Waspada, Anak Rentan Kena Penyakit Ini setelah Lebaran

Oleh Ayu Maharani pada 08 Jun 2019, 15:00 WIB
Akibat kelelahan dan pola makan yang buruk semasa libur Lebaran, kondisi anak bisa drop setelahnya sehingga rentan mengalami penyakit tertentu.
Waspada, Anak Rentan Kena Penyakit Ini setelah Lebaran (Chairoij/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi fisik anak tidak sekuat orang dewasa. Perjalanan mudik yang panjang dan makan waktu lama – ditambah lagi perjalanan saat harus kembali pulang – serta pola makan yang buruk saat libur Lebaran, bisa memicu kelelahan pada anak. Akibatnya kekebalan tubuhnya memburuk dan anak jadi rentan terserang penyakit.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, ada 3 penyakit yang biasanya mengintai anak setelah Lebaran. Penyakit yang dimaksud meliputi:

  1. Diare

Setelah berlibur dan mencoba banyak makanan baru dari berbagai tempat, keluhan sakit yang umumnya dialami anak adalah diare. Apabila si Kecil buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi feses yang lunak atau cair, maka dia positif terkena diare. Gejala lain yang biasanya menyertai, antara lain demam, mual, muntah, nyeri perut, mulas, dan perut kembung.

Penyebab diare bisa berasal dari makanan yang kurang bersih dan mengandung kuman. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh iritasi lambung akibat makanan pedas, asam, berminyak, dan minuman bersoda. Reaksi alergi terhadap makanan tertentu juga dapat memicu terjadinya diare.

Hal yang bisa dilakukan saat anak terserang diare adalah memberikannya minuman oralit atau perbanyak asupan air putih. Bila perlu, berikan obat antidiare yang dijual bebas. Bila diare tak kunjung reda, segera bawa anak ke dokter.

  1. Infeksi saluran pernapasan atas

Batuk pilek adalah keluhan yang paling sering dialami anak usai Lebaran. Bahkan, tak cuma anak-anak, orang dewasa pun rentan mengalami penyakit yang satu ini.

Batuk dan pilek itu sendiri sebenarnya merupakan gejala dari penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain batuk dan pilek, gejala ISPA lainnya meliputi demam ringan, bersin-bersin, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan nyeri.

Penyebab terjadinya ISPA pada anak ialah infeksi virus. Saat anak kelelahan dan kurang tidur, sistem imunitas tubuhnya akan menurun sehingga ia mudah sekali terinfeksi virus.

Di samping itu, apabila Anda mudik bersama anak menggunakan sepeda motor tanpa memberikan masker yang layak, risiko si Kecil untuk terkena ISPA jauh lebih besar. Itu karena dia terpapar udara kotor dalam waktu yang cukup lama.

Tak sengaja menghirup udara bervirus, berkontak (bersalaman) dengan orang yang sebelumnya terkena ISPA juga bisa bikin si Kecil tertular penyakit tersebut.

  1. Demam tifoid

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang ditularkan melalui makanan, Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, gejala yang terjadi dapat meliputi demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, penurunan nafsu makan, serta nyeri perut.

Gejala yang terjadi pada kasus demam tifoid dapat berlangsung antara 10–14 hari. Parahnya, saat daya tahan tubuh menurun, demam tifoid bisa kambuh kembali meski sebelumnya telah dinyatakan sembuh.

Nah, untuk meminimalkan risiko demam tifoid, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Hindari makanan yang setengah matang. Akan lebih baik bila Anda memberikan makanan hangat (sup) ataupun makanan yang dimasak hingga matang sempurna.
  • Jangan biarkan anak jajan makanan di pinggir jalan, yang kebersihannya tidak terjaga. Saat tubuh kurang fit, infeksi kuman lebih mudah terjadi akibat perilaku tersebut.
  • Selalu ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan. Potong juga kuku si Kecil agar tidak ada kuman yang bersarang.
  • Sampai keadaannya benar-benar fit, lebih baik anak makan di rumah saja. Ketika sekolah, jangan lupa bawakan bekal makanan yang bersih, sehat dan lezat.

Lindungi anak dari ketiga penyakit di atas dengan memastikan bahwa kebutuhan gizinya terus terpenuhi dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Namun, apabila tubuh si Kecil sudah menunjukkan gejala-gejala yang menggambarkan salah satu penyakit tersebut, sebaiknya jangan tunda untuk segera membawanya ke dokter. Anda tak ingin libur Lebaran membawa kesan yang buruk untuk si Kecil, bukan?

(NB/ RVS)