 persen dibandingkan mereka yang belum pernah merokok.

Salah satu teori yang berkembang terkait efek toksik dari rokok adalah merokok dapat menyebabkan terjadinya kerusakan selubung mielin, yang merupakan salah satu ciri dari penyakit ini.

  • Infeksi virus Epstein Barr (EBV)

Berdasarkan beberapa penelitian, infeksi EBV dapat meningkatkan risiko terjadinya multiple sclerosis. Meski infeksi ini biasanya tidak menyebabkan gejala, namun berdasarkan penelitian, sebagian besar pasien multiple sclerosis memiliki bukti adanya riwayat infeksi EBV sebelumnya.

Pasien multiple sclerosis yang menjalani pemeriksaan darah menunjukkan bahwa mereka memiliki titer virus Epstein Barr yang tinggi, bahkan sebelum timbul gejala penyakit yang nyata. Analisis patologis otak pasien multiple sclerosis yang meninggal juga menunjukkan adanya gangguan salah satu sel darah (sel limfosit B) akibat infeksi virus Epstein Barr.

Jadi, Anda ingin terhindar dari penyakit multiple sclerosis? Walaupun masih belum ada pencegahan pasti dari penyakit ini, tidak ada salahnya untuk selalu hidup sehat. Perhatikan kecukupan gizi Anda, cukupi kebutuhan vitamin D, dan hentikan kebiasaan merokok.

[MS/ RVS]