Tips Mencegah Asam Urat Kambuh Saat Lebaran

Oleh Ayu Maharani pada 06 Jun 2019, 10:00 WIB
Bukan cuma kolesterol yang mesti dijaga. Kadar asam urat juga harus dikontrol agar kekambuhan tidak terjadi saat Lebaran.
Tips Mencegah Asam Urat Kambuh Saat Lebaran (Srisakorn Wonglakorn/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hari ini adalah Lebaran hari kedua. Itu artinya, sudah dua hari Anda terus-terusan makan enak di rumah sendiri maupun di rumah saudara. Ya makanan Lebaran yang kaya santan memang gurih dan nikmat. Sebelum terlambat, ingatlah bahwa Anda pernah mengalami nyeri sendi hebat akibat asam urat yang tinggi. Jadi, sebaiknya Anda mulai mengontrol lagi pola makan agar sendi tidak kembali nyeri dan bengkak.

Pola makan memang sangat berpengaruh terhadap kekambuhan serangan asam urat. Seperti dikatakan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, ada beberapa hal terkait pola makan yang mesti dipatuhi jika ingin mencegah asam urat, yaitu:

  • Hentikan makan makanan yang kadar purinnya tinggi

Penyebab utamanya terjadinya serangan nyeri sendi akibat asam urat adalah pola makan tinggi purin. Makanan yang memiliki kadar purin tinggi, misalnya jeroan, daging sapi, daging kambing, ikan tuna, ikan sarden, dan udang. Berbagai makanan yang telah disebutkan itu mengandung sekitar 100-500 mg purin dalam setiap porsi berukuran 100 gram.

Bila selama Lebaran Anda sudah mengonsumsi jeroan sapi dan daging kambing, maka besok Anda tidak boleh lagi mengonsumsi makanan seperti itu. Jangan pula makan camilan emping atau kacang goreng terlalu banyak. Sebagai gantinya, perbanyak minum air putih dan makan banyak buah.

  • Hindari makanan yang kadar lemaknya tinggi

Tak cuma makanan tinggi purin, penderita asam urat yang ingin mencegah kekambuhan juga mesti menjauhi makanan yang berlemak tinggi. “Itu karena, makanan yang tinggi lemak dapat menghambat proses pengeluaran asam urat dari ginjal,” kata dr. Andika.

Makanan tinggi lemak yang dimaksud, antara lain produk olahan susu tinggi lemak (full cream), daging berlemak, santan, dan minyak kelapa (sesuatu yang digoreng secara deep-fry).

  • Jangan terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis

Mungkin Anda menganggap bahwa seharusnya pantangan ini ditujukan untuk penderita diabetes. Namun kenyataannya, pantangan ini juga berlaku untuk penderita asam urat. Mengonsumsi beberapa makanan atau minuman dengan pemanis, seperti permen, minuman bersoda, jus buah kemasan, atau sereal berlapis gula sebaiknya dibatasi. Kalau terlalu banyak, nyeri sendi bisa datang kembali.

Perlu diketahui bahwa bila Anda mengonsumsi banyak fruktosa, tubuh akan segera memecah purin untuk memproduksi asam urat. Bila asam urat sampai menumpuk di persendian, hal tersebut dapat membuat nyeri sendi.

1 of 2

Selanjutnya

  • Tinggalkan minuman beralkohol

Minuman beralkohol seperti bir mungkin Anda tinggalkan sementara saat bulan puasa. Namun, akan jauh lebih baik jika Anda meninggalkan minuman beralkohol untuk selamanya. Sebab, mengonsumsi minuman beralkohol juga berpotensi meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh.

Parahnya lagi, minuman beralkohol mampu menghambat proses pengeluaran asam urat di dalam tubuh. Tentu Anda tahu kan apa yang terjadi bila asam urat terlalu banyak menumpuk di persendian?

  • Perbanyak asupan air putih dan konsumsi obat yang telah diresepkan

Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan minum air putih sebanyak 2 liter per hari untuk memaksimalkan fungsi ginjal dalam pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Jangan lupa meminum obat bila pernah diresepkan dokter sebelumnya. Ingat, obat hanya boleh dikonsumsi atas anjuran dokter. Anda tidak boleh makan obat secara mandiri karena ditakutkan akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Mencegah asam urat kambuh saat Lebaran bisa dilakukan dengan cara-cara di atas. Setelah mengetahui anjuran ini, diharapkan Anda lebih memperhatikan pola makan di momen Hari Raya Idul Fitri ini. Ingat ya, tingginya kadar asam urat di dalam tubuh sangat bergantung dari apa yang dikonsumsi.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓