Sebelum Donor Darah, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 04 Jun 2019, 09:00 WIB
Bagi Anda yang baru pertama kali donor darah, ada beberapa persiapan penting yang harus dilakukan. Apa saja?
Sebelum Donor Darah, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan (Matej Kastelic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Donor darah termasuk sebagai salah satu kegiataan kemanusiaan cukup mulia. Kalau Anda adalah pendonor rutin, tentu persiapannya sudah hafal di luar kepala. Namun, bagi yang baru pertama kali, ada beberapa persiapan yang perlu diketahui dan dilakukan.

Meski sukarela, tapi tak semua orang bisa menyumbangkan darahnya. Syarat utamanya adalah Anda mesti memiliki tekanan darah stabil, kadar HB normal, serta cukup tidur pada malam sebelumnya.

Bila syarat-syarat di atas terpenuhi, darah Anda akan diambil dengan jarum, lalu dialirkan ke kantong darah. Biasanya dalam satu sesi darah yang diambil sekitar 250 ml, yang mana jumlahnya disesuaikan dengan kadar HB dan berat badan. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 menit.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi yang membutuhkan, tapi juga bagi sang pendonor. Manfaat tersebut di antaranya dapat menurunkan risiko kerusakan hati dan pankreas, meningkatkan kesehatan jantung, dan membantu mengurangi obesitas.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum donor darah

Meski bersemangat untuk mendonorkan darah, tetapi tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara saksama agar donor darah berjalan lancar dan aman. Dikatakan oleh dr. Astrid, yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Sehat jasmani

Syarat utama untuk bisa mendonorkan darah adalah usia 17-60 tahun, dengan berat minimal 45 kg, serta dalam keadaan jasmani yang sehat.

"Anda harus dalam keadaan sehat, tidak sedang demam. Selain itu, Anda juga diharuskan memiliki tanda vital (tekanan darah dan nadi) dalam batas normal," ujar dr. Astrid.

Selain itu, Anda juga tidak boleh dalam keadaan mengonsumi obat kurun waktu tiga hari sebelum donor darah. Hal ini akan ditanyakan petugas donor darah sebelum darah diambil.

  1. Makan dan minum

Perut tak boleh kosong saat donor darah. Beberapa hari sebelum hari pendonoran, Anda perlu makan secara teratur. Ini penting agar kadar gula darah Anda tetap stabil.

Anda disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, ikan, ayam, dan bayam untuk menjaga kadar sehat besi dalam darah. Perbanyak juga minum air putih sebelum mendonorkan darah.

  1. Hindari aktivitas fisik berat

Hindari beraktivitas terlalu berat seperti olahraga angkat beban sebelum mendonorkan darah. Jika ingin berolahraga, pilih jenis yang ringan seperti jalan santai, supaya Anda tetap dalam kondisi bugar.

  1. Tidur cukup

Anda pun sangat direkomendasikan untuk tidur cukup, yaitu selama 7-9 jam pada malam sebelumnya. Biasanya, orang-orang yang kurang tidur akan dinyatakan “gugur” alias tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya.

"Tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu Anda merasa lebih segar dan mengurangi risiko lemas atau pusing setelah selesai donor darah," jelas dr. Astrid.

  1. Pakaian yang nyaman

Proses donor darah cukup memakan waktu. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman.

Gunakanlah pakaian lengan pendek atau longgar, dan bisa digulung hingga di atas siku. Pakaian seperti ini akan memudahkan petugas donor darah untuk mengakses pembuluh darah Anda dengan mudah.

  1. Donor darah di tempat yang ditentukan

Maksudnya, pastikan donor darah dilakukan oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) atau petugas medis profesional di fasyankes terdekat.

Donor darah merupakan tindakan sukarela, tetapi tetap saja tak semua orang boleh menyumbangkan darahnya. Jika Anda baru pertama kali melakukannya, tak perlu deg-degan. Dengan memastikan hal-hal yang disebutkan di atas, donor darah akan lancar dan aman. Anda pun mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.

(RN/ RVS)