5 Cara Hadapi Masa-masa Menopause

Oleh Ayu Maharani pada 04 Jun 2019, 11:00 WIB
Banyak perubahan yang terjadi pada wanita saat memasuki masa menopause. Agar hal tersebut tidak menjadi beban, hadapi dengan cara berikut.
5 Cara Hadapi Masa-masa Menopause (PV Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selain hamil dan melahirkan, ada satu masa lagi yang membawa perubahan signifikan pada wanita, yakni menopause. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, berhentinya menstruasi pada masa menopause tidak terjadi begitu saja, tetapi didahului oleh serangkaian gejala fisik dan psikologi.

“Gejala menopause pun bisa dimulai dari 6 tahun sebelum periode menstruasi terakhir,” jelas dr. Atika. Alhasil, gejala tersebut kerap kali menimbulkan ketidaknyamanan bagi wanita yang mengalaminya.

Atas dasar itulah, kaum hawa yang berusia 40-50 tahun ke atas wajib tahu cara hadapi masa menopause agar kondisinya tetap terkendali. Adapun cara-cara yang dimaksud, meliputi:

Jangan jadikan menopause sebagai momok yang menakutkan

Ketika Anda hendak berhadapan dengan sesuatu, langkah pertama yang tentunya harus dilakukan adalah mencari tahu dulu seluk-beluk tentang hal tersebut, sembari mempersiapkan mental.

Dilansir dari Healthline.com, masyarakat sering kali menganggap bahwa menopause adalah hal yang negatif. Bahkan, pada tahun 1966, penulis buku Feminine Forever yang bernama Robert A. Wilson, MD mengatakan menopause sebagai wabah alami. Alhasil, pola pikir seperti itu telanjur masuk dan meresap, sehingga banyak wanita yang menghadapi menopause dengan rasa takut berlebihan.

Namun, bukan berarti Anda membiarkan diri untuk lama-lama terjebak di dalam pola pikir seperti itu. Anggaplah menopause sebagai sebuah fase yang biasa saja. Toh, hampir semua wanita mengalaminya, bukan?

Jadi, Anda tidak sendirian! Cobalah cari-cari informasi tentang menopause dari sumber tepercaya. Dengan begitu, Anda tidak akan terjebak hoaks yang justru akan membuat Anda semakin khawatir.

1 of 2

Terima perubahan mental Anda yang jadi lebih sensitif

Satu hal yang perlu Anda sadari sejak awal adalah, wanita yang hendak memasuki masa menopause akan mengalami perubahan suasana hati. Anda akan jadi jauh lebih sensitif dan sentimental ketimbang sebelumnya.

Jadi, itulah yang perlu Anda terima dulu. Ketika Anda sudah menerima kondisi, biasanya Anda akan mengetahui bagaimana cara mengendalikan emosi tersebut agar tidak sampai merugikan orang lain di sekitar, terutama keluarga.

Begitu pula dengan keluarga. Berikan pengertian kepada suami dan anak bahwa kini Anda sedang memasuki masa-masa menopause. Ketika kondisi emosional sedang tidak stabil tanpa sebab yang jelas, sebisa mungkin mereka tidak membalasnya dengan tindakan yang lebih menyakiti hati.

Dan sembari menyehatkan mental, Anda juga bisa membuat jurnal online mengenai pengalaman menopause, sehingga orang lain pun bisa merasakan manfaatnya.

Ada kabar baik, seks setelah menopause akan lebih menyenangkan karena tidak lagi terhalang oleh menstruasi dan lain sebagainya! Cobalah komunikasikan hal ini dengan suami Anda. Jika semuanya terkomunikasikan dengan baik, pasti keintiman akan terjaga.

Anggap menopause sebagai waktu untuk merawat diri sendiri

Bertahun-tahun lamanya Anda tak lagi memprioritaskan diri pasca menjadi seorang istri dan ibu karena semuanya dipusatkan untuk keluarga. Ketika Anda sudah memasuki masa menopause, jadikanlah periode ini sebagai momen untuk lebih peduli terhadap diri sendiri.

Misalnya saja, ubah pola makan menjadi lebih sehat, lebih rajin memeriksakan kesehatan ke dokter, mengikuti latihan pernapasan, mengonsumsi suplemen, ikut komunitas wanita menopause, ikut seminar kesehatan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, Anda akan lebih merasa berarti dan tidak akan memikirkan menopause sebagi hal yang negatif.

Ketika memiliki masalah, pasti akan lebih lega dan ringan bila Anda bisa membagikannya kepada orang lain. Begitu pula jika gejala menopause sedang menyerang, tak ada salahnya apabila keluhan tersebut Anda luapkan kepada orang yang Anda percayai. Dengan mengeluarkan keluh kesah, Anda akan terhindar dari stres berat yang bisa memperburuk gejala menopause yang sedang Anda alami.

Masa menopause tidak perlu Anda hadapi dengan rasa takut atau khawatir. Kenali beberapa gejala yang dipaparkan di atas. Wajar jika sesaat Anda merasa sedih, namun dengan menerima bahwa menopause merupakan hal yang normal, Anda akan bisa kembali ceria dan produktif. Komunikasikan kondisi tersebut dengan pasangan Anda agar tercipta saling pengertian. Selain itu, Anda juga bisa membangun komunikasi dengan kerabat atau teman yang sedang berada dalam fase yang sama untuk saling berbagi tips.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓