Kena Multiple Sclerosis, Boleh Tetap Bekerja atau Tidak?

Oleh Ayu Maharani pada 29 May 2019, 13:30 WIB
Setelah didiagnosis multiple sclerosis, Anda mungkin akan khawatir dengan karier Anda. Jadi, bolehkah Anda tetap bekerja?
Kena Multiple Sclerosis, Boleh Tetap Bekerja atau Tidak? (Amnaj Khetsamtip/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Multiple sclerosis (MS) adalah suatu penyakit pada otak dan saraf tulang belakang atau spinal cord yang dapat menyebabkan terjadinya kecacatan. Umumnya, hal tersebut akan membuat penderitanya menjadi galau karena memikirkan kehidupannya, terutama tentang karier. Apakah masih boleh bekerja atau tidak?

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc MSc dari KlikDokter, sekitar 70-80 persen kasus multiple sclerosis terjadi pada wanita. Ada pula yang menghubungkan kondisi ini dengan hormon, tapi belum jelas kebenarannya.

Tergantung dari tingkat keparahan penyakit Anda

Nah, menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, boleh atau tidaknya seseorang untuk tetap bekerja meski sudah didiagnosis multiple sclerosis, sangat bergantung dari tingkat keparahannya. Memang, ketika Anda terkena penyakit itu, fungsi tubuh akan terganggu dan pada akhirnya bisa membuat penderitanya depresi.

Apabila penderitanya masih tetap bisa menyesuaikan diri dan lingkungan kerja yang dia miliki juga mendukung, seharusnya multiple sclerosis bukan menjadi suatu hambatan untuk tetap bekerja dan berkarya.

“Iya, jadi tergantung kondisi si pasien itu sendiri. Jika tidak sampai menimbulkan gejala yang parah, dia masih boleh, kok, bekerja. Jenis pekerjaan juga tidak terlalu berpengaruh. Bukan berarti seorang yang menderita penyakit multiple sclerosis itu tidak bisa lagi bekerja di lapangan,” jelas dr. Sara.

Meski begitu, dilansir dari WebMD, mungkin Anda butuh bantuan atau penyesuaian tertentu. Adapun beberapa hal yang mesti disiapkan jika Anda tetap ingin bekerja meski terserang penyakit multiple sclerosis, yaitu:

  • Alat atau perangkat khusus yang membantu Anda dalam bekerja
  • Jam kerja yang berbeda (bila perlu)
  • Tempat parkir khusus (dekat dengan pintu masuk)
  • Orang yang mau mem-back up atau mengganti peran Anda ketika kondisi kesehatan Anda menurun 
1 of 2

Gejala yang ditimbulkan multiple sclerosis

Sementara itu, tanda atau gejala yang timbul pada multiple sclerosis bisa sangat bervariasi. Kondisi ini sangat bergantung dari jumlah saraf yang mengalami kerusakan, lokasi saraf yang terlibat, serta derajat kerusakan saraf yang terjadi.

Adapun gejala multiple sclerosis yang dapat timbul, antara lain:

  • Rasa baal atau kelemahan pada satu lengan atau tungkai
  • Kehilangan daya lihat secara sebagian atau keseluruhan. Awalnya disertai dengan rasa nyeri saat menggerakan mata dan pandangan ganda
  • Kesemutan
  • Nyeri pada bagian tubuh tertentu
  • Tremor atau gemetar
  • Penurunan kemampuan koordinasi tubuh
  • Bicara pelo
  • Selalu merasa lelah
  • Pusing
  • Adanya gangguan pencernaan dan buang air kecil

Parahnya gejala sangat bervariasi. Beberapa penderita mungkin akan baik-baik saja usai mendapatkan pengobatan setelah mengalami serangan multiple sclerosis. Sementara pada orang lain, gejala multiple sclerosis bisa memburuk dengan cepat.

Perlu bilang ke pimpinan atau tidak?

Mungkin, awalnya Anda tidak berniat untuk membicarakan penyakit multiple sclerosis kepada atasan Anda. Ya, selama pekerjaan beres, bos tidak perlu tahu tentang kondisi Anda sebenarnya.

Meski begitu, pasti akan ada saatnya kondisi kesehatan Anda menurun dan membutuhkan akomodasi khusus dari kantor. Kalau sudah begitu, mau tak mau atasan pasti akan bertanya mengapa Anda membutuhkan akomodasi khusus, bukan?

Jadi, ketimbang menunggu sampai kondisi benar-benar menurun, lebih baik jujur dari sekarang. Dikutip dari WebMD, informasi yang bisa Anda sampaikan pada atasan adalah:

  • Diagnosis penyakit Anda
  • Gejala yang mungkin suatu saat bisa kambuh
  • Perubahan yang dapat memudahkan Anda dalam bekerja

Biasanya, setelah Anda menceritakan hal tersebut kepada atasan, dia akan mengumpulkan beberapa rekan kerja yang berkaitan dengan pekerjaan Anda untuk berkoordinasi. Dengan cara seperti itu, lingkungan kerja akan tetap mendukung Anda untuk tetap berkarya.

Namun jika setelah Anda menginformasikan tentang penyakit, justru mendapat respons negatif yang didapat, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Selanjutnya Anda bisa mencoba untuk menjadi pekerja lepas atau paruh waktu yang lebih fleksibel. Intinya, jangan mudah menyerah! Jadikan penyakit multiple sclerosis yang Anda alami sebagai pembangkit motivasi Anda.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓