Sering Migrain, Salah Satu Tanda Multiple Sclerosis?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 31 May 2019, 13:00 WIB
Menurut beberapa orang, migrain adalah salah satu tanda multiple sclerosis. Benarkah pendapat ini?
Sering Migrain, Salah Satu Tanda Multiple Sclerosis? (Roman Samborskyi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang cukup sulit dideteksi. Kondisi ini merupakan salah satu kelainan saraf yang melibatkan otak dan saraf tulang belakang. Namun menurut beberapa orang, migrain adalah salah satu tanda multiple sclerosis. Benarkah pendapat ini?

Pada awal mula penyakit, gejala multiple sclerosis memang dapat menyerupai serangan migrain. Akibatnya, multiple sclerosis sering disalahartikan sebagai migrain.

Persamaan dan perbedaan multiple sclerosis dan migrain

Multiple sclerosis dan migrain adalah dua penyakit yang berbeda, meski gejalanya sama-sama berada di kepala. Setidaknya, ada dua persamaan dan perbedaan antara multiple sclerosis dan migrain, yaitu:

  • Sama-sama penyakit kronik, tapi…

Baik multiple sclerosis maupun migrain merupakan penyakit kronik berupa serangan berulang yang diselingi oleh remisi. Mayoritas pasien dengan multiple sclerosis mengalami gejala yang hilang-timbul yang ditandai oleh adanya episode gejala neurologis seperti gangguan penglihatan.

Pada migrain, gejala ini juga dapat terjadi. Bedanya, pada migrain biasanya gejala tersebut hanya terjadi dalam beberapa jam dan biasa disebut dengan istilah aura. Adapun pada multiple sclerosis,gejala tersebut dapat menetap hingga beberapa minggu.

  • Sama-sama dipicu oleh suatu hal, meski MS lebih berat

Persamaan kedua adalah, munculnya gejala multiple sclerosis dan migrain biasanya dipicu oleh suatu hal. Misalnya, kondisi stres dapat memicu kekambuhan pada penderita migrain, begitu pula pada penderita multiple sclerosis.

Pemicu munculnya gejala ini berbeda-beda antara satu individu dengan lainnya. Namun biasanya, gejala yang ditimbulkan pada serangan multiple sclerosis lebih berat dibandingkan migrain. Selain itu, gejala multiple sclerosis akan semakin berat dari waktu ke waktu (progresif).

1 of 2

Apa hubungan multiple sclerosis dan migrain?

Walaupun belum diketahui secara pasti, tampak ada hubungan antara multiple sclerosis dan migrain. Migrain biasanya sering terjadi bersamaan dengan multiple sclerosis. Beberapa ahli berhipotesis bahwa migrain dapat menjadi gejala awal dari multiple sclerosis. Namun demikian, tidak banyak bukti yang mendukung hal ini.

Pada 2012, sebuah penelitian menemukan bahwa wanita dengan migrain berisiko lebih tinggi mengalami penyakit multiple sclerosis di kemudian hari dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami migrain. Ada kemungkinan kedua penyakit tersebut memiliki mekanisme yang sama atau mirip, meski hal ini belum didukung fakta yang kuat.

Sebagai contoh, ada penelitian yang mengemukakan bahwa migrain lebih sering terjadi pada penderita multiple sclerosis. Penyebabnya, peradangan di otak yang muncul saat serangan migrain dapat menyebabkan kerusakan selubung myelin sel otak. Lama-kelamaan, penyakit multiple sclerosis pun muncul.

Teori lain mengatakan bahwa tingginya kadar zat serotonin dalam otak akibat serangan migrain merupakan salah satu faktor risiko terjadinya multiple sclerosis. Namun demikian, hingga saat ini belum cukup kuat bukti-bukti penelitan yang dapat menyokong hal tersebut.

Kesalahan diagnosis

Penelitian menemukan bahwa migrain terjadi 2-3 kali lebih sering pada orang dengan multiple sclerosis dibandingkan orang sehat. Selain itu, adanya persamaan gejala multiple sclerosis dan migrain terkadang membuat dokter salah mendiagnosis pasien penyakit autoimun ini sebagai migrain.

Tidak hanya gejala, baik penyakit multiple sclerosis maupun migrain juga dapat menunjukkan abnormalitas pada otak yang sama. Pada pemeriksaan MRI otak, migrain dan multiple sclerosis menunjukkan kelainan otak yang serupa, yaitu kelainan pada bagian putih otak walaupun pola dan bentuk kalinannya berbeda.

Itulah sebabnya, dokter perlu melakukan pemeriksaan mendalam dan teliti untuk membedakan kedua penyakit ini. Jika terjadi kesalahan diagnosis, tentunya pasien dirugikan karena akan mendapat terapi yang tidak diperlukan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa migrain dapat menjadi suatu tanda awal dari multiple sclerosis. Itulah sebabnya, gejala migrain tidak boleh diabaikan karena bisa saja itu merupakan gejala awal pada multiple sclerosis. Jika Anda mengalami migrain berulang dan semakin berat, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓