Sering Pusing Saat Hamil, Haruskah Khawatir?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 08 Jun 2019, 16:00 WIB
Pusing saat hamil kerap dialami sebagian wanita. Lalu, kapan harus khawatir jika pusing akan membahayakan kehamilan Anda?
Sering Pusing Saat Hamil, Haruskah Khawatir? (Pritsana/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pusing saat hamil umumnya bisa terjadi pada beberapa orang. Tak jarang, rasa pusing yang berlebihan membuat seorang wanita hamil merasakan ketidaknyamanan. Lalu, kapan harus khawatir jika pusing akan membahayakan kehamilan Anda?

Pusing didefinisikan sebagai perasaan melayang maupun tidak seimbang. Keluhan pusing sering dikeluhkan oleh wanita hamil, terutama pada trimester pertama hingga kedua.

Kondisi ini pada wanita hamil wajar terjadi karena adanya peningkatan hormone progesteron yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah ini membantu meningkatkan aliran darah ke dalam rahim sehingga janin dapat berkembang.

Penyebab pusing saat hamil

Ada beberapa penyebab keluhan pusing pada wanita hamil yang perlu Anda ketahui, selain karena perubahan hormon, yaitu:

  • Hiperemesis gravidarum

Kondisi hiperemesis gravidarum rentan terjadi pada saat trimester pertama. Tanda dan gejala yang khas dari hiperemesis gravidarum adalah adanya mual dan muntah yang berlebihan selama kehamilan.

Akibat dari mual dan muntah yang berlebihan ini, tak jarang membuat wanita mengalami dehidrasi. Terkadang, muncul pula keluhan pusing, lemas, bahkan penurunan berat badan.

  • Kadar gula darah rendah

Pada kehamilan trimester pertama, adanya rasa mual yang berlebihan tak jarang membuat seorang wanita malas untuk makan. Kurangnya asupan makanan membuat kadar gula di dalam tubuh menjadi lebih rendah dibandingkan biasanya, mengingat dibutuhkan energi lebih untuk perkembangan janin di dalam rahim. Kadar gula darah yang rendah dalam tubuh sering menimbulkan rasa pusing, lemas, hingga pingsan.

Selain kurang asupan, kadar gula rendah dapat terjadi apabila seorang wanita hamil memiliki penyakit diabetes gestasional. Sama seperti penyakit diabetes pada umumnya, kondisi kadar gula yang rendah dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama jika terlambat mengonsumsi obat diabetes dan telat makan.

  • Anemia

Kondisi yang cukup sering terjadi pada wanita hamil adalah anemia. Kondisi ini berbahaya karena dapat memberikan komplikasi pada ibu maupun janin yang sedang dikandung.

Anemia pada wanita hamil didefinisikan apabila kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari 11 gr/dL. Gejala anemia cukup mudah untuk diketahui, selain pucat dan sering mengeluhkan pusing, biasanya muncul keluhan jantung berdebar-debar, mudah lelah, dan sulit untuk berkonsentrasi.

  • Pembesaran rahim

Pada trimester kedua hingga ketiga, seorang wanita hamil dapat mengalami pusing akibat terjadinya pembesaran rahim. Pembesaran rahim ini normal terjadi karena janin di dalam rahim terus berkembang setiap minggunya.

Pembesaran rahim yang terjadi dapat menekan pembuluh darah di sekitarnya sehingga menyebabkan kembalinya darah dari pembuluh darah balik vena melambat dan muncul keluhan pusing. Keluhan ini semakin diperburuk apabila seorang wanita hamil terlalu lama berbaring telentang.

  • Perubahan posisi yang terlalu cepat

Perubahan posisi yang terlalu cepat seperti berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk maupun berbaring menjadi salah satu penyebab wanita hamil bisa mengalami pusing. Hal ini terjadi karena darah yang kembali ke jantung masih sedikit.

Lalu, kapan harus khawatir?

Wanita hamil perlu khawatir apabila rasa pusing yang ditimbulkan semakin sering muncul dengan disertai:

  • Adanya penurunan kesadaran, seperti sering pingsan, terdapat kejang
  • Nyeri dada
  • Berdebar-debar
  • Sesak napas
  • Gangguan penglihatan
  • Telinga berdenging
  • Gangguan penglihatan, seperti buram
  • Perdarahan baik dari jalan lahir maupun di tempat lain, seperti dari hidung

Keluhan pusing saat hamil yang biasanya dialami oleh wanita yang mengandung adalah kondisi yang wajar. Namun, bila Anda sering pusing dan mengalami kondisi-kondisi di atas, konsultasikan kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan langkah penanganan sesuai kondisi Anda. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan komplikasi pada kondisi ibu dan janin.

[HNS/ RVS]