5 Gangguan Kesehatan Ini Diturunkan Secara Genetik

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 08 Jun 2019, 13:00 WIB
Beberapa gangguan kesehatan bisa diturunkan secara genetik. Kenali apa saja penyakit itu.
5 Gangguan Kesehatan Ini Diturunkan Secara Genetik (Alena Ohneva/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan suatu penyakit bersarang di tubuh. Akan tetapi, faktor gaya hidup biasanya yang paling sering terjadi. Hanya saja, ada masalah gangguan kesehatan yang bisa diturunkan secara genetik, baik dari ayah atau ibu.

Genetika yang ada di tubuh manusia sangat kompleks. Selain sifat fisik – seperti warna kulit, bentuk fisik, jenis rambut, dan lain-lain – orang tua juga dapat menurunkan penyakit dan kelainan fisik tertentu. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc., Hons dari KlikDokter, baik ibu maupun ayah, keduanya memiliki penyakit genetik yang bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.

Penyakit yang bisa diturunkan secara genetik

Sebenarnya, sejumlah tes DNA bisa dilakukan untuk mengetahui gangguan kesehatan yang dialami akibat diturunkan secara genetik. Hanya saja, tes DNA harganya tidak ramah di kantong alias mahal. Padahal, lewat tes DNA semua bisa diskrining lebih awal.

Idealnya, mengetahui apa yang bersembunyi di DNA Anda akan memotivasi untuk menjaga diri lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, ini kembali lagi soal mahalnya dana yang perlu dipersiapkan.

Berikut beberapa penyakit yang bisa diturunkan secara genetik:

  1. Penyakit jantung

Semua tahu, gaya hidup yang sehat membuat jantung juga sehat. Anda sudah sering mendengarnya sebelumnya, bahwa tidak merokok, menjaga indeks massa tubuh tetap sehat, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan rendah lemak adalah cara menjaga jantung tetap optimal.

Namun, sebuah studi pada 2016 terhadap lebih dari 55 ribu peserta yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine menemukan betapa pentingnya kebiasaan-kebiasaan itu bagi orang-orang yang memiliki risiko genetik untuk penyakit jantung.

  1. Polip usus besar

Polip sangat mungkin berkembang di usus besar Anda selama masa remaja, tetapi menjadi ganas saat mendekati usia 40 tahun. Menurut American Cancer Society, sebanyak 1 dari 5 orang yang terkena penyakit itu ternyata memang disebabkan faktor genetik.

  1. Kolesterol Tinggi

Selain pola hidup tidak sehat seperti asupan makanan, risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi juga bisa terjadi karena faktor genetik. Hanya saja, masih banyak orang yang gagal mengetahui secara dini bahwa dirinya terkena kolesterol tinggi, sehingga mengalami serangan jantung di usia muda.

Menurut FH Foundation, orang dengan kelainan genetik yang disebut familial hypercholesterolemia (FH) memiliki tingkat LDL (kolesterol jahat) yang sangat berbahaya sejak lahir dan 20 kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dini, termasuk serangan jantung dan stroke.

  1. Penyakit celiac

Menurut Celiac Disease Foundation, orang yang memiliki orang tua atau saudara yang mengidap penyakit celiac berisiko besar ikut terkena penyakit yang sama di masa yang akan datang. Penyakit ini terjadi ketika pencernaan seseorang mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi gluten, protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam.

Meskipun risikonya tidak sebesar yang diperkirakan, namun Anda tidak boleh meremehkan penyakit ini. Gejala penyakit celiac meliputi nyeri perut hingga penurunan berat badan.

  1. Depresi

Para peneliti mengakui masih harus banyak belajar tentang bagaimana depresi merupakan sebuah gangguan kesehatan yang diturunkan. Meski begitu, melihat riwayat keluarga Anda dapat memberikan petunjuk untuk setiap gangguan depresi yang mungkin terjadi.

Menurut Mayo Clinic, mengingat sejarah kesehatan mental keluarga Anda mungkin mendorong Anda untuk mencari pengobatan jika melalui masa sulit seperti depresi. Dan, beberapa tes genetik dapat membantu menentukan obat mana yang paling cocok dengan Anda.

Itu adalah deretan gangguan kesehatan yang bisa diturunkan akibat faktor genetik. Jika Anda melihat bahwa salah satu orang tua atau keluarga yang lainnya pernah mengalami hal di atas, lebih baik periksakan kemungkinan yang ada. Dan yang tidak kalah penting, jalankan selalu pola hidup sehat.

[MS/ RVS]