Persiapan Mudik Bersama Bayi dan Balita

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 31 May 2019, 12:15 WIB
Jangan sepelekan. Mudik bersama bayi dan balita perlu persiapan khusus. Berikut kiat persiapan mudik yang perlu Anda lakukan.
Persiapan Mudik Bersama Bayi dan Balita (Dima Sidelnikov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang akan melakukan perjalanan mudik bersama si Kecil, perlu usaha yang lebih. Ada sejumlah persiapan mudik bersama bayi dan balita yang harus Anda perhatikan dan dilakukan dengan matang sejak jauh-jauh hari.

Pasalnya, bayi dan balita sangat mungkin rewel selama di perjalanan. Orang tua harus tetap tenang dan tidak panik ketika sesuatu terjadi di luar perkiraan.

Rencanakan dan persiapkan dengan matang

Mudik dengan bayi atau balita membutuhkan perencanaan matang sejak awal. Salah satunya terkait moda transportasi yang digunakan, waktu perjalanan, dan detail rencana perjalanan.

Pada dasarnya, anak mudah bosan bila perjalanan berlangsung lama dan monoton. Hal ini tentu meningkatkan peluang anak menjadi rewel. Karena itu, ada baiknya memilih moda transportasi dengan waktu tempuh yang paling singkat dan juga nyaman.

Cari informasi apakah moda transportasi yang dipilih memberikan fasilitas khusus untuk bayi atau balita, serta apakah mungkin untuk membawa kereta dorong. Dan bila Anda mudik dengan mobil pribadi, pakailah carseat sesuai dengan berat dan usia anak.

Berikutnya, sesuaikan waktu perjalanan dengan siklus tidur si Kecil. Bila Anda melewati jalur darat, akan lebih baik perjalanan dilakukan pada pagi dini hari atau larut malam. Sebab, lalu lintas umumnya relatif lebih lancar dan si Kecil pun telah mengantuk, sehingga tidur selama di perjalanan.

1 of 3

Pilih rute aman dan nyaman

Selain kedua hal tersebut, rencana perjalanan harus ditentukan sedetail mungkin, misalnya saat memilih rute yang akan dipilih saat menempuh perjalanan darat. Bila membawa bayi atau balita, Anda dianjurkan memilih rute yang memiliki layanan dan fasilitas publik selama 24 jam, serta mudah mencari tempat makan.

Agar perjalanan berlangsung nyaman dan lancar, tetapkan berapa lama sekali Anda perlu istirahat di perjalanan. Bila perjalanan dilakukan di siang hari, Anda bisa berhenti setiap 1-3 jam. Sedangkan di malam hari, bisa berhenti setiap 3-6 jam.

Selain untuk buang air, waktu ini bisa dimanfaatkan untuk memberi makan, mengganti popok bayi, atau sekadar meregangkan badan dan tidur sejenak agar tidak mengantuk saat mengemudi.

Sedari awal, tentukan tempat-tempat di mana Anda akan berhenti saat melakukan perjalanan. Misalnya, saat makan siang, singgah di restoran A, saat makan malam di rumah makan B.

Dan karena Anda membawa anak yang masih kecil, upayakan agar rutinitas di perjalanan tidak terlalu berbeda dengan biasanya. Meski demikian, Anda tetap harus bisa bersikap fleksibel.

2 of 3

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan?

Perencanaan tentunya tak lengkap bila tidak dieksekusi tanpa perlengkapan atau bekal yang memadai. Apalagi, kali ini Anda akan mudik dengan bayi atau balita. Jadi, jangan sampai melupakan hal-hal berikut ini.

  1. Letakkan barang yang diperlukan di tempat yang mudah dijangkau

Perlengkapan dan peralatan bayi mungkin mendominasi barang bawaan Anda saat mudik. Agar tidak sibuk bongkar-pasang di tengah perjalanan, atur perlengkapan yang sering dipakai di tempat yang terjangkau. Seperti misalnya botol susu dan kelengkapannya, popok bayi, tisu basah, pakaian ganti, selimut, dan mainan si Kecil.

  1. Bawa mainan favorit anak

Mainan adalah benda yang wajib dibawa selama perjalanan. Ini akan sangat membantu Anda untuk menghindari si Kecil menjadi rewel. Sebagai saran, Anda bisa membawa mainan yang mengeluarkan bunyi atau buku bacaan untuk anak di bawah 2 tahun.

Sedangkan untuk anak yang lebih besar, bisa bawakan buku-buku aktivitas seperti buku mewarnai, buku stiker, puzzle atau mainan favoritnya.

  1. Bawa makanan dan camilan yang cukup

Makanan adalah hal yang utama saat mudik. Oleh karenanya, kebutuhan gizi anak harus tetap terpenuhi selama di perjalanan. Karena itu, komposisi makanan yang Anda bawa tetap harus sehat dan mengenyangkan.

Anda bisa membawa buah-buahan yang mudah dikupas seperti jeruk, pisang, dan apel, susu atau yoghurt kemasan, serta makanan basah seperti kue lapis, lemper, makaroni panggang atau pastel tutup. Jangan lupa juga untuk membawa camilan favorit anak.

Bila Anda membawa bayi yang berusia 6-12 bulan, bawalah makanan pendamping ASI (MPASI) yang mudah diolah selama perjalanan.

  1. Siapkan P3K dan obat-obatan umum

Di setiap perjalanan, sebaiknya selalu siapkan obat-obatan umum, baik untuk anak maupun untuk Anda. Bawalah obat penurun panas, antinyeri, obat batuk dan pilek, antialergi, obat mual dan muntah, dan oralit. Bawa pula losion antinyamuk, minyak telon atau minyak kayu putih, serta alat P3K. Pastikan semuanya belum kedaluwarsa.

Selain itu yang tak kalah penting, sebagai orang tua Anda perlu mempersiapkan mental sejak jauh-jauh hari. Membawa serta bayi dan balita saat mudik bukan sesuatu yang mudah dan kerap menyulut emosi. Meski demikian, emosi Anda harus tetap terkendali. Sebab, anak juga bisa merasakan kala Anda sedang dalam suasana hati yang buruk.  

Untuk itu, komunikasikan bersama pasangan segala hal yang diperlukan  serta saling mengingatkan agar mampu menjaga emosi bila perjalananan tidak seperti yang diharapkan.

Nah, itu tadi serangkaian persiapan mudik bersama bayi dan balita yang perlu Anda perhatikan. Bila fisik dan mental sudah siap, perjalanan mudik Lebaran pun akan terasa menyenangkan.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓