Bayi Terlambat Tumbuh Gigi, Apakah Harus Khawatir?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 30 May 2019, 17:30 WIB
Pertumbuhan gigi bayi yang tepat waktu adalah tanda tumbuh kembang yang optimal. Lantas, bagaimana jika bayi terlambat tumbuh gigi?
Bayi Terlambat Tumbuh Gigi, Apakah Harus Khawatir? (Alena-Vostrikova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua sering risau jika bayi terlambat tumbuh gigi, karena pertumbuhan gigi pertama pada bayi adalah salah satu hal yang sering dinantikan. Selain membuat senyum bayi semakin menggemaskan, kemunculan gigi pertama juga dapat dijadikan sebagai patokan bahwa si Kecil sudah tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang seharusnya.

Gigi pertama yang akan tumbuh adalah gigi depan bagian bawah, yang umumnya muncul saat bayi berusia 6 bulan. Tak beberapa lama setelah itu, gigi depan bagian atas ikut muncul ke permukaan.

Selanjutnya, gigi tersebut akan terus bertumbuh hingga lengkap berjumlah 20 buah pada usia 3 tahun. Pertumbuhan gigi ini disebut juga dengan gigi sulung atau gigi susu.

Terlambat tumbuh gigi

Tidak semua gigi bayi akan tumbuh pada waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, ada beberapa bayi yang memang mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi, sekalipun kebutuhan gizinya terus terpenuhi setiap hari.

Jika si Kecil mengalami keterlambatan tumbuh gigi, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Sebab normalnya, kisaran waktu untuk pertumbuhan gigi pada bayi adalah 4 hingga 15 bulan. Jika dalam jangka waktu tersebut gigi bayi masih belum tumbuh juga, Anda sebaiknya membawa si Kecil untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter gigi atau dokter spesialis anak.

Adapun beberapa kemungkinan penyebab yang bikin gigi bayi terlambat tumbuh, antara lain:

  • Faktor lokal

Faktor lokal yang menjadi penyebab gigi bayi terlambat tubuh, termasuk adanya trauma, kista, dan kelaianan pada celah mulut (oral cleft).

  • Kurang gizi

Menurut ahli kesehatan, bayi yang kekurangan gizi harian, seperti vitamin D, kalsium dan fosfor akan mengalami pertumbuhan gigi yang tertunda.

  • Kelahiran prematur

Kelahiran prematur atau berat bayi lair renrah (BBLR) dapat meningkatkan risiko terjadinya keterlambatan pada pertumbuhan gigi bayi. Hal ini terjadi karena proses pertumbuhan dan perkembangan bayi masih belum sempurna saat dilahirkan, termasuk benih giginya.

  • Kelainan bawaan

Penyakit atau sindrom lain yang bisa menyebabkan gigi bayi terlambat tumbuh adalah down syndrome, cerebral palsy, HIV, dan gangguan pada endokrin. Kondisi-kondisi tersebut adalah kelainan lahir bawaan, yang biasanya juga menyebabkan terjadinya berbagai gangguan lainnya.

  • Genetik

Dalam beberapa kasus, faktor genetik atau keturunan juga bisa menjadi alasan mengapa gigi bayi terlambat tumbuh. Jika Anda atau pasangan memiliki riwayat terlambat tumbuh gigi, anak memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa.

Masih terkait genetik, keterlambatan tumbuh gigi pada bayi juga bisa disebabkan akibat adanya anodontia. Ini adalah kondisi yang jarang terjadi, di mana benih gigi sama sekali tidak ada.

Apabila bayi terlambat tumbuh gigi, Anda sebaiknya jangan langsung khawatir berlebihan. Selama berlangsung pada kisaran 4 hingga 15 bulan, hal tersebut masih tergolong normal. Akan tetapi, jika setelah kisaran waktu tersebut gigi bayi masih belum tumbuh juga, sebaiknya segera berobat ke dokter gigi atau dokter spesialis anak untuk dicari tahu penyebabnya. Jangan tinggal diam, keterlambatan tumbuh gigi pada bayi bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius.

(NB/ RVS)