Loyo di Tempat Kerja? Bisa Jadi Akibat AC Terlalu Dingin!

Oleh Ayu Maharani pada 10 Jun 2019, 14:15 WIB
Ruang kerja ber-AC memang bikin nyaman. Tapi kalau suhu AC terlalu dingin, bukannya produktif, Anda justru bisa loyo dan tak semangat bekerja!
Loyo di Tempat Kerja? Bisa Jadi Akibat AC Terlalu Dingin! (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat melakukan tugas pekerjaan yang perlu konsentrasi tinggi, diperlukan beberapa situasi yang menunjang seperti komputer yang tidak ‘lemot’, suasana tenang, kursi yang nyaman, hingga suhu ruangan yang tepat. Bagi banyak orang – khususnya wanita – suhu ruangan (yang ber-AC) sangat memengaruhi kinerja. Ternyata, kalau suhu AC terlalu dingin, justru gampang bikin badan loyo di tempat kerja. Kok bisa?

Suhu tubuh ideal wanita lebih hangat

Dilansir dari CNN, dalam sebuah penelitian di Berlin, Jerman, yang diterbitkan dalam jurnal medis “PLOS One”, produktivitas kerja wanita dapat meningkat saat termostat diatur ke suhu yang lebih hangat. Apabila suhu AC ruangan tempat kerja terlampau dingin, justru bisa bikin loyo dan tidak produktif.

Sampai saat ini, sebagian besar kantor modern menggunakan sistem kontrol suhu udara berdasarkan rata-rata tingkat metabolisme pria. Padahal, wanita memiliki suhu ideal yang lebih hangat ketimbang pria.

Dalam studi yang dilakukan oleh Tom Chang, pengajar keuangan ekonomi bisnis di University of Southern California Marshall School of Business di Amerika Serikat ini, tercatat 543 siswa sebagai partisipan. Mereka mengikuti serangkaian tes, seperti matematika, bahasa, dan refleksi kognitif. Tes ini berlangsung di beberapa ruangan dengan berbagai suhu yang berkisar antara 16,19-32,57 derajat Celsius.

Hasilnya adalah terdapat hubungan antara suhu ruangan dengan skor pada tes matematika dan verbal para partisipan. Siswa perempuan mendapatkan nilai yang lebih baik dalam tes saat termostat diatur ke suhu yang lebih hangat. Mereka melaporkan lebih bisa berkonsentrasi.

Hasil sebaliknya dialami oleh siswa pria. Siswa pria yang melakukan tes di ruangan yang suhunya lebih hangat justru mendapatkan skor lebih buruk ketimbang mereka yang berada di ruangan dingin.

Lewat temuan ini, Tom menyayangkan bahwa pengaturan suhu ruangan ini dianggap sebagai preferensi pribadi. Pengaturan suhu di perkantoran biasanya diatur sedemikian rupa untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin, bahkan sampai bikin menggigil, bukannya memberikan sensasi sejuk.

1 of 2

Ruangan yang terlalu dingin tak baik untuk kesehatan

Tak cuma bikin wanita sulit berkonsentrasi dan kurang produktif, menurut dr. Atika dari KlikDokter, suhu AC yang terlalu dingin dapat memengaruhi kondisi kulit. Jika terlalu lama berada di suhu ruangan yang dingin, kulit akan kehilangan kelembapannya.

“Nah, kulit yang kehilangan kelembapannya ini lama-lama akan mudah teriritasi, mudah gatal, perih, dan lain sebagainya,” jelas dr. Atika.

Selain itu, suhu yang dingin juga bisa menyebabkan keluhan mata kering dan perih, sekaligus keluhan terganggunya daya konsentrasi.

Yang paling baik memang bekerja di ruangan  yang suhunya tepat, tidak terlalu dingin dan tidak panas. Namun, jika situasinya tak memungkinkan, misalnya karena penggunaan sistem pendingin ruangan sentral atau mayoritas inginnya suhu dingin, pakailah jaket untuk menghangatkan tubuh. Selain itu, Anda juga bisa membuat minuman hangat seperti teh, kopi, atau cokelat. Dokter Atika juga mengingatkan Anda untuk tetap minum air putih dalam jumlah cukup dan menggunakan pelembap kulit.

Saat tubuh dalam kondisi dingin, biasanya daya tahan tubuh ikut menurun sehingga Anda akan mudah jatuh sakit, khususnya flu. Jika ruangan kerja terlalu dingin, pakailah pakaian yang dapat membantu menghangatkan tubuh. Apabila AC terlalu dingin, atur suhu yang paling pas agar semua penghuni ruangan tetap merasa nyaman, tidak loyo, dan tidak memengaruhi produktivitas kerja.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓