Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran yang Sering Dipanaskan

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 09 Jun 2019, 08:00 WIB
Fakta berikut akan membuat Anda berpikir ulang untuk mengonsumsi sisa makanan Lebaran yang bolak-balik dipanaskan.
Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran yang Sering Dipanaskan (crydo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lebaran memang sudah usai, tapi makanan sisanya masih menumpuk di dapur. Dengan alasan sayang dibuang, umumnya makanan sisa Lebaran akan dimasukkan ke kulkas untuk dimakan lagi esok hari, bahkan hingga beberapa hari setelahnya. Jika Anda sering melakukannya, ketahuilah berbagai bahaya konsumsi makanan Lebaran yang bolak-balik dipanaskan dari sudut pandang medis.

Teknik memasak dan memanaskan dapat memengaruhi kadar nutrisi dalam makanan, serta kemampuan nutrisi tersebut diserap oleh tubuh. Teknik memasak yang tepat akan membuat nutrisi dalam bahan makan lebih mudah untuk diserap oleh saluran cerna. Namun, makanan dipanaskan berulang-ulang akan membuat sejumlah nutrisi berkurang, bahkan berubah menjadi bahaya bagi tubuh.

Sebagai contoh, memanaskan sayuran hijau dapat menyebabkan nitrat terurai dan menjadi nitrit. Nitrit dapat menjadi toksin atau racun untuk tubuh. Contoh lain adalah jamur. Jamur mengandung protein kompleks yang berubah strukturnya ketika dipanaskan berulang. Hal ini akan berisiko buruk untuk kesehatan pencernaan dan jantung.

Demikian pula dengan opor ayam. Setelah didinginkan, komposisi protein dalam ayam akan berubah ketika dipanaskan kembali. Reaksi negatif di antara molekul protein bisa mengakibatkan masalah pencernaan.

Pemanasan berulang juga dapat memengaruhi minyak yang terkandung di dalamnya. Bila minyak dipanaskan dengan suhu yang tinggi dalam waktu yang panjang, dapat menyebabkan terbentuknya aldehid. Senyawa ini sudah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit lainnya.

Tips aman memanaskan makanan Lebaran

Meskipun terdapat risiko kesehatan bila Anda memanaskan makanan Lebaran berulang-ulang, tetapi bukan berarti hidangan tersebut harus berakhir di tong sampah.

Memanaskan makanan diperbolehkan. Namun supaya aman, ikuti tips aman memanaskan makanan di bawah ini.

  • Bungkus makanan sisa dengan baik

Masih ada sepanci gulai daging di meja makan? Segera bungkus atau letakkan dalam wadah kedap udara. Langkah ini bertujuan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam makanan, menjaga kelembapan makanan, dan mencegah kontaminasi dari makanan lain di dalam lemari pendingin.

  • Simpan makanan sisa dengan aman

Makanan sisa yang telah dibungkus dapat dimasukkan ke dalam lemari pendingin selama 3-4 hari, atau di dalam freezer selama 3-4 bulan. Meski mungkin makanan akan mengalami perubahan rasa, kandungan nutrisinya relatif terjaga.

  • Perhatikan cara mencairkan makanan sisa yang beku

Ada tiga teknik yang dapat dilakukan untuk mencairkan makanan sisa yang telah dibekukan dalam freezer, yakni:

  • Memindahkannya ke dalam lemari pendingin
  • Dimasukkan dalam air dingin
  • Menggunakan microwave

Mencairkan dalam lemari pendingin memerlukan waktu paling lama, tetapi paling aman. Setelah mencair, makanan harus dikonsumsi dalam waktu 3-4 hari.

Mencairkan dengan air dingin bisa lebih cepat, tetapi teknik ini berisiko. Makanan beku tersebut harus dipastikan kedap udara dan air, sehingga bakteri dan kuman lainnya dalam air tidak masuk ke dalam makanan.

Mencairkan dengan microwave merupakan metode tercepat dan dapat sekaligus memanaskan hingga suhu 165 derajat Fahrenheit (73 derajat Celcius).

  • Terapkan teknik memanaskan makanan sisa yang aman

Ketika memanaskan makanan sisa, pastikan suhu makanan mencapai 73 derajat Celcius untuk memastikan bakteri dan kuman lainnya tidak dapat berkembang. Anda juga dapat menggunakan teknik merebus atau mengukus. Kadar nutrisi dapat tetap dijaga agar tak banyak nutrisi yang hilang. Caranya adalah dengan menutup wadah saat dipanaskan.

Bila memungkinkan, gunakan microwave untuk memanaskan makanan, karena alat ini unggul dalam hal menjaga nutrisi dan kandungan air di dalam makanan.

Makanan Lebaran yang masih sisa tak perlu langsung dibuang. Anda boleh mengonsumsinya kembali asal menerapkan cara aman untuk menyimpan, mendinginkan, dan memanaskannya dengan baik. Dengan demikian, nutrisi tetap terjaga dan rasa makanan pun tetap enak. Meski dibolehkan, tetapi jangan sampai memanaskannya bolak-balik misalnya sampai lebih dari tiga kali. Cukup lakukan pemanasan satu kali, lalu segera konsumsi bersama keluarga.

(RN/ RVS)