Nikmati 5 Manfaat Pare untuk Kesehatan

Oleh Ayu Maharani pada 10 Jun 2019, 14:30 WIB
Di balik rasa pahitnya, manfaat pare untuk kesehatan tidak bisa Anda sepelekan. Berikut lima manfaatnya.
Nikmati 5 Manfaat Pare untuk Kesehatan (Butsaya/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Libur Lebaran sudah usai. Setelah sekitar seminggu Anda memanjakan diri dengan aneka hidangan lebaran dan makanan bersantan serta kue-kue dan minuman manis, kini saatnya memperbanyak makan sayur. Salah satu sayuran sehat yang patut Anda konsumsi usai liburan adalah pare. Meski pahit, manfaat pare bagi kesehatan patut diperhitungkan.

Di Barat, pare disebut sebagai bitter melon. Pare sebenarnya semacam anggur tropis yang masih satu keluarga dengan labu, zucchini dan mentimun. Sayuran pahit ini dibudidayakan di seluruh dunia dan kerap dijadikan makanan pokok dalam banyak jenis masakan Asia.

Meski begitu, ada perbedaan varietas pare Cina dengan pare India. Pare Cina memiliki bentuk panjang, warnanya hijau pucat dan kulitnya ditutupi oleh benjolan-benjolan menyerupai kutil. Sedangkan pare India bentuknya lebih kecil, kulitnya lebih bergerigi dan ujungnya jauh lebih lancip. Tapi, soal rasa dan manfaatnya, keduanya tidak memiliki perbedaan sama sekali.

Manfaat pare untuk kesehatan

Meski bentuknya kurang menarik dan memiliki rasa yang pahit, pare terbukti mampu mendatangkan segudang manfaat sehat sebagai berikut:

  1. Menyumbang gizi penting yang dibutuhkan tubuh

Dalam satu cangkir pare mentah (94 gram), terdapat karbohidrat, serat, vitamin C yang tinggi (93%), vitamin A, folat, kalium dan zat besi. Bagi Anda yang ingin menjaga sistem kekebalan tubuh agar tak mudah sakit usai libur Lebaran, mengonsumsi pare bisa jadi solusinya. Bahkan, antioksidan yang dimilikinya juga dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan.

  1. Menekan kadar kolesterol dan gula darah

Makanan bersantan, daging, kue berlemak, dan lain sebagainya yang masuk ke dalam tubuh Anda saat Lebaran mampu meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Nah, dengan mengonsumsi ekstrak pare, tumis pare, atau pare kukus, kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida penyebab penyakit jantung dan stroke bisa menurun!

Tak hanya itu, pare juga dipercaya dapat meningkatkan penggunaan gula dalam jaringan tubuh sekaligus meningkatkan sekresi insulin. Ini berarti kadar gula darah Anda akan cenderung normal, sehingga risiko penyakit diabetes bisa ditekan.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Yang berat badannya naik usai libur Lebaran, biasanya akan tak berhenti-hentinya mengeluh. Ketimbang mengeluh terus, lebih baik konsumsi sayur pare. Sebab, pare adalah sumber serat yang sangat baik.

Serat melewati saluran pencernaan dengan sangat lambat. Sehingga, hal tersebut akan membuat Anda kenyang lebih lama dan mengurangi rasa lapar. Kabar baiknya lagi, ada sebuah studi yang mengatakan bahwa mengonsumsi ekstrak pare setiap hari dapat menurunkan lemak perut secara signifikan.

  1. Mencegah penyakit kanker

Selain brokoli, sayuran yang dipercaya ampuh untuk mencegah terbentuknya sel kanker adalah pare. Bahkan, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak pare efektif membunuh sel-sel kanker di lambung, usus, paru, serta nasofaring. Pada studi lain, ekstrak pare dilaporkan mampu memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara.

  1. Aman dikonsumsi ibu hamil dan dapat “membersihkan” darah

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter, pare aman dikonsumsi oleh ibu hamil asal dibersihkan dan dimasak dengan benar. Faktanya, pare adalah jenis sayuran yang mampu menjaga kesehatan tubuh ibu hamil serta janin dalam kandungannya.

Tak hanya itu, sifat antimikroba dan antioksidan pada pare juga dituding mampu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Liburan sudah usai. Saatnya untuk memperbaiki dan menyegarkan kembali kondisi tubuh dengan memperbanyak makan sayur, salah satunya pare. Anda bisa mengolah si hijau nan pahit itu dengan cara ditumis atau dikukus. Apabila tidak kuat dengan dengan rasa pahit namun Anda tetap ingin mendapatkan segudang manfaat pare, mengonsumsi ekstrak pare juga bisa jadi alternatif.

(NB/ RVS)