Di Usia Berapa si Kecil Boleh Diajak Bepergian Jauh untuk Mudik?

Oleh dr. Nadia Octavia pada 05 Jun 2019, 09:00 WIB
Ingin membawa si Kecil mudik dan bepergian jauh, bolehkah? Berikut panduannya.
Di Usia Berapa si Kecil Boleh Diajak Bepergian Jauh untuk Mudik? (Romrodphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lebaran telah tiba. Mudik ke kampung halaman pun menjadi salah satu agenda wajib banyak masyarakat Indonesia untuk merayakannya. Selain itu, banyak juga yang memanfaatkan momen cuti bersama untuk berlibur bersama keluarga, termasuk membawa si Kecil. Namun, idealnya pada usia berapa si Kecil boleh diajak bepergian jauh?

Tidak ada aturan dan anjuran baku tentang kapan sebaiknya anak boleh diajak bepergian jauh. Tapi, sebaiknya hindari mengajak bayi di bawah usia 3 bulan ke tempat umum atau keramaian karena bisa berpotensi terkena penyakit. Daya tahan tubuh bayi yang masih rendah dapat membuat bayi mudah terkena infeksi.

Masalah kesehatan pada si Kecil saat bepergian jauh

Ada beberapa masalah kesehatan yang sering dijumpai pada si Kecil yang diajak bepergian jauh, antara lain:

  • Diare
  • Masalah saluran napas
  • Masalah kulit, termasuk gigitan serangga, alergi, infeksi kulit, dsb
  • Penyakit infeksi sistemik (biasanya disertai demam), seperti malaria dan demam berdarah.

Jika bepergian jauh dengan menggunakan pesawat, pastikan Anda sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak Anda. Masing–masing penerbangan umumnya memiliki standar yang berbeda-beda tentang kapan bayi boleh diajak bepergian dengan pesawat.

Kebanyakan penerbangan memiliki peraturan minimal usia bayi yang boleh pergi adalah 2 minggu. Meski begitu, tetaplah hindari membawa bayi Anda ke tempat keramaian dan banyak orang, terlebih jika bayi belum mendapatkan vaksinasi. Sebaiknya tunggu hingga bayi Anda berusia di atas 3 bulan.

Bepergian dengan menggunakan pesawat terbang juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada telinga karena perbedaan tekanan udara. Terlebih jika bayi Anda sedang mengalami batuk, flu, atau infeksi telinga. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyusui bayi saat pesawat hendak terbang dan mendarat, atau untuk anak yang lebih besar bisa diberikan camilan.

Sementara itu, bepergian dengan transportasi publik lainnya seperti bus, kereta api, atau kapal laut tidak disarankan jika si Kecil masih berusia di bawah 3 bulan karena masih rentan mengalami infeksi. Jika memang harus bepergian jauh, lebih baik gunakan kendaraan pribadi, sehingga bisa meminimalkan kontak dengan banyak orang.

Jika akhirnya menggunakan kendaraan pribadi, pastikan sudah dilengkapi car seat atau kursi khusus bayi yang dilengkapi sabuk pengaman. Bepergian jauh dengan motor tidak disarankan pada anak yang belum bisa duduk sendiri dan belum bisa menggunakan helm karena jelas berbahaya bagi keselamatannya.

1 of 2

Siasat agar anak tidak bosan dalam perjalanan

Si Kecil bisa menjadi sangat rewel saat bepergian jauh karena bosan. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membawa camilan dan mainan kesukaannya, atau menyetel lagu favoritnya. Buat si Kecil "sibuk", sehingga ia tidak merasa bosan saat bepergian jauh.

Jika berkendara dengan mobil pribadi, Anda bisa berhenti setiap 2 jam agar si Kecil dan Anda sendiri bisa beristirahat. Saat berhenti, jangan pernah meninggalkan si Kecil sendirian di mobil, bahkan untuk semenit pun karena bisa berbahaya. Jangan lupa, tunjukkan contoh yang baik pada si Kecil dengan selalu menggunakan sabuk pengaman.

Yang terpenting, selalu periksakan kondisi kesehatan si Kecil ke dokter spesialis anak sebelum membawanya bepergian jauh termasuk mudik Lebaran. Persiapkan berbagai keperluan si Kecil, mulai dari obat-obatan, tabir surya, cemilan, makanan, mainan, dan kebutuhan rutin lainnya. Pastikan juga si Kecil sudah mendapatkan semua vaksinasi wajib dan tambahan jika hendak bepergian ke daerah tertentu.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓