8 Cara untuk Mengatasi Serangan Panik

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 May 2019, 15:40 WIB
Serangan panik bisa dialami siapa saja. Bagi Anda yang memiliki masalah ini, ada beberapa cara menghentikannya.
8 Cara untuk Mengatasi Serangan Panik (Cold-Berry/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjelang sebuah presentasi penting di kantor, Anda mendadak merasa sesak napas, jantung berdebar kencang, bahkan merasa akan pingsan. Hati-hati, Anda mengalami serangan panik! Jangan biarkan rasa panik menguasai diri Anda.

Menurut dr. Alvin Nusalim, Sp.PD dari KlikDokter, serangan panik adalah ketika seseorang merasa takut atau gelisah secara berlebihan dan tiba-tiba. Kondisi ini biasanya muncul tanpa alasan yang jelas, dan dapat terjadi kapan saja, pada siapa saja.

Ketika serangan panik datang, Anda akan merasa seperti diteror dan mengalami ketakutan tak beralasan. Selain itu, orang yang mengalami serangan panik sering merasa bahwa dirinya sedang terkena serangan jantung atau akan mati mendadak.

"Hal ini disebabkan gejala yang dialami adalah keluhan sesak napas, nyeri dada, dan perasaan seperti tercekik. Bahkan, orang yang mengalami serangan panik juga bisa mengira bahwa dirinya sedang sekarat," ujar dr. Alvin.

Cara menyetop serangan panik

Serangan panik yang menyerang Anda, tidak bisa dihalau dengan rasa panik juga. Anda harus tenang agar bisa mulai menghentikan kondisi tersebut. Kemudian Anda bisa melakukan cara-cara bawah ini:

1. Kenali tanda-tandanya

Serangan panik biasanya memunculkan tanda-tanda berupa jantung berdebar, berkeringat, sesak napas, mual, nyeri dada, atau gemetar. Gejala-gejala ini bisa bertahan 5-20 menit. Setelah Anda mengenali tanda serangan panik datang, Anda dapat menemukan cara untuk menghentikannya.

2. Jalani hidup Anda

Dapat dimengerti bahwa Anda ingin menghindari serangan panik dengan segala cara. Tetapi penting untuk tidak membiarkan rasa takut mengendalikan hidup Anda. Misalnya, jangan menghindari tempat-tempat di mana Anda pernah mengalami serangan panik.

Jika Anda memiliki trauma terhadap salah satu tempat, tetaplah berada di sana, jika aman. Ketika serangan berakhir, Anda akan menyadari bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi.

3. Bicaralah pada diri Anda sendiri

Saat merasakan serangan panik, ingatkan diri bahwa Anda “hanya” merasakan kecemasan, bukan bahaya yang nyata. Anda bahkan dapat mencoba mengatasi ketakutan secara langsung. Latih tanggapan langsung seperti, "saya tidak takut" atau "ini akan berlalu".

4. Jangan sangkal bahwa Anda mempunyai masalah serangan panik

Cara paling sehat untuk menghadapi serangan panik adalah dengan mengakuinya. Cobalah untuk tidak melawan gejalanya, tapi terus mengingatkan diri sendiri bahwa serangan itu akan segera berlalu.

5. Atur pernapasan

Serangan panik membuat Anda bernapas pendek dan cepat. Karena itu, atur dan kendalikan pernapasan Anda. Tutup mata, lalu letakkan tangan Anda di antara pusar dan bagian bawah tulang rusuk Anda. Tarik napas melalui hidung Anda perlahan dan dalam. Lalu biarkan semua udara keluar dengan lembut melalui mulut.

"Atur napas dengan dalam dan lambat karena itu akan membuat oksigen lebih banyak masuk ke dalam tubuh, sehingga denyut jantung Anda juga akan melambat. Secara otomatis, hal ini akan mengurangi kepanikan Anda," ujar dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

6. Luangkan waktu untuk berolahraga

Aktivitas fisik menurunkan stres, yang merupakan salah satu penyebab utama serangan panik. Olahraga, terutama yang dapat memompa jantung, juga bisa membuat Anda lebih tenang.

7. Nilai ketakutan Anda

Ketika rasa takut mengacak-acak pikiran Anda, beri peringkat pada skala 1 hingga 10 setiap beberapa menit. Ini membuat Anda bisa menjaga dan menilai diri sendiri. Pada akhirnya, Anda akan terhindar dari serangan panik berlebihan karena sudah bisa mengukur diri.

8. Hati-hati dengan kopi, alkohol, dan merokok

Meski bagi sebagian orang kafein bisa menghilangkan kantuk, namun zat dalam kopi ini bisa memicu rasa gugup dan gemetar. Nikotin dan alkohol dapat membuat Anda merasa tenang pada awalnya, tapi lalu membuat Anda gelisah saat tubuh memprosesnya. Baik kopi, alkohol maupun rokok, ketiganya bisa memicu serangan panik atau memperburuknya. Solusi terbaik adalah menghindarinya.

Jika Anda sering mengalami serangan panik Anda bisa mengusirnya dengan cara-cara di atas. Yang terpenting, saat serangan panik terjadi, jangan biarkan pikiran negatif menguasai Anda. Tetaplah berpikir positif. Jika hal-hal di atas tak juga membantu, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog.

[HNS/ RVS]