Jahe Bisa Redakan Radang Tenggorokan Saat Mudik Lebaran

Oleh Ayu Maharani pada 31 May 2019, 10:00 WIB
Radang tenggorokan saat mudik Lebaran amat mengganggu! Ambil waktu sejenak untuk konsumsi jahe demi meredakan gejalanya.
Jahe Bisa Redakan Radang Tenggorokan Saat Mudik Lebaran (Omkar.a.v/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Radang tenggorokan bisa muncul kapan saja, tak terkecuali saat sedang asyik mudik Lebaran bersama keluarga. Gejala yang dirasakan bisa sangat tak nyaman, apalagi jika Anda mudik dengan kendaraan pribadi dan Anda duduk di belakang kemudi. Cobalah untuk ambil waktu sejenak dan konsumsi jahe untuk redakan gejala radang tenggokan yang Anda derita.

Menurut dr. Melyarna Putri, M.Gizi, MPH, dari KlikDokter, jahe adalah rempah yang memiliki efek antiperadangan. Oleh sebab itu, jahe dapat mengurangi rasa nyeri yang timbul saat terjadi peradangan di tenggorokan.

Selain itu, jahe juga baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi penyebab sakit tenggorokan. Jahe itu sendiri mengandung senyawa bioaktif fitonutrien yang bisa diandalkan untuk memelihara kesehatan dan memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan infeksi bakteri ataupun virus.

Juga dikatakan oleh dr. Melyarna, dalam sebuah studi in vitro, 10 persen ekstrak jahe dapat menghambat perkembangan bakteri Streptococcus mutans, Candida albicans, dan Enterococcus faecalis. Ketiga mikroorganisme tersebut bertanggung jawab atas infeksi oral.

Rasa nyeri yang Anda alami saat menderita radang tenggorokan berasal dari reaksi imunitas tubuh terhadap infeksi ataupun iritasi. Nah, jahe dapat memblokir protein proinflamasi di dalam tubuh, sehingga nyeri dan gatal akibat radang bisa berkurang!

Mana lebih mujarab, permen jahe atau minuman jahe?

Ada beberapa cara untuk mengonsumsi jahe saat Anda mudik, di antaranya adalah mengisap permen jahe, minum teh jage, sup atau makanan hangat lainnya yang diberi jahe.

Di antara sekian cara tersebut, permen jahe adalah yang paling praktis. Namun, permen jahe kurang efektif dalam meredakan gejala radang tenggorokan. Pasalnya, permen jahe mengandung banyak gula, sehingga khasiatnya berkurang. Selain itu, rasa manisnya justru bisa membuat tenggorokan makin tak nyaman. Minimal, pastikan bahwa permen jahe yang Anda kantongi benar-benar mengandung ekstrak jahe alami, bukan perisa.

Jika mungkin, Anda bisa berhenti sebentar di area peristirahatan dan mencari kedai yang menjual minuman jahe hangat, misalnya wedang jahe atau wedang uwuh. Jahe dalam bentuk minuman diketahui lebih efektif ketimbang permen. Airnya pun bisa menghidrasi tubuh, sehigga tenggorokan tidak terlampau kering.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam konsumsi jahe

Meski demikian, jika Anda punya kondisi medis seperti diabetes, baiknya Anda tidak sembarangan dalam mengonsumsi minuman jahe. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, jahe dapat meningkatkan efek obat penurun gula darah, sehingga kadar gula darah mungkin saja turun drastis.

Anda juga disarankan untuk tidak meminumnya lebih dari 1 cangkir per hari untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan yang lain, seperti nyeri ulu hati akibat asam lambung yang naik.

Perlu diketahui juga, di sisi lain, manfaat jahe sebenarnya tak cuma bisa meredakan radang tenggorokan. Konsumsinya juga bisa mengatasi mual muntah akibat mabuk perjalanan. Jika kelamaan duduk dan punggung bawah terasa nyeri, jahe juga bisa meredakannya.

“Bahkan, jika Anda mengalami sakit kepala, seperti migrain, kondisi tersebut juga bisa diatasi dengan minuman jahe,” jelas dr. Sepri.

Jadi, betul jahe bisa redakan radang tenggorokan saat mudik Lebaran. Lebih efektif lagi jika konsumsi jahe dalam bentuk minuman hangat. Namun, untuk penderita diabetes, konsumsi jahe juga perlu dibatasi agar tidak memunculkan gangguan kesehatan lainnya. Jangan lupa perbanyak istirahat dan minum air putih. Jika radang tenggorokan tak sembuh-sembuh atau gejalanya makin parah, lebih baik periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

(RN/ RVS)